- Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi kesepakatan damai Amerika Serikat dengan Iran kini telah memasuki fase akhir.
- Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon pada Selasa (9/6/2026) yang menewaskan sedikitnya 17 orang warga.
- Eskalasi serangan Israel di Lebanon memicu ketegangan diplomatik antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Trump menambahkan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka setelah penandatanganan kesepakatan, yang diperkirakan terjadi dalam dua hingga tiga hari.
Trump juga mengklaim tekanan melalui blokade laut lebih efektif dibandingkan serangan militer dalam mendorong Iran ke meja perundingan.
Ketegangan meningkat setelah serangan Israel ke Beirut pada Minggu memicu balasan rudal Iran ke wilayah utara Israel.
Meski kedua pihak sempat menyatakan akan menghentikan serangan, Israel menegaskan operasi militernya di Lebanon selatan akan terus berlanjut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya memiliki hak untuk membela diri.
“Israel memiliki hak penuh untuk mempertahankan diri, dan kami akan melakukannya sesuai kebutuhan,” katanya seperti dilansir dari Ynet.
Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas eskalasi yang terjadi.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban sejak konflik meningkat pada awal Maret telah mencapai 3.666 orang tewas dan lebih dari 11.000 luka-luka.
Pemerintah Lebanon juga menyebut ribuan serangan udara Israel telah menghancurkan sejumlah wilayah dan desa.