BEM Bersatu dari Universitas Mana Saja? Sederet Kampus Klarifikasi Bantah Ikut Terlibat

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 17 Juni 2026 | 11:30 WIB
BEM Bersatu dari Universitas Mana Saja? Sederet Kampus Klarifikasi Bantah Ikut Terlibat
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu dalam konferensi pers yang menilai terdapat aktor politik senior menunggai aksi menolak program MBG. (ist)
baca 10 detik
  • Aliansi BEM Bersatu menggelar konferensi pers di Jakarta pada 16 Juni 2026 terkait dugaan intervensi politik aksi penolakan MBG.
  • Mereka menduga adanya keterkaitan pihak-pihak tertentu dengan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.
  • Sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai kampus secara resmi membantah keterlibatan mereka dalam forum yang mengatasnamakan aliansi tersebut.

Suara.com - BEM Bersatu dari universitas mana saja menjadi pertanyaan yang banyak muncul setelah aliansi tersebut menggelar konferensi pers terkait aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (16/6/2026) itu menarik perhatian publik karena memuat dugaan adanya intervensi aktor politik senior di balik rangkaian aksi penolakan MBG yang terjadi di sejumlah daerah.

Dalam forum tersebut, Juru Bicara BEM Bersatu Rahmat Djimbula menyampaikan sejumlah temuan yang menurut mereka menunjukkan adanya dukungan logistik terhadap aksi penolakan MBG, termasuk dugaan keterkaitan pihak-pihak tertentu dengan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Sementara itu, setelah konferensi pers berlangsung, sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai kampus justru mengeluarkan klarifikasi resmi dan membantah keterlibatan mereka dalam forum maupun pernyataan yang disampaikan atas nama organisasi mahasiswa tersebut.

BEM Bersatu dari Universitas Mana Saja?

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers Aliansi BEM Bersatu di Jakarta, terdapat sejumlah perwakilan mahasiswa yang hadir dengan mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi.

Daftar kampus dan organisasi mahasiswa yang disebut hadir dalam konferensi pers tersebut meliputi:

  1. Wildan Ricky, Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA.
  2. Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ.
  3. Ardi Zulkifly, Ketua BEM FISIP UNAS.
  4. Ardiansyah, Ketua BEM Institut Al Aqidah.
  5. Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi UNJ.
  6. Alfi, Ketua BEM FEB Universitas Pamulang (UNPAM).
  7. Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC.
  8. Dicky dari BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra).
  9. Ahmad dari BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
  10. Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

Dalam konferensi pers tersebut, Rahmat Djimbula menyampaikan dugaan adanya hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam aksi penolakan MBG dengan jaringan politik tertentu.

Salah satu sorotan yang disampaikan adalah penggunaan mobil Toyota Fortuner oleh mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Menurut Rahmat, kendaraan tersebut diduga terdaftar atas nama seseorang yang memiliki hubungan keluarga dengan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

Rahmat juga mengaitkan nama Setyo Sularso dengan sejumlah tokoh nasional melalui hubungan keluarga dan jaringan politik yang disebutkan dalam konferensi pers tersebut.

baca juga

Namun demikian, hingga kini tudingan tersebut masih berupa dugaan yang disampaikan dalam forum konferensi pers dan belum terdapat putusan hukum yang membuktikan keterkaitan sebagaimana yang disampaikan oleh Aliansi BEM Bersatu.

Daftar BEM Kampus yang Bantah Keterlibatan

Pasca konferensi pers, beberapa organisasi mahasiswa mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut.

1. BEM Fakultas Teknik Industri Universitas BSI

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @bemftiubsi, organisasi tersebut menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam konferensi pers yang mengatasnamakan Aliansi BEM Bersatu.

Mereka menyatakan tidak pernah mengirim delegasi maupun memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk berbicara atas nama organisasi.

"BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama 'Ahmad' sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan terkait," demikian pernyataan resmi melalui akun Instagram BEM FTI UBSI.

2. BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta

Klarifikasi serupa disampaikan oleh BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta melalui akun Instagram @bemfpsiunj.

"BEM FPsi UNJK tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk mewakilkan dan menggunakan nama BEM FPSI UNJ," demikian p[ernyataan sikap yang dimuat di akun Instagram resmi @bemfpsiunj.

Dalam pernyataannya, mereka menjelaskan bahwa individu yang disebut dalam konferensi pers merupakan alumni Fakultas Psikologi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari kepengurusan aktif BEM Fakultas Psikologi UNJ tahun 2026.

BEM Fakultas Psikologi UNJ juga menyatakan bahwa seluruh tindakan dan pandangan yang disampaikan individu tersebut merupakan tanggung jawab pribadi dan meminta pihak tersebut menyampaikan permohonan maaf.

3. Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang

Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang juga mengeluarkan pernyataan keras terkait penggunaan nama BEM FEB dalam forum tersebut.

Melalui akun Instagram @aliansimahasiswaunpam, mereka menyatakan mengecam dugaan penggunaan nama organisasi mahasiswa yang dinilai telah mencoreng citra kampus.

"Kami Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang mengutuk dan mengecam keras segala bentuk kesewenang-wenangan yang dilakukan pihak FEB terkhusus Mahasiswa Manajemen yang terindikasi diorganisir oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Pamulang atas klaim Badan Eksekutif Mahasiswa FEB di forum aliansi BEM Bersatu," demikian pernyataan sikap yang disampaikan melalui akun Instagram @aliansimahasiswaunpam.

Mereka meminta pihak kampus melakukan investigasi menyeluruh, memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar aturan, serta mengeluarkan klarifikasi resmi guna memulihkan nama baik institusi.

Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang bahkan memberikan tenggat waktu 2 x 24 jam kepada pihak kampus untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kronologi Mobil Eks BEM UGM Dipasangi Alat Pelacak

Di tengah polemik tersebut, mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku menemukan alat pelacak yang diduga dipasang pada kendaraan yang digunakannya.

Peristiwa itu bermula saat Tiyo melakukan perjalanan dari Kudus menuju Semarang pada Jumat, 12 Juni 2026.

Setelah menginap di sebuah hotel di Semarang, keesokan harinya ia menghadiri diskusi di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Menurut Tiyo, saat menghadiri kegiatan tersebut dirinya merasa diikuti oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya.

Ketika melakukan perjalanan menuju Yogyakarta untuk menghadiri aksi demonstrasi di kawasan Gejayan, ponselnya mulai menerima notifikasi yang mengindikasikan keberadaan perangkat pelacak di sekitar kendaraan.

Setelah aksi selesai pada malam hari, Tiyo memeriksa mobil yang digunakannya dan mengaku menemukan sebuah perangkat berbentuk kotak yang dilengkapi magnet di bagian belakang kendaraan.

Alat tersebut kemudian dilepas setelah ia berkonsultasi dengan sejumlah pihak.

Namun, keesokan harinya notifikasi serupa kembali muncul saat dirinya melakukan perjalanan menuju Semarang.

Pemeriksaan lanjutan kemudian menemukan perangkat kedua berbentuk lingkaran pipih yang ditempel menggunakan lakban hitam di area ban kanan belakang kendaraan.

Tiyo menduga kedua perangkat tersebut dipasang pada waktu yang berbeda karena kondisi fisik keduanya tidak sama.

Ia juga mengaku melakukan pengecekan menggunakan aplikasi pelacak pada telepon genggamnya dan menduga salah satu perangkat telah aktif sejak Jumat malam ketika dirinya masih berada di hotel di Semarang.

Meski demikian, Tiyo menegaskan kendaraan yang digunakan bukan merupakan milik pribadinya.

Menurutnya, mobil tersebut dipinjamkan oleh seorang kerabat yang khawatir terhadap keselamatannya selama menjalani berbagai aktivitas publik.

Hingga saat ini, Tiyo menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum sembari melakukan investigasi secara mandiri terkait temuan dua alat pelacak tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:44 WIB

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:24 WIB

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:23 WIB

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 20:14 WIB

×