Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026

Pebriansyah Ariefana

Senin, 15 Juni 2026 | 16:24 WIB
Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026
Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian sementara untuk menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • AS dan Iran menyepakati perjanjian sementara untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz.

  • Kesepakatan damai ini dijadwalkan akan ditandatangani di Swiss pada hari Jumat mendatang.

  • Perjanjian baru ini memperpanjang gencatan senjata pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Suara.com - Hubungan membara antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya memasuki babak baru yang krusial. Kedua negara resmi mencapai kesepakatan sementara demi mengakhiri perang dan memulihkan jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Rencana penandatanganan kesepakatan damai ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat di Swiss. Kendati demikian, bayang-bayang kegagalan masa lalu tetap mengintai karena detail poin perjanjian masih memicu perdebatan sengit.

Ketegangan nuklir dan militer yang melibatkan Washington dan Teheran sebenarnya telah berlangsung selama puluhan tahun melalui dinamika yang sangat kompleks.

Fasilitas nuklir Iran (CNN)
Fasilitas nuklir Iran (CNN)

Berikut ini sejarah program nuklir Iran dan ketegangan dengan Amerika Serikat dikutip dari AP:

1967 — Iran resmi mengoperasikan Reaktor Penelitian Teheran yang dipasok oleh Amerika Serikat melalui program "Atoms for Peace".

1979 — Shah Mohammad Reza Pahlavi yang sedang sakit parah melarikan diri dari Iran akibat gelombang protes massal. Ayatollah Ruhollah Khomeini mengambil alih kekuasaan lewat Revolusi Islam, disusul krisis penyanderaan Kedutaan Besar AS selama 444 hari yang membekukan program nuklir Iran.

Agustus 2002 — Intelijen Barat bersama kelompok oposisi Iran membongkar keberadaan fasilitas pengayaan uranium rahasia milik Teheran di Natanz.

ILUSTRASI perang nuklir (BBC)
ILUSTRASI perang nuklir (BBC)

Juni 2003 — Inggris, Prancis, dan Jerman mulai menginisiasi negosiasi formal terkait aktivitas nuklir dengan pemerintah Iran.

Oktober 2003 — Di bawah tekanan hebat dari dunia internasional, Teheran akhirnya bersedia membekukan sementara aktivitas pengayaan uranium mereka.

baca juga

Februari 2006 — Iran nekat mengaktifkan kembali pengayaan uranium setelah presiden bergaris keras Mahmoud Ahmadinejad terpilih, yang membuat negara-negara Eropa langsung walk out dari perundingan.

Juni 2009 — Kemenangan kontroversial Ahmadinejad memicu demonstrasi besar bernama Gerakan Hijau yang berujung pada tindakan represif dan mematikan oleh aparat.

Oktober 2009 — Pemerintahan Presiden AS Barack Obama membuka jalur diplomasi rahasia dengan Teheran melalui perantara Kesultanan Oman.

Juli 2012 — Pejabat tinggi jajaran pemerintah Amerika Serikat dan Iran menggelar pertemuan tatap muka secara rahasia di Oman.

Juli 2015 — Iran dan kekuatan dunia menyepakati perjanjian nuklir jangka panjang yang membatasi pengayaan uranium dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

8 Mei 2018 — Presiden AS Donald Trump secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir tersebut dan menyebutnya sebagai "perjanjian terburuk yang pernah ada." Trump sesumbar akan mendapatkan persyaratan yang lebih baik guna menghentikan rudal Iran dan milisi regional, namun negosiasi itu tidak pernah terjadi di periode pertama jabatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 15:53 WIB

Tiba di AS, Timnas Iran Lansung Disambut Aksi Demonstrasi, Ini Biang Keroknya

Tiba di AS, Timnas Iran Lansung Disambut Aksi Demonstrasi, Ini Biang Keroknya

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 15:20 WIB

Amerika Serikat - Iran Sepakat Damai, Bagaimana Nasib Lebanon?

Amerika Serikat - Iran Sepakat Damai, Bagaimana Nasib Lebanon?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:17 WIB

Terkini

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

×