Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
Rumah warga yang rusak berat akibat dampak ledakan bom bekas peninggalan PD II, di Biak, Papua, Minggu (31/5/2026. Peristiwa ledakan bom tersebut juga menimbulkan korban jiwa lima orang meninggal. ANTARA/HO-Humas Polda Papua
baca 10 detik
  • Ledakan mortir sisa Perang Dunia II terjadi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Senin, 1 Juni 2026.
  • Insiden tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, tiga orang hilang, serta sembilan belas warga mengalami luka.
  • Polda Papua melakukan evakuasi, sterilisasi lokasi oleh tim Jibom, serta mendata kerusakan bangunan dan warga yang mengungsi.

Suara.com - Polda Papua masih melakukan pencarian korban ledakan bom atau mortir yang diduga berasal dari sisa peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait sedang melakukan penyelidikan soal penyebab pasti ledakan tersebut.

Dalam insiden ini, diketahui ada lima korban tewas, sementara tiga orang lainnya dikabarkan masih menghilang usai ledakan tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang masih belum ditemukan, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi tetap aman,” kata Cahyo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).

Saat ini seluruh jenazah korban telah dievakuasi dan berada di RSUD Biak untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.

Selain korban meninggal dan yang masih dalam pencarian, sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan. Saat ini para korban telah mendapat perawatan medis.

Ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri dari 3 bangunan rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja, serta 9 bangunan mengalami kerusakan parah, dengan 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya mengalami rusak berat.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa.

baca juga

Menurut sejumlah saksi, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang sangat keras hingga terdengar dari radius yang cukup jauh.

Cahyo mengaku, pihaknya juga telah mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua untuk melakukan sterilisasi sekaligus penanganan tempat kejadian perkara guna memastikan tidak terdapat benda berbahaya lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar.

"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," katanya.

Cahyo juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan ataupun dibongkar,” ujar dia.

“Segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat, baik Polsek maupun Polres, agar dapat ditangani dengan cepat," tambahnya.

Adapun lima warga yang meninggal dalam perkara ini yakni:

  1. Deflin Raubaba (41);
  2. Moris Raubaba (24);
  3. Karmila Ayorbaba (25);
  4. Israel Raubaba (7);
  5. Isril Raubaba (5);

Sementara itu, tiga orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yakni:

  1. Yulianus Raubaba (26);
  2. Lai Madura (45);
  3. Anis Marandof (27).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera

Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

5 Warga Biak Kena Ledakan Bom, Diduga Peninggalan Perang Dunia II

5 Warga Biak Kena Ledakan Bom, Diduga Peninggalan Perang Dunia II

Video | Senin, 01 Juni 2026 | 19:05 WIB

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 10:16 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026

Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:58 WIB

Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini

Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:56 WIB

Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda

Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:51 WIB

Persis Solo Resmi Rekrut Feby Eka Putra, Bidik Promosi ke BRI Super League

Persis Solo Resmi Rekrut Feby Eka Putra, Bidik Promosi ke BRI Super League

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:50 WIB

Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli

Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:45 WIB

4 Physical Sunscreen Heartleaf Cegah Kulit Sensitif Iritasi Akibat Sinar UV

4 Physical Sunscreen Heartleaf Cegah Kulit Sensitif Iritasi Akibat Sinar UV

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bebas dari Status Tersangka, Piche Kota Akui Alami Trauma: Saya Belum Bisa Kembali Normal

Bebas dari Status Tersangka, Piche Kota Akui Alami Trauma: Saya Belum Bisa Kembali Normal

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:42 WIB

BGN Pamer Opini WTP, Langsung Dicecar Ramai-ramai Anggota DPR: Jangan-jangan Dibikin-bikin

BGN Pamer Opini WTP, Langsung Dicecar Ramai-ramai Anggota DPR: Jangan-jangan Dibikin-bikin

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:39 WIB

9 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Wajah

9 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Wajah

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB

Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 19:31 WIB

×