Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

Bangun Santoso

Selasa, 09 Juni 2026 | 17:54 WIB
Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
Forum Diskusi Publik bertajuk Inspirasi, Kesempatan, dan Kontribusi Penyandang Disabilitas dalam Pengabdian kepada Negara yang digelar SSDM Polri di Ambhara Hotel, Jakarta pada Selasa (9/6/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Polri menyatakan kesulitan memenuhi kuota 2 persen pekerja penyandang disabilitas sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016.
  • Brigjen Pol. Erthel Stephan menjelaskan bahwa kendala utama adalah jumlah personel besar yang mencapai 450.000 anggota.
  • Hingga saat ini, Polri telah merekrut 22 penyandang disabilitas melalui jalur bertahap dengan memperhatikan kecocokan kompetensi dan organisasi.

Suara.com - Polri mengakui tidak mudah memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang mewajibkan instansi pemerintah mempekerjakan sedikitnya 2 persen penyandang disabilitas.

Hal itu terungkap dalam Forum Diskusi Publik bertajuk Inspirasi, Kesempatan, dan Kontribusi Penyandang Disabilitas dalam Pengabdian kepada Negara yang digelar SSDM Polri di Ambhara Hotel, Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Pertanyaan mengenai target pemenuhan kuota tersebut disampaikan oleh salah satu peserta forum diskusi, Istudiyanti Priatmi atau biasa dipanggil Ince dari ABK UMKM (Yayasan Griya Bina Karya Anak Berkebutuhan Khusus).

Ia menyoroti bahwa sejak Undang-Undang Penyandang Disabilitas disahkan pada 2016, jumlah anggota Polri dari kalangan penyandang disabilitas masih relatif sedikit.

"Saya ingin tanyakan untuk proyeksi Polri untuk dapat mencapai jumlah sesuai dengan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 untuk 2 persennya, Pak," kata Ince.

Menjawab pertanyaan itu, Karodalpers SSDM Polri, Brigjen Pol. Erthel Stephan menjelaskan bahwa tantangan terbesar terletak pada besarnya jumlah personel kepolisian di seluruh Indonesia.

"Kalau 2 persennya itu kecil, Bu, gampang itu. Cuma kalau dikali dengan jumlah anggota polisi seluruh Indonesia yang 450.000, berarti itu 9.000, Bu. Berarti itu 9.000 teman-teman disabilitas," ujar Erthel sebagai salah satu narasumber di Forum tersebut.

Menurut dia, jumlah tersebut tidak mungkin dipenuhi dalam waktu singkat karena kapasitas rekrutmen tahunan Polri sendiri tidak mencapai angka tersebut.

"Sepertinya kalau dalam satu kali rekrutmen setahun, itu rekrutmen kami saja nggak sampai segitu, Bu. Nah, jadi kayaknya tidak mungkin masa kita merekrut teman-teman disabilitas semua?" katanya.

baca juga

Meski demikian, Erthel memastikan tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk berhenti membuka peluang bagi penyandang disabilitas.

"Kami akan tetap dinamis bergerak terus. Ini jumlahnya akan kita perbesar terus sesuai dengan ruang jabatan dan kompetensi yang memang bisa kami buka untuk teman-teman disabilitas," lanjutnya.

Erthel Stephan menjelaskan bahwa hingga saat ini Polri telah merekrut 22 penyandang disabilitas melalui jalur ASN, Bintara, dan SIPSS.

Menurut Erthel, penerimaan dilakukan secara bertahap karena Polri harus memastikan kesiapan organisasi, baik dari sisi budaya kerja, infrastruktur, maupun kecocokan jabatan.

"Kami membuka ruang lebih besar, tetapi harus mencocokkan ruang jabatan dan kompetensi dari rekan-rekan disabilitas," kata Erthel.

Ia menegaskan, Polri tidak ingin sekadar mengejar angka tanpa menyiapkan sistem pendukung yang memadai.

"Kami khawatir justru kami nanti lepas kontrol, tidak maksimal, asal rekrut dan lain sebagainya malah jadi permasalahan yang berkepanjangan nanti di organisasi," pungkasnya. (Reporter: Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat

Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:17 WIB

Kapolri Listyo soal UU Baru Polri: Presiden Ingin Polri Terlibat di Hal-hal Kepentingan Nasional

Kapolri Listyo soal UU Baru Polri: Presiden Ingin Polri Terlibat di Hal-hal Kepentingan Nasional

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:42 WIB

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:58 WIB

Usia Pensiun Jenderal Bintang Empat Polri Bisa Diperpanjang, Presiden Pegang Kunci

Usia Pensiun Jenderal Bintang Empat Polri Bisa Diperpanjang, Presiden Pegang Kunci

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

UU Baru Bolehkan Polisi Urus Gizi Nasional hingga Pangan, Eddy Hiariej: Prinsipnya 'To Serve'!

UU Baru Bolehkan Polisi Urus Gizi Nasional hingga Pangan, Eddy Hiariej: Prinsipnya 'To Serve'!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:57 WIB

Selain Kantor WIKA, Polri Sisir Jakarta-Jatim, Geledah 3 Lokasi Terkait Korupsi PTPN XI

Selain Kantor WIKA, Polri Sisir Jakarta-Jatim, Geledah 3 Lokasi Terkait Korupsi PTPN XI

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:52 WIB

Terkini

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

×