Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:05 WIB
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. (Suara.com/Hiksia)
baca 10 detik
  • Saiful Mujani menyatakan pemilu merupakan penentu utama legitimasi negara dalam sistem demokrasi di Indonesia sejak era Reformasi.
  • Pemilu 2024 dinilai cacat karena terdapat pelanggaran etik dan konstitusional yang mencederai integritas serta kualitas demokrasi nasional.
  • Masyarakat didorong mengawasi ketat keterlibatan aparat dalam Pemilu 2029 demi menjaga independensi serta mencegah praktik mobilisasi politik.

Suara.com - Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menegaskan bahwa kualitas pemilu menentukan legitimasi seluruh bangunan negara.

Oleh seba itu, ia menyerukan masyarakat untuk tidak tinggal diam apabila menemukan indikasi kecurangan yang membuat pemilu kehilangan legitimasi.

"Satu hal yang harus kita sadari bahwa karena kita sudah memilih demokrasi untuk sistem kita, pemilu itu segala-galanya sebenarnya untuk bangunan kita sebagai sebuah republik," kata Saiful di dalam forum Konferensi Republik di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, dalam sistem demokrasi, pemilu merupakan sumber utama legitimasi kekuasaan.

Jika proses pemilu berlangsung cacat atau tidak dipercaya publik, maka legitimasi pemerintahan yang lahir dari proses tersebut juga akan dipertanyakan.

"Jadi kalau pemilunya lemah, pemilunya cacat, pemilunya tidak legitimate, berarti kita yang berdiri di dalamnya itu tidak legitimate juga. Oleh karena itu legitimasi pemilu itu menjadi segala-galanya," kata dia.

Saiful melihat kualitas demokrasi Indonesia justru mengalami kemunduran sejak era Reformasi. Ia menyebut Pemilu 2024 sebagai salah satu titik yang menunjukkan adanya persoalan serius dalam penyelenggaraan demokrasi.

"Dalam proses reformasi, sejak reformasi, proses demokrasi yang kita jalankan itu sejak '99 sampai sekarang, pemilu itu kualitas semakin memburuk," ujarnya.

Hal itu tak lepas dengan adanya pelanggaran etik yang diputus Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait proses menjelang Pemilu 2024 lalu.

baca juga

Ia turut menyinggung adanya dissenting opinion dari hakim Mahkamah Konstitusi dalam perkara hasil pemilu kemarin. Kondisi itu menjadi catatan penting terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu.

"Kemarin pemilu 2024. Dilihat dari situ, pemilu kemarin tidak sah karena orang yang melakukan pelanggaran konstitusional atau moral gitu adalah orang yang menurut MKMK itu bersalah dan dihukum," ujarnya.

"Tapi kenapa hasilnya tetap diterima dan dijalankan? Itu satu, itu sudah cacat fundamental," katanya menambahkan.

Disampaikan Saiful bahwa kualitas pemilu tidak hanya ditentukan pada hari pencoblosan.

Menurut dia, proses panjang menjelang pemilu, termasuk dugaan keterlibatan aparat negara dalam mobilisasi politik, harus menjadi perhatian publik menjelang Pemilu 2029.

"Kualitas demokrasi dan kualitas pemilu itu tidak hanya dilihat dari waktu pemilu dijalankan tapi dari proses yang panjang bagaimana negara terlibat, dalam hal ini polisi dan tentara terlibat dalam proses mobilisasi massa," tuturnya.

Ilustrasi Pemilu. MK putuskan Pemilu Nasional dengan lokal dipisah. (Ist/ dok. KPU)
Ilustrasi Pemilu. (Ist/ dok. KPU)

Berbagai program pemerintah yang melibatkan struktur negara perlu diawasi ketat agar tidak berubah menjadi instrumen politik praktis. Jika praktik tersebut terus berlangsung, Saiful memperingatkan legitimasi Pemilu 2029 juga berpotensi dipersoalkan.

"Sekarang proses itu sedang berlangsung, sekarang ini untuk 2029 dan itu harus dihentikan. Artinya hentikan MBG, hentikan koperasi Merah Putih, hentikan program batalyon teritorial pembangunan karena itu intinya adalah mobilisasi massa oleh aparat negara dengan uang negara untuk tujuan politik partisan," tegasnya.

Sebagai langkah menghadapi situasi tersebut, Saiful mendorong gerakan masyarakat sipil untuk mengawal proses demokrasi.

Termasuk pengawasan terhadap pemilihan anggota KPU dan Bawaslu. Ia menilai tekanan publik diperlukan agar penyelenggaraan pemilu tetap independen dan kredibel.

Saiful bahkan menyerukan opsi boikot apabila pemilu dinilai tidak mampu menjamin prinsip keadilan dan integritas. Menurut dia, kampanye kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilu yang bersih harus mulai dilakukan jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.

"Jadi jalannya bagaimana? Jalannya ya tadi, mensosialisasikan kepada masyarakat biar masyarakat memboikot pemilu kalau itu tidak menjamin pemilunya akan bersih," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:34 WIB

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:54 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Terkini

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

×