BEM Bersatu Ternyata Mahasiswa Palsu? Deretan Kampus yang 'Diseret' Konpers Beri Klarifikasi Keras

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 17 Juni 2026 | 15:07 WIB
BEM Bersatu Ternyata Mahasiswa Palsu? Deretan Kampus yang 'Diseret' Konpers Beri Klarifikasi Keras
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu dalam konferensi pers yang menilai terdapat aktor politik senior menunggai aksi menolak program MBG.
baca 10 detik
  • Aliansi BEM Bersatu mengadakan konferensi pers di Jakarta pada 16 Juni 2026 terkait penolakan Program Makan Bergizi Gratis.
  • Sejumlah organisasi mahasiswa resmi membantah keterlibatan dan menyatakan tidak pernah memberikan mandat kepada individu dalam konferensi pers tersebut.
  • Berbagai lembaga kemahasiswaan menuntut permohonan maaf serta investigasi atas penyalahgunaan nama institusi demi kepentingan kelompok yang tidak sah.

Suara.com - Gelombang klarifikasi dari berbagai organisasi mahasiswa muncul setelah Aliansi BEM Bersatu menggelar konferensi pers terkait aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.

Konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (16/6/2026) itu menghadirkan sejumlah individu yang mengatasnamakan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam forum tersebut, Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyampaikan sejumlah dugaan terkait dukungan logistik terhadap aksi penolakan MBG serta kemungkinan adanya keterhubungan dengan kelompok politik tertentu.

Menanggapi konferensi pers tersebut, sejumlah badan eksekutif mahasiswa dan kelompok mahasiswa lintas kampus secara terbuka menyatakan tidak pernah memberikan mandat maupun mengirim perwakilan untuk berbicara atas nama organisasi mereka dalam forum tersebut.

Bantahan itu memunculkan pertanyaan mengenai validitas representasi peserta yang hadir dalam konferensi pers dan sejauh mana mereka benar-benar mewakili organisasi kemahasiswaan yang disebutkan.

Situasi tersebut berkembang menjadi sorotan publik karena konferensi pers BEM Bersatu sebelumnya mengangkat dugaan keterlibatan jaringan politik tertentu di balik rangkaian aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis yang terjadi di sejumlah daerah.

Daftar Daftar Hadir BEM di Konferensi Pers

Berikut ini daftar hadir perwakilan BEM universitas yang disebut tergabung dalam Aliansi BEM Bedrsatu:

  1. Wildan Ricky, Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA.
  2. Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ.
  3. Ardi Zulkifly, Ketua BEM FISIP UNAS.
  4. Ardiansyah, Ketua BEM Institut Al Aqidah.
  5. Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi UNJ.
  6. Alfi, Ketua BEM FEB Universitas Pamulang (UNPAM).
  7. Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC.
  8. Dicky dari BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra).
  9. Ahmad dari BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
  10. Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

Daftar BEM Kampus yang Bantah Keterlibatan

Setelah konferensi pers BEM Bersatu digelar, beberapa perwakilan mahasiswa dari masing-masing kampus yang disebut dalam daftar hadir memberikan klarifikasi. Mereka membantah terlibat dalam aliansi tersebut dan menuntun nama-nama yang ada dalam daftar hadir tersebut menyampaikan permohonan maaf karena telah menyatut nama institusi tanpa izin.

1. BEM Fakultas Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)

BEM Fakultas Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika menjadi salah satu organisasi yang mengeluarkan klarifikasi resmi. Melalui akun Instagram resmi mereka, organisasi tersebut menegaskan tidak pernah terlibat dalam konferensi pers Aliansi BEM Bersatu.

baca juga

Mereka menyatakan tidak pernah mengirimkan delegasi, memberikan mandat, maupun menunjuk seseorang untuk berbicara atas nama organisasi dalam forum tersebut. Bahkan, dalam pernyataannya, BEM FTI UBSI menegaskan tidak memiliki pengurus, anggota, ataupun ketua bernama Ahmad sebagaimana disebut dalam sejumlah pemberitaan terkait konferensi pers.

"BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama 'Ahmad' sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan terkait," demikian pernyataan resmi melalui akun Instagram BEM FTI UBSI.

2. BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta

BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta juga menyampaikan bantahan serupa. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di media sosial, organisasi tersebut menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak mana pun untuk mewakili maupun menggunakan nama BEM Fakultas Psikologi UNJ dalam kegiatan tersebut.

"BEM FPsi UNJK tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak tersebut untuk mewakilkan dan menggunakan nama BEM FPSI UNJ," demikian pernyataan sikap yang dimuat di akun Instagram resmi @bemfpsiunj.

Mereka menjelaskan bahwa individu yang disebut hadir dalam konferensi pers merupakan alumni Fakultas Psikologi UNJ angkatan 2020 dan bukan bagian dari kepengurusan aktif BEM Fakultas Psikologi UNJ tahun 2026.

Karena itu, organisasi tersebut menegaskan seluruh pernyataan dan sikap yang disampaikan dalam forum tersebut merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan tidak mewakili institusi mahasiswa di kampus tersebut.

3. Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang

Reaksi keras juga datang dari Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang. Dalam pernyataan sikap yang dipublikasikan melalui media sosial, mereka mengecam penggunaan nama BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang dalam forum BEM Bersatu.

"Kami Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang mengutuk dan mengecam keras segala bentuk kesewenang-wenangan yang dilakukan pihak FEB terkhusus Mahasiswa Manajemen yang terindikasi diorganisir oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Pamulang atas klaim Badan Eksekutif Mahasiswa FEB di forum aliansi BEM Bersatu," demikian pernyataan sikap yang disampaikan melalui akun Instagram @aliansimahasiswaunpam.

Menurut mereka, tindakan tersebut berpotensi mencoreng nama baik kampus dan organisasi mahasiswa yang ada di lingkungan Universitas Pamulang. Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang bahkan mendesak pihak kampus melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan penyalahgunaan nama organisasi mahasiswa.

Selain meminta klarifikasi resmi dari kampus, mereka juga menuntut pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan organisasi maupun tata kelola kemahasiswaan.

4. BEM KM Institut STIAMI

BEM KM Institut STIAMI turut mengeluarkan klarifikasi setelah nama salah satu perwakilan dari kampus tersebut muncul dalam daftar peserta konferensi pers.

Dalam pernyataannya, organisasi itu menegaskan tidak pernah memberikan delegasi, penugasan, maupun mandat kepada pihak yang disebut hadir dalam kegiatan tersebut.

"Kami tegaskan bahwa tidak pernah ada delegasi, penugasan, maupun bentuk mandat lainnya kepada pihak yang bersangkutan. Segala bentuk kehadiran, pernyataan, dan sikap yang disampaikan merupakan tindakan sepihak dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Kami juga menegaskan bahwa BEM KM INSTITUT STIAMI tidak tergabung dalam aliansi mana pun tanpa keputusan dan koordinasi resmi organisasi," demikian bunyi pernyataan yang diunggah melalui akun instagram @bemstiami_official.

5. Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional

Bantahan juga disampaikan oleh Kolektif Aksi dan Budaya Mahasiswa Universitas Nasional. Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, kelompok mahasiswa tersebut mempertanyakan keberadaan dan legalitas organisasi yang mengatasnamakan BEM FISIP Universitas Nasional.

Mereka menyebut hingga saat ini belum terdapat kejelasan mengenai mandat maupun legalitas organisasi yang disebut dalam konferensi pers. Selain itu, mereka menegaskan tidak mewakili dan tidak diwakili oleh pihak mana pun dalam kegiatan tersebut.

"Dicari keberadaan BEM Fisip Unas yang konon masih aktif. sebab ada pihak yang begitu yakin berbicara atas namanya. Sampai saat ini yang ditemukan baru klaimnya. Organisasinya belum. Mandatnya belum. Legalitasnya belum," demikian pernyataan yang diunggah melalui akun instagram @kabmu_unas.

Kelompok mahasiswa tersebut juga menilai konferensi pers yang digelar memiliki kecenderungan untuk melemahkan gerakan mahasiswa yang selama ini berkembang di berbagai kampus. Mereka menegaskan bahwa pandangan tersebut merupakan sikap organisasi dan bukan bagian dari Aliansi BEM Bersatu.

"Sampai saat pernyataan ini dibuat tidak ada pengumuman resmi dari pihak kampus Universitas Nasional tentang pencairan BEM Universitas yang sudah dibekukan sejak 14 Agustus 2014, terlebih sejak awal tidak ada sebutan atau istilah BEM Fakultas di Universitas Nasional," tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Publik Terbelah, Pengamat Sebut Gerakan Mahasiswa Kini Sulit Sebesar Reformasi 98

Publik Terbelah, Pengamat Sebut Gerakan Mahasiswa Kini Sulit Sebesar Reformasi 98

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:38 WIB

Heboh BEM Bersatu, FISIP Unas Bantah Keras: Kami Tak Punya BEM di Tingkat Fakultas

Heboh BEM Bersatu, FISIP Unas Bantah Keras: Kami Tak Punya BEM di Tingkat Fakultas

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:18 WIB

Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo

Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

×