Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB
Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?
Sejumlah petani Pegunungan Kendeng menabuh lesung saat menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/4).

Suara.com - Perempuan, khususnya perempuan adat, dinilai memiliki peran penting dalam menghadapi krisis iklim. Kedekatan mereka dengan tanah, pangan, air, dan sumber daya alam membuat perempuan menjadi kelompok yang paling memahami perubahan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.

Namun di saat yang sama, perempuan juga menjadi kelompok yang paling rentan terdampak krisis iklim akibat keterbatasan akses terhadap lahan, energi, hingga ruang pengambilan keputusan.

Isu tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Mengapa Krisis Iklim adalah Isu Keadilan Gender?” yang menjadi bagian dari rangkaian acara Raksha Loka Fest yang digelar GEF SGP (Global Environment Facility-Small Grants Programme) Indonesia di M Bloc Space, Jakarta Selatan.

Pengetahuan Ekologis yang Tumbuh dari Kehidupan Sehari-hari

Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ketua Umum Perempuan AMAN, Devi Anggraini, mengatakan perempuan memiliki kemampuan besar dalam mengelola sumber daya yang berada di sekitar mereka. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui pengalaman sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan komunitas.

“Energi yang paling besar, paling mampu dikontrol, paling mampu dikelola oleh perempuan adalah semua energi yang ada di sekelilingnya,” ujar Devi.

Menurutnya, pengetahuan perempuan adat tidak hanya berkaitan dengan pangan, tetapi juga menyangkut tata kelola sumber daya alam dan pengambilan keputusan dalam komunitas. Karena itu, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan masyarakat.

Data dari Food and Agriculture Organization menunjukkan perempuan menghasilkan sekitar 60 hingga 80 persen pangan di sebagian besar negara berkembang dan berkontribusi terhadap setengah produksi pangan dunia.

Meski demikian, perempuan justru menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi dampak perubahan iklim karena akses terhadap sumber daya produktif dan pengambilan keputusan masih belum setara.

baca juga

Ketika Perubahan Energi Mengubah Relasi Kuasa

Dalam masyarakat adat, perempuan selama ini memiliki pengetahuan ekologis yang berbeda dengan laki-laki. Jika laki-laki secara tradisional berburu, perempuan lebih banyak mengumpulkan hasil hutan seperti sayuran, tanaman obat, dan berbagai sumber pangan lainnya.

Pengalaman tersebut membuat perempuan memiliki pemahaman langsung terhadap perubahan kondisi alam dan ketersediaan sumber daya.

Namun, perubahan sistem energi dan ekonomi dinilai perlahan menggeser posisi perempuan. Pergeseran penggunaan kayu bakar menuju energi berbasis pasar seperti gas, misalnya, membuat akses energi semakin bergantung pada uang dan distribusi komersial.

“Perempuan tidak mampu punya kontrol, yang berubah soal kontrol pada energinya, relasi dalam keluarga bahkan dalam kampung,” kata Devi.

Menurutnya, ketika akses energi bergantung pada sumber ekonomi yang lebih banyak dikuasai laki-laki, perempuan berpotensi kehilangan posisi tawar baik dalam keluarga maupun komunitas.

Perempuan Jadi Ujung Tombak Sekaligus Ujung Tanduk

Sementara itu, perwakilan dari Solidaritas Perempuan, Dina Herdiana, menyebut perempuan saat ini berada pada posisi sebagai “ujung tombak” sekaligus “ujung tanduk” dalam menghadapi krisis iklim.

Di berbagai daerah, perempuan terlibat langsung menjaga pertanian keluarga, mengelola sumber air, hingga menyediakan bibit tanaman untuk memastikan ketersediaan pangan rumah tangga.

“Siapa lagi kalau bukan perempuan,” ujar Dina.

Meski menjadi aktor penting dalam upaya adaptasi perubahan iklim, menurut Dina, kontribusi perempuan belum diikuti oleh dukungan kebijakan yang memadai.

“Ternyata belum ada kebijakan yang spesifik untuk aksi-aksi yang berkaitan dengan krisis iklim yang itu mensupport atau memfasilitasi perempuan untuk melakukan aksi tersebut,” katanya.

Karena itu, ia menilai kebijakan iklim ke depan perlu lebih memperhatikan pengalaman dan kebutuhan perempuan. Bukan hanya sebagai kelompok rentan yang harus dilindungi, tetapi juga sebagai aktor utama yang selama ini menjaga ketahanan pangan, sumber daya alam, dan keberlanjutan komunitas di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata.

Di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata, mulai dari siklus El-Nino yang ekstrem hingga ancaman ketahanan pangan, Program GEF SGP (Global Environment Facility-Small Grants Programme) Indonesia menyelenggarakan Festival Raksha Loka di M-Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 22-23 Mei 2026.

Festival bertajuk “Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan di Masa Depan” ini merupakan selebrasi sekaligus ruang amplifikasi atas keberhasilan inisiatif pemulihan ekosistem berbasis komunitas yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir dalam fase Operational Phase 7 (OP7).

Sejak Juli 2022, GEF SGP Indonesia bersama 86 mitra lokal telah bekerja di empat bentang alam strategis, yakni: DAS Bodri (Jawa Tengah), DAS Balantieng (Sulawesi Selatan), Gorontalo (Wilayah Penyangga SM Nantu & Tahura BJ Habibie), serta Pulau Sabu Raijua (NTT). Upaya kolektif ini telah berhasil memulihkan ekosistem dari ancaman deforestasi, krisis air bersih, hingga degradasi pesisir.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?

Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:55 WIB

Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim

Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:30 WIB

Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?

Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 11:45 WIB

Terkini

BRImo Taiwan Resmi Diluncurkan, BRI Jadi Jembatan Finansial Diaspora Indonesia

BRImo Taiwan Resmi Diluncurkan, BRI Jadi Jembatan Finansial Diaspora Indonesia

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Bali Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Plastik dari Penerbangan, Bagaimana Mekanismenya?

Bali Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Plastik dari Penerbangan, Bagaimana Mekanismenya?

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:44 WIB

BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Solusi Finansial Digital bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan

BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Solusi Finansial Digital bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan

Sumut | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Investor Asing Serbu Surat Utang Indonesia, Paling Agresif Sejak 2019

Investor Asing Serbu Surat Utang Indonesia, Paling Agresif Sejak 2019

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang

Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Perkuat Layanan untuk PMI, BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan

Perkuat Layanan untuk PMI, BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan

Kalbar | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:38 WIB

BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora

BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora

Batam | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:35 WIB

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia

Bali | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:32 WIB

Kebakaran di Tebet Tewaskan 4 Orang, Penghuni Kos Ada yang Lompat Selamatkan Diri

Kebakaran di Tebet Tewaskan 4 Orang, Penghuni Kos Ada yang Lompat Selamatkan Diri

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:32 WIB

Zita Anjani Datangi Korban Kebakaran Desa Sade Banjir Kritik Netizen: Mau Akting Kayak di Aceh

Zita Anjani Datangi Korban Kebakaran Desa Sade Banjir Kritik Netizen: Mau Akting Kayak di Aceh

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:31 WIB

×