- Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban premium dari dana APBN senilai Rp100 miliar ke seluruh Indonesia.
- Penyaluran sapi seberat 800 kilogram lebih tersebut ditujukan bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan tokoh masyarakat.
- Pemerintah bekerja sama dengan peternak lokal untuk pengadaan sapi guna mendorong produktivitas dan kemandirian industri peternakan daging nasional.
"Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal sehingga diharapkan mereka dapat momentum ini mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi," kata Juri.

Prabowo, disampaikan Juri, berharap supaya para peternak lokal menjadikan hal tersebut momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri.
Pakai APBN
Juri menjelaskan total anggaran yang digelontorkan untuk memberikan sapi kurban presiden.
Ia mengatakan dana dari anggaran bantuan presiden yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jadi, sumber anggarannya dari APBN, ya, melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden," kata Juri.
Meski demikian Juri tidak merinci berapa harga sapi per ekor lantaran berbeda tergantung jenis dan bobot, serta lokasi. Ia hanya memberikan kisaran harga keseluruhan dengan total sekitar Rp100 miliar.
"Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar, 100 miliar," kata Juri.