Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan

Bangun Santoso

Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:33 WIB
Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan
Foto Arsip: Mahasiswa meluber hingga ke kubah Grahasabha Paripurna ketika menggelar unjuk rasa yang menuntut reformasi menyeluruh, Selasa (19/5/1998). [ANTARA FOTO/SAPTONO]
baca 10 detik
  • Pengamat Okky Madasari menilai Reformasi 1998 gagal karena tidak ada penegakan hukum terhadap aktor pelanggar hak asasi masa lalu.
  • Kegagalan menuntaskan pertanggungjawaban kekuasaan menyebabkan nilai reformasi memudar dan memberi ruang bagi kekuatan lama untuk kembali berkuasa.
  • Reformasi hanya menciptakan perubahan prosedural melalui pembentukan lembaga demokrasi baru tanpa menyentuh akar keadilan serta pertanggungjawaban bagi masyarakat.

Dalam perbincangan tersebut, Okky juga menyoroti budaya permisif terhadap kesalahan yang menurutnya ikut memperpanjang umur impunitas di Indonesia.

Ia mengatakan pemaafan tidak bisa dijadikan alasan untuk menghapus tanggung jawab hukum dan moral.

Menurut dia, memaafkan seharusnya dilakukan setelah ada pengakuan kesalahan dan penerimaan konsekuensi atas perbuatan yang dilakukan.

“Memaafkan itu kan harusnya baru terjadi setelah ada pengakuan salahnya di mana. Setelah ada penerimaan konsekuensinya itu apa,” jelas Okky.

Ia menilai praktik pemaafan yang muncul tanpa proses pertanggungjawaban justru membuat kesalahan menjadi kabur dan perlahan dianggap normal oleh publik.

“Kalau kemudian pemaafan itu digunakan untuk menutupi kesalahan, untuk membuat kesalahannya semakin kabur, ya kita enggak bisa membiarkan itu permisif,” ujarnya

Meski demikian, Okky menolak jika seluruh kesalahan dibebankan kepada publik.

Menurutnya, sikap masyarakat tidak lahir begitu saja, melainkan dibentuk oleh kondisi sosial, ekonomi, dan arus informasi yang mereka terima setiap hari.

Okky menyebut masyarakat hari ini hidup di tengah tekanan ekonomi yang berat, sehingga dalam banyak situasi lebih mudah diarahkan untuk bersikap permisif terhadap elite politik.

baca juga

“Kalau publik sedang berada dalam kemiskinan ekstrem, dan sekarang kita sedang berada di situasi itu, orang susah ini, gitu. Ya, di saat situasi seperti itu kita akan sedikit memaklumi ketika kemudian ada orang yang mau menerima sembako untuk menyelamatkan hidupnya,” katanya.

Okky juga menilai perubahan politik besar pada dasarnya tidak pernah benar-benar digerakkan oleh seluruh masyarakat secara umum, melainkan oleh kelompok kecil yang memiliki kesadaran kritis dan kemampuan menggerakkan publik.

Reformasi 98 pun kan sebenarnya yang bergerak bukan publik in general. Itu kan digerakkan oleh segelintir elit, elit aktivis, elit intelektual, lalu bisa menggerakkan kawan-kawan mahasiswa untuk turun ke jalan. Kita enggak akan berharap pada publik yang banyak itu... kita berharapnya ke critical mass-nya ini yang menggerakkan itu, ” pungkasnya. (Reporter: Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme

Reformasi 98 Sudah Mati, Okky Madasari Soroti Kembalinya Militerisme

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:26 WIB

Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?

Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?

Your Say | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:25 WIB

Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari

Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 16:15 WIB

Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap

Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:16 WIB

Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja

Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:25 WIB

Hari Reformasi Nasional: Menolak Normalisasi KKN Gaya Baru

Hari Reformasi Nasional: Menolak Normalisasi KKN Gaya Baru

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:44 WIB

Reformasi dalam Bayang-Bayang Militer, Seskab Teddy Dinilai Jadi Contoh Nyata

Reformasi dalam Bayang-Bayang Militer, Seskab Teddy Dinilai Jadi Contoh Nyata

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:06 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×