Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI

Bangun Santoso

Senin, 15 Juni 2026 | 19:56 WIB
Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI
Biarawati sekaligus Pemimpin Yayasan Generasi Baru Bahana Indonesia (GEBBANA), Suster Sesilia, ikut turun dalam aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
  • Suster Sesilia mendukung aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.
  • Ia mengkritik program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa yang dinilai membebani anggaran negara secara tidak efektif.
  • Suster Sesilia menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional di Merauke yang dianggap mengabaikan hak-hak kesejahteraan masyarakat lokal setempat.

Alokasi anggaran yang fantastis itu seharusnya bisa dikelola dengan lebih transparan dan efektif agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar menjadi proyek seremonial.

Kritik ini sejalan dengan kegelisahan mahasiswa yang menuntut akuntabilitas publik.

Suster Sesilia memandang bahwa kebijakan yang diambil pemerintah harus didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar ambisi politik yang mengesampingkan efisiensi anggaran negara.

Soroti Nasib Masyarakat Merauke dan Dampak PSN

Meski sehari-hari bertugas di Jakarta, jangkauan perhatian Suster Sesilia melampaui batas-batas ibu kota.

Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat di ujung timur Indonesia, tepatnya di Merauke, Papua Selatan.

Wilayah tersebut kini tengah menjadi pusat perhatian akibat implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masif.

Suster Sesilia mengaku prihatin dengan kehidupan masyarakat lokal Merauke yang terdampak PSN.

Ia melihat adanya ketimpangan yang nyata antara eksploitasi sumber daya alam dengan kesejahteraan penduduk asli setempat.

Hal ini menjadi ironi besar di tengah klaim pembangunan yang terus didengungkan oleh pemerintah pusat.

"Kehidupan masyarakat tidak diperhatikan, bahkan mereka miskin di atas kekayaan mereka sendiri. Sementara orang lain menikmati hasil bumi mereka. Jadi saya prihatin dengan kehidupan mereka," tuturnya.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengorbankan hak-hak dasar masyarakat adat.

Ia menilai pemerintah sering kali terjebak pada angka-angka pertumbuhan ekonomi makro, namun melupakan aspek kemanusiaan dan keadilan sosial bagi warga lokal yang tanahnya digunakan untuk kepentingan proyek negara.

Situasi di lapangan yang semakin dinamis membuat Suster Sesilia berharap agar pemerintah tidak menutup telinga terhadap gelombang protes yang terjadi.

Aksi mahasiswa di depan gedung parlemen ini seharusnya menjadi momentum bagi para pemangku kebijakan untuk bercermin dan melihat kembali efektivitas program-program yang telah diluncurkan.

Suster Sesilia menilai pemerintah harus bergerak membenahi program-program yang ada. Masyarakat lokal maupun perkotaan perlu diperhatikan secara seksama oleh pemerintah. Ia menekankan bahwa pembangunan yang inklusif harus menyentuh seluruh lapisan, tanpa terkecuali.

> "Dengan adanya aksi oleh mahasiswa, pemerintah perlu refleksi diri dan membenahi program-program yang ada supaya tepat sasaran dan menyentuh masyarakat lokal secara keseluruhan," katanya.

Selain isu di daerah terpencil, Suster Sesilia juga membawa suara dari kalangan pekerja di perkotaan. Ia bercerita bahwa dirinya kerap mendengar keluhan dari pegawai kantoran dan karyawan instansi pemerintah yang mengalami pemangkasan gaji. Fenomena ini menambah beban hidup masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil. Para pekerja tersebut sering kali berada dalam posisi dilematis; mereka harus patuh jika tidak ingin dipecat, meskipun hak-hak ekonomi mereka terpangkas.

Kondisi ini dianggapnya sebagai potret nyata ketidakadilan di negeri yang memiliki sumber daya alam melimpah. Penekanan pada kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan kelompok atau proyek-proyek yang tidak mendesak.

"Karena Indonesia ini kan kaya. Masa Indonesia kaya tapi rakyatnya miskin? Menderita!" pungkasnya dengan tegas. (Reporter: Cornelius Juan Prawira)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri

BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:39 WIB

Diadang Polisi, Mahasiswa Uhamka Tuntut Evaluasi MBG dan Kenaikan BBM

Diadang Polisi, Mahasiswa Uhamka Tuntut Evaluasi MBG dan Kenaikan BBM

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 18:35 WIB

Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo

Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:11 WIB

Bukan Gerakan Makar, Aliansi Cipayung: Cara Aparat Memperlakukan Kami Seolah Kami Melakukan Kudeta

Bukan Gerakan Makar, Aliansi Cipayung: Cara Aparat Memperlakukan Kami Seolah Kami Melakukan Kudeta

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:42 WIB

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!

Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:49 WIB

Ricuh di DPR, Polisi Angkut Demonstran Cipayung Menggugat ke Dalam Gedung

Ricuh di DPR, Polisi Angkut Demonstran Cipayung Menggugat ke Dalam Gedung

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:49 WIB

Terkini

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:41 WIB

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:29 WIB

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:25 WIB

Alasan Efisiensi, BGN Mau Hapus MBG Untuk Siswa SMA

Alasan Efisiensi, BGN Mau Hapus MBG Untuk Siswa SMA

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:23 WIB

Resmikan 8 MPP Baru, Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi

Resmikan 8 MPP Baru, Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:16 WIB

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:14 WIB

Bahas Anggaran 2027, Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Tunjuk Agustina Arumsari Jadi Jubir

Bahas Anggaran 2027, Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Tunjuk Agustina Arumsari Jadi Jubir

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:00 WIB

Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman

Bukan Gas Alam, Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik 126 Teror Api Sleman

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:47 WIB

Guru Ungkap Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp15 Ribu, Anggaran Pendidikan Disorot

Guru Ungkap Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp15 Ribu, Anggaran Pendidikan Disorot

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:39 WIB

BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri

BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 18:39 WIB