- Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menunjuk Agustina Arumsari sebagai juru bicara resmi lembaga tersebut pada Senin (15/6/2026).
- Penunjukan juru bicara dilakukan di Gedung DPR RI sebagai tindak lanjut saran anggota Komisi IX saat rapat kerja.
- Rapat tertutup tersebut membahas pagu anggaran tahun 2027 yang masih merupakan draf warisan kepemimpinan lama di Badan Gizi Nasional.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi memperkenalkan Wakilnya Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara (Jubir) lembaga yang dipimpinnya tersebut.
Penunjukan ini dilakukan usai BGN menggelar rapat kerja tertutup bersama Komisi IX DPR RI yang membahas mengenai pagu anggaran BGN untuk 2027 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Nanik mengungkapkan, bahwa penunjukan juru bicara ini merupakan tindak lanjut dari saran yang diberikan oleh para anggota dewan dalam rapat tersebut.
"Tadi dari DPR menyarankan harus ada jubir. Jubir pimpinan kami tunjuk di depan para DPR adalah Ibu Arumsari," ujar Nanik usai rapat di hadapan wartawan.
Nanik menjelaskan, bahwa untuk informasi lebih lanjut mengenai poin-poin hasil pertemuan dengan Komisi IX terkait anggaran, akan disampaikan langsung oleh Arumsari.
"Jadi, Ibu Arumsari yang akan menjelaskan pertemuan dengan Komisi IX hari ini, teman-teman ya. Monggo, Ibu Arumsari," ujar Nanik seraya mempersilakan jubir baru tersebut memberikan keterangan.
Setelahnya, Nanik langsung masuk kembali ke dalam ruang rapat Komisi IX DPR. Sementara Arumsari meladeni pertanyaan wartawan.
Tak lama Nanik kemudian keluar lewat pintu samping ruang rapat dan menuju toilet.
Usai keluar dari toilet, Nanik langsung ingin bergegas pergi dari Gedung DPR RI. Hanya saja ada sejumlah wartawan coba mewawancarainya tapi kemudian Nanik enggan menanggapi.
"Ibu, sedikit bu," kata awak media mengejar Nanik.
Namun Nanik menegaskan, agar awak media tidak mengejarnya dan mempersilakan untuk bertanya kepada Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai Jubir.
"Nggak ada, nggak ada keistimewaan wartawan harus di depan (wawancara bersama Jubir)," katanya.
Ia lantas meneruskan langkahnya untuk pergi melewati pintu samping Gedung Nusantara I DPR RI.
"Ibu, mau kemana bu?," kata awak media.
"Mau kemana-mana," kata Nanik sambil meneruskan langkahnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, memberikan penjelasan terkait alasan pelaksanaan rapat kerja antara Komisi IX dengan Badan Gizi Nasional (BGN) yang digelar secara tertutup.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk menjaga akurasi informasi terkait anggaran yang sedang dibahas.
Charles menjelaskan, bahwa secara prosedural, pembahasan mengenai anggaran di Komisi IX DPR RI memang lazimnya dilakukan dalam pertemuan tertutup.
Namun, khusus untuk rapat kali ini, terdapat alasan substansial di balik kerahasiaan tersebut.
"Rapat di Komisi IX memang selama ini dilakukan tertutup ketika membahas anggaran. Tadi kita juga sempat menanyakan kepada teman-teman BGN apakah tetap melanjutkan seperti kebiasaan, dan akhirnya kita putuskan untuk tertutup," ujar Charles disela-sela Rapat Komisi IX DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, Charles mengungkapkan bahwa pagu anggaran indikatif tahun 2027 yang disajikan dalam rapat tersebut belum mencerminkan rencana kerja yang akan dijalankan oleh manajemen BGN saat ini.
Hal ini dikarenakan draf anggaran tersebut merupakan warisan dari pengurus atau kepemimpinan yang lama.
"Salah satu alasannya adalah karena memang untuk anggaran 2027 yang disajikan kepada kita hari ini bukan anggaran yang ingin digunakan. Pagu anggaran indikatif yang saat ini disajikan adalah pagu yang disiapkan oleh pengurus lama, kepemimpinan lama," jelasnya.
Saat ini, pihak Badan Gizi Nasional disebut tengah memerlukan waktu tambahan untuk menyusun ulang program-program strategis yang akan dieksekusi pada tahun 2027, termasuk melakukan verifikasi terhadap jumlah penerima manfaat.