Relokasi Pabrik Perusahaan Global Lagi Jadi Tren, Indonesia Punya Peluang Tarik Investasi

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 30 Juli 2026 | 12:14 WIB
Relokasi Pabrik Perusahaan Global Lagi Jadi Tren, Indonesia Punya Peluang Tarik Investasi
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Bisnis Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-25 Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa perubahan rantai pasok global membuka peluang bagi Indonesia menarik investasi manufaktur di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
  • Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026, dengan sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 5,4 persen serta berkontribusi besar terhadap PDB dan ekspor.
  • Investor global membandingkan Indonesia dengan negara lain dalam waktu singkat, sehingga kawasan industri nasional perlu meningkatkan kecepatan realisasi investasi menjadi tahap produksi.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan saat ini sedang ramai berbagai perusahaan global melakukan relokasi pabrik ke sejumlah negara.

Hal ini terjadi karena perubahan rantai pasok dunia, fragmentasi perdagangan internasional, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik.

Agus pun menilai, kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi manufaktur. Menurut Agus, perusahaan global kini tengah menata ulang lokasi produksi mereka.

Di tengah perubahan tersebut, Indonesia memiliki kesempatan memperkuat posisinya sebagai salah satu basis produksi manufaktur dunia.

"Fragmentasi perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan juga ketegangan geopolitik telah mendorong perusahaan-perusahaan global untuk menata ulang peta produksi mereka. Bagi sebagian negara ini merupakan risiko. Tapi bagi Indonesia ini merupakan sebuah peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu basis produksi manufaktur di dunia," kata Agus saat memberikan sambutan dalam Bisnis Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-25 Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Meski demikian, Agus mengingatkan peluang tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Menurutnya, perusahaan yang hendak memindahkan fasilitas produksinya akan membandingkan berbagai negara tujuan investasi dalam waktu yang relatif singkat.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Bisnis Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-25 Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7/2026). [Suara.com/Fakhri]
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Bisnis Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-25 Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7/2026). [Suara.com/Fakhri]

"Jendela peluang sedang terbuka, dan terbukanya ini tidak akan selamanya," ujarnya.

Ia mengatakan, perusahaan yang tengah merelokasi pabrik tidak hanya mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan investasi. Sejumlah negara lain di kawasan Asia hingga Amerika Latin juga masuk dalam daftar pertimbangan investor.

"Perusahaan yang hari ini sedang memindahkan produksinya dari satu negara ke negara lain, tidak sedang menunggu Indonesia. Mereka sedang membandingkan kita, Indonesia, dengan Vietnam. Sebut saja dengan Thailand Sebut saja dengan Malaysia. Sebut saja dengan India. Sebut saja dengan Meksiko," tuturnya.

baca juga

"Dan mereka melakukan ini dalam hitungan bulan, bahkan minggu. Bukan dalam hitungan tahun," lanjutnya menambahkan.

Agus menyebut, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk bersaing menarik investasi. Pada triwulan I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen.

Sementara sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 5,4 persen, meningkat dibanding periode sebelumnya sebesar 4,55 persen.

Selain itu, industri pengolahan menyumbang 19,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), berkontribusi 36,5 persen terhadap realisasi investasi nasional, serta menopang 82,03 persen ekspor nonmigas Indonesia.

Menurut Agus, momentum relokasi industri global perlu dimanfaatkan dengan meningkatkan daya saing kawasan industri. Salah satu aspek yang menjadi perhatian investor adalah kecepatan merealisasikan investasi hingga masuk ke tahap produksi.

"Yang mereka beli bukan lagi meter persegi, yang mereka beli adalah waktu. Waktu artinya adalah berapa cepat sebuah komitmen investasi dapat berubah menjadi produksi. Dan waktu berarti seberapa kecil ketidakpastian yang mereka harus tanggung sepanjang perjalanan tersebut," pungkas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Generasi Muda Diajak Jadi Investor Cerdas Lewat Edukasi Investasi dan Literasi Keuangan

Generasi Muda Diajak Jadi Investor Cerdas Lewat Edukasi Investasi dan Literasi Keuangan

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:00 WIB

Komut BCA Dorong Investasi Emas Digital, Tekankan Pentingnya Diversifikasi Aset

Komut BCA Dorong Investasi Emas Digital, Tekankan Pentingnya Diversifikasi Aset

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:11 WIB

Dominasi PMDN, Ini Data Kinerja Investasi Indonesia 2025

Dominasi PMDN, Ini Data Kinerja Investasi Indonesia 2025

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:06 WIB

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:56 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×