- Pemerintah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian damai serta rencana pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
- Pemerintah China menyambut baik kesepakatan tersebut dan mengapresiasi upaya mediasi Pakistan dalam proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.
- Penandatanganan resmi perjanjian damai antara kedua negara tersebut dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.
Menurutnya, usulan tersebut telah mendapat dukungan luas dari negara-negara kawasan dan komunitas internasional.
"Dengan berpedoman pada semangat usulan tersebut dan menjunjung tinggi keadilan, China, sebagai negara besar yang bertanggung jawab, akan terus memberikan kontribusi untuk mewujudkan perdamaian abadi di Timur Tengah," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan penandatanganan resmi kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon, yang mulai berlaku pada Senin malam.
Selain itu, Iran juga akan kembali menegaskan komitmennya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan tidak memproduksi senjata nuklir.
Meski demikian, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menegaskan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tidak mengikat bagi Israel.
(Antara)