Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian

Bangun Santoso

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:47 WIB
Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian
Ilustrasi aksi Kamisan. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Solidaritas Rakyat untuk Tahanan Politik menggelar Aksi Kamisan ke-910 di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).
  • Aksi tersebut menyoroti kondisi ribuan anak Papua yang terdampak konflik dan hidup dalam pengungsian tanpa akses pendidikan.
  • Peserta aksi mendesak pemerintah menghentikan militerisme serta memastikan perlindungan hak anak dalam setiap kebijakan keamanan di wilayah Papua.

Suara.com - Solidaritas Rakyat untuk Tahanan Politik menyoroti kondisi anak-anak Papua yang disebut masih menjadi korban konflik berkepanjangan di Tanah Papua dalam Aksi Kamisan ke-910 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Dalam refleksinya, perwakilan Solidaritas Rakyat untuk Tahanan Politik, Ian, mengatakan peringatan Hari Internasional Anak-anak Korban Agresi seharusnya juga menjadi momentum untuk melihat nasib anak-anak Papua yang hingga kini masih hidup dalam pengungsian.

"Di momen ini kita memperingati Hari Anak Sedunia, tapi kemudian kita juga akan melihat bagaimana kondisi anak-anak Papua yang kemudian berada di hutan rimba yang sedang dalam pengungsian kawan-kawan," kata Ian dalam aksi tersebut.

Ia mengklaim jumlah pengungsi akibat konflik di Papua mencapai lebih dari 107 ribu orang dan sebagian besar merupakan anak-anak.

"Kurang lebih 107 ribu sekian pengungsian yang ada di Papua dan di dalamnya terbanyak adalah anak-anak kawan-kawan," ujarnya.

Menurut Ian, kondisi tersebut merupakan dampak dari konflik yang terus berlangsung di Papua. Akibatnya, banyak anak kehilangan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

"Nah harapannya di Aksi Kamisan ini dan di Hari Anak Sedunia kita bisa menyuarakan dan kemudian bersolidaritas terkait dengan anak-anak Papua yang sampai hari ini masih dalam pengungsian, yang sampai hari ini belum bisa mendapatkan pendidikan selayaknya manusia pada umumnya dan juga kesehatan yang layak sebagaimana manusia pada umumnya kawan-kawan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ian juga mengkritik meningkatnya peran militer dalam sejumlah kebijakan negara. Ia menyinggung revisi Undang-Undang TNI serta rencana penambahan 100 batalyon di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Nah ini sangat menggambarkan bahwa Indonesia sementara dalam posisi bahaya militerisme kawan-kawan," katanya.

Ian menilai situasi militerisme tidak dapat dilepaskan dari kondisi yang terjadi di Papua. Menurutnya, masyarakat Papua kerap menghadapi pembatasan ketika menyampaikan pendapat di ruang publik.

"Tapi dalam konteks Papua kawan-kawan, ketika orang Papua mencoba menyampaikan pendapat, memberikan ekspresi atas bermacam problem sudah tentu apa yang dirasakan oleh orang Papua adalah pembungkaman, penangkapan bahkan sampai pada tingkat penembakan kawan-kawan," pungkas Ian.

Aksi Kamisan ke-910 mengangkat tema "Hari Internasional Anak-Anak Korban Agresi: Lindungi Anak, Akhiri Impunitas". Dalam pernyataan sikapnya, peserta aksi kamisan menyerukan:

Pemerintah memastikan perlindungan hak-hak anak dalam setiap operasi keamanan dan menghentikan praktik yang membahayakan keselamatan warga sipil terkhususnya untuk anak-anak.

Penegak hukum harus bebas dari intervensi berbagai kekuatan termasuk yang berlatar esprit de corps.

Jaksa Agung segera menindaklanjuti berkas penyelidikan komnas HAM terkait kasus-kasus pelanggaran berat HAM dengan membentuk tim penyidik ad hoc sesuai mandat Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Pemerintah menghentikan upaya penyelesaian non-yudisial kasus pelanggaran berat HAM karena berisiko melanggengkan impunitas dan mengabaikan hak korban kompensasi.

Komnas HAM segara melakukan penyelidikan projudistia atas dugaan pelanggaran berat HAM termasuk pembunuhan pembela HAM Munir Said Thalib, juga Tragedi Reformasi Dikorupsi 2019, tragedi 28 sampai dengan 31 Agustus 2025, penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dan lain-lain secara independen dan bebas dari intervensi mana pun. (Reporter: Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Belum Usai! Mortir dan Amunisi Aktif PD II Ditemukan di Lokasi Ledakan Maut Biak

Ancaman Belum Usai! Mortir dan Amunisi Aktif PD II Ditemukan di Lokasi Ledakan Maut Biak

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:18 WIB

Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada

Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:52 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:11 WIB

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB

Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera

Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB