Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:57 WIB
Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal
Ilustrasi petugas SPPG tengah menyiapkan menu MBG. (Suara.com/Lilis Varwati)
  • APPMBGI menyatakan pelemahan Rupiah ke Rp17.900 per Dolar AS meningkatkan biaya produksi dan distribusi program Makanan Bergizi Gratis.
  • Kenaikan harga bahan pangan impor serta logistik memaksa pengelola dapur melakukan efisiensi anggaran agar program tetap berkelanjutan.
  • Efisiensi distribusi, termasuk penerapan lima hari kerja, dilakukan untuk mencegah penurunan kualitas gizi bagi peserta program tersebut.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menilai kenaikan harga pangan dan pelemahan nilai tukar Rupiah berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Umum PP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, mengatakan tekanan ekonomi global membuat efisiensi anggaran menjadi langkah yang tidak dapat dihindari agar program MBG tetap berjalan berkelanjutan.

Menurut dia, kondisi nilai tukar Rupiah yang kini menyentuh Rp17.900 per Dolar AS turut memicu kenaikan biaya produksi dan distribusi makanan bergizi di berbagai daerah.

“Ketika Rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.900 per Dolar AS, efisiensi anggaran bukan lagi sekadar opsi kebijakan, melainkan instrumen penting untuk menjaga keberlanjutan program MBG agar tidak mengalami tekanan biaya yang tidak terkendali,” ujar Rivai dalam pernyataannya, Jumat (29/5/2026).

Ia menyebutkan bahwa pelemahan Rupiah berdampak langsung pada kenaikan harga sejumlah bahan baku yang masih bergantung pada impor seperti susu, gandum, kedelai, minyak nabati, hingga pupuk.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan biaya operasional dapur MBG, termasuk ongkos distribusi dan pengolahan makanan.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)

Selain itu, depresiasi rupiah juga disebut memicu kenaikan biaya energi dan logistik, terutama di wilayah yang memiliki akses distribusi kompleks.

Rivai mengingatkan, tanpa langkah efisiensi yang terukur, tekanan biaya dapat berujung pada penurunan kualitas menu dan kandungan gizi yang diterima peserta program.

“Efisiensi hari distribusi justru menjadi langkah preventif agar kualitas program tetap terjaga. Jika tidak dilakukan sekarang, risiko yang muncul bukan hanya pembengkakan defisit anggaran, tetapi juga potensi penurunan kualitas gizi makanan yang diterima anak-anak. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” katanya.

Sebelumnya, APPMBGI juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional yang menyesuaikan distribusi Program Makanan Bergizi Gratis menjadi lima hari kerja serta menghentikan pembagian paket makanan selama masa libur sekolah.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program di tengah tekanan ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:12 WIB

Liriknya Bikin Ngakak, Nama Bank BCA hingga Mandiri Ikut Dipelesetkan Jadi Lagu Pujian untuk Bahlil

Liriknya Bikin Ngakak, Nama Bank BCA hingga Mandiri Ikut Dipelesetkan Jadi Lagu Pujian untuk Bahlil

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:10 WIB

Bom Waktu Kurs Rp17.900: Mengintip Jebakan Utang Negara yang Membengkak

Bom Waktu Kurs Rp17.900: Mengintip Jebakan Utang Negara yang Membengkak

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:50 WIB

Waspada Skimpflation: Strategi Senyap Industri Digital saat Rupiah Anjlok

Waspada Skimpflation: Strategi Senyap Industri Digital saat Rupiah Anjlok

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:30 WIB

Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit

Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos

Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:45 WIB

Solusi Anti-Macet ke Java Jazz 2026, Transjakarta PIK2-Blok M Beroperasi Hingga Tengah Malam

Solusi Anti-Macet ke Java Jazz 2026, Transjakarta PIK2-Blok M Beroperasi Hingga Tengah Malam

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:32 WIB

Menggemakan Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah

Menggemakan Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:30 WIB

Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme

Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:26 WIB

BRI Bersama Syailendra Capital Hadirkan Reksa Dana Syariah di BRImo, Return 4,99% - 7,58%

BRI Bersama Syailendra Capital Hadirkan Reksa Dana Syariah di BRImo, Return 4,99% - 7,58%

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:15 WIB

Di Tengah Ketidakpastian Global, Energi Surya Semakin Dilirik Berbagai Industri

Di Tengah Ketidakpastian Global, Energi Surya Semakin Dilirik Berbagai Industri

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:55 WIB

Kemenlu Cuma Jadi Tukang Catat? Pakar Kritik Diplomasi 'One Man Show' Prabowo

Kemenlu Cuma Jadi Tukang Catat? Pakar Kritik Diplomasi 'One Man Show' Prabowo

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:36 WIB

Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong

Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:02 WIB

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:32 WIB

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:13 WIB