Tak Perlu Dapur Baru! DPR: Libatkan Kantin untuk Makan Gratis Sudah Kami Sarankan Lama

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 15 Juni 2026 | 14:09 WIB
Tak Perlu Dapur Baru! DPR: Libatkan Kantin untuk Makan Gratis Sudah Kami Sarankan Lama
Salah satu SMAN di Kota Yogyakarta yang menerima MBG di DIY. [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
  • Komisi X DPR RI mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program MBG.
  • Pemanfaatan kantin sekolah di wilayah 3T dinilai sebagai solusi logistik paling realistis dibandingkan membangun dapur baru yang tidak efisien.
  • Pemerintah diharapkan segera memperbaiki tata kelola program agar pelibatan masyarakat lokal memberikan dampak ekonomi nyata dan tepat sasaran.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengungkap bahwa gagasan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya bukan hal baru.

Menurutnya, Komisi X telah mendorong skema tersebut sejak awal pembahasan program, terutama untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pernyataan itu disampaikan merespons keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memilih memanfaatkan kantin sekolah dibanding membangun dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di sejumlah daerah 3T.

Lalu menegaskan, Komisi X sejak awal menilai pelibatan unit yang sudah tersedia di lingkungan sekolah merupakan solusi paling realistis, sekaligus dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

"Karena prinsipnya MBG juga untuk meningkatkan ekonomi di seputaran sekolah sebagai penerima manfaat," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia bahkan menyebut arahan tersebut telah disampaikan Komisi X sejak awal kepada pemerintah, termasuk saat berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Kami sejak awal mengarahkan seperti itu, terutama di daerah 3T. Tidak mungkin daerah 3T, misalnya di Kepulauan Aru, dapurnya ada di Ambon. Jarak dan logistiknya tidak memungkinkan. Maka, manajemen yang paling pas memang melibatkan unit terdekat," katanya.

Meski mendukung penuh keberlanjutan program MBG, Lalu mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada perluasan cakupan program.

Menurutnya, tata kelola dan manajemen pelaksanaan juga harus segera dibenahi agar persoalan yang muncul selama ini tidak terulang.

"Silakan teman-teman di BGN merumuskan, tentunya bersama Komisi IX, untuk mencari formula manajemen yang paling bagus saat ini, berkaca dari kejadian-kejadian (evaluasi) yang sebelumnya terjadi," tegasnya.

Lalu berharap skema yang memanfaatkan fasilitas sekolah dan melibatkan masyarakat lokal dapat membuat program MBG lebih efektif, tepat sasaran, sekaligus memberi dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Fokus Wilayah 3T

Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S Dayeng menyatakan pihaknya tidak akan membangun dapur baru di seluruh wilayah 3T.

Alasannya, jumlah penerima manfaat di sejumlah daerah relatif kecil sehingga pembangunan dapur dinilai tidak efisien.

"Kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah," kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Nanik, terdapat wilayah 3T yang hanya memiliki puluhan hingga ratusan penerima manfaat program MBG.

"Karena 3T ini cuma ada yang isinya 200 orang, 81 orang, 47 orang di wilayah-wilayah itu. Jadi tidak mungkin kita membangun dapur-dapur baru," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG

Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian

Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:25 WIB

Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB

Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:07 WIB

Gempar! 326 Kepala Sekolah di Sulsel Mundur Serentak, DPR Cium Adanya Tekanan

Gempar! 326 Kepala Sekolah di Sulsel Mundur Serentak, DPR Cium Adanya Tekanan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:05 WIB

SPMB di Jabar Dinilai Kacau, Hampir 60 Persen Siswa Pasti Gagal Masuk Sekolah Negeri

SPMB di Jabar Dinilai Kacau, Hampir 60 Persen Siswa Pasti Gagal Masuk Sekolah Negeri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:04 WIB

Siasat Licik Komplotan Copet di PRJ: Kepung Korban Lengah, Kini Jadi Buruan Polisi

Siasat Licik Komplotan Copet di PRJ: Kepung Korban Lengah, Kini Jadi Buruan Polisi

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:53 WIB

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:44 WIB

5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai

5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:38 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB

Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG

Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:20 WIB