Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?

Ruth Meliana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:10 WIB
Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
Ilustrasi bendera Arab Saudi (Pexels/Abdulla Bin Talib)
  • Arab Saudi dan Iran terlibat rivalitas panjang akibat perbedaan mazhab Sunni dan Syiah serta sistem pemerintahan.
  • Kedua negara memperebutkan pengaruh dominan di Timur Tengah melalui dukungan terhadap kelompok proksi di berbagai konflik.
  • Kekhawatiran terhadap program nuklir dan ancaman keamanan fasilitas minyak mendorong Arab Saudi tetap membatasi hubungan dengan Iran.

Saudi sendiri pernah menyatakan bahwa jika Iran memiliki bom nuklir, mereka juga akan mengejar kemampuan yang sama. Kerajaan ini juga sangat mendukung kebijakan "maximum pressure" terhadap Iran yang diterapkan AS di masa lalu.

Selain itu, serangan Iran terhadap fasilitas minyak Saudi, seperti di Abqaiq tahun 2019, memperdalam ketidakpercayaan.

Serangan drone dan rudal Houthi yang kerap menyasar wilayah Saudi semakin memperkuat persepsi bahwa Iran adalah ancaman langsung terhadap kedaulatan dan ekonomi Saudi.

Faktor Ekonomi dan Aliansi Internasional

Sebagai dua produsen minyak terbesar di OPEC, keduanya sering bersaing dalam kebijakan harga minyak.

Iran yang sering terkena sanksi cenderung mendorong produksi tinggi untuk mendapatkan pendapatan, sementara Saudi lebih berhati-hati menjaga stabilitas harga demi kepentingan Vision 2030-nya.

Di tingkat internasional, Saudi adalah sekutu dekat Amerika Serikat dan Barat, meski hubungan sempat tegang.

Iran justru anti-AS dan mendekatkan diri dengan Rusia serta China. Perbedaan ini membuat Saudi sulit mendukung Iran dalam forum internasional.

Upaya Rekonsiliasi dan Realitas yang Sulit

Pada 2023, kedua negara sempat mencapai kesepakatan rekonsiliasi yang dimediasi China, di mana mereka sepakat membuka kembali kedutaan besar.

Namun, ketegangan tetap tinggi, terutama setelah eskalasi konflik Israel-Hamas dan serangan langsung Iran ke Israel.

Saudi lebih memilih mendekatkan diri dengan Israel secara diam-diam melalui normalisasi hubungan demi menghadapi ancaman bersama dari Iran.

Arab Saudi tidak mendukung Iran bukan karena kebencian buta, melainkan karena perhitungan strategis yang matang. Perbedaan ideologi (Sunni-Syiah), perebutan hegemoni regional, kekhawatiran terhadap program nuklir, serta pengalaman konflik proksi membuat Riyadh melihat Teheran sebagai rival utama.

Selama Iran terus memperluas pengaruhnya melalui milisi bersenjata dan ambisi nuklir, sulit bagi Arab Saudi untuk mengubah sikapnya menjadi dukungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton

Dugaan Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Pengamat: FIFA Menakut-nakuti Penonton

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:03 WIB

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Pejabat hingga Presiden Harus Ingat! Kurban dari Anggaran Negara Tak Bisa Gantikan Kewajiban Pribadi

Pejabat hingga Presiden Harus Ingat! Kurban dari Anggaran Negara Tak Bisa Gantikan Kewajiban Pribadi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:02 WIB

Prabowo Intens ke Luar Negeri, Pengamat HI: Ada Ambisi Personal Jadi Pemimpin Dunia

Prabowo Intens ke Luar Negeri, Pengamat HI: Ada Ambisi Personal Jadi Pemimpin Dunia

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:00 WIB

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB

Terungkap! Ini Alasan Presiden Prancis Macron Sebut Prabowo Sosok yang Sangat Berani

Terungkap! Ini Alasan Presiden Prancis Macron Sebut Prabowo Sosok yang Sangat Berani

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:45 WIB

Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Caplok 70 Persen Wilayah Gaza

Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Caplok 70 Persen Wilayah Gaza

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:40 WIB

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:34 WIB

Serangan Israel di Lebanon Bom Kota Tyre dan Beirut, Pengungsian Massal Kian Kritis

Serangan Israel di Lebanon Bom Kota Tyre dan Beirut, Pengungsian Massal Kian Kritis

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:29 WIB

Singgung Hadiri Bastille Day, Prabowo: Indonesia Mungkin Negara Asia Pertama yang Parade di Eropa

Singgung Hadiri Bastille Day, Prabowo: Indonesia Mungkin Negara Asia Pertama yang Parade di Eropa

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:24 WIB

Langkah Berani Presiden Prabowo: Instruksikan Sekolah di Seluruh Indonesia Belajar Bahasa Prancis

Langkah Berani Presiden Prabowo: Instruksikan Sekolah di Seluruh Indonesia Belajar Bahasa Prancis

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:13 WIB

Prabowo Puji Keberanian Macron di Panggung Dunia: Indonesia dan Prancis Punya Sikap yang Sama

Prabowo Puji Keberanian Macron di Panggung Dunia: Indonesia dan Prancis Punya Sikap yang Sama

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:00 WIB