Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:52 WIB
Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
Uli Amelia Septriani, korban Hanania Travel, di RDP Komisi III DPR RI, Kamis (18/6/2026). (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Perwakilan korban melaporkan dugaan penipuan umrah dan haji oleh Hanania Travel kepada Komisi III DPR RI di Jakarta.
  • Terdapat sekitar 3.000 jemaah dari berbagai daerah di Indonesia yang mengalami pembatalan keberangkatan secara mendadak oleh pihak travel.
  • Para korban menuntut keadilan serta pengembalian dana atas kerugian materiil dan dampak psikologis yang dialami para calon jemaah.

Suara.com - Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026), berlangsung haru saat perwakilan korban Hanania Travel menyampaikan kesaksiannya di hadapan para anggota dewan.

Perwakilan korban, Uli Amelia Septriani, mengaku mewakili sekitar 1.200 korban yang menuntut keadilan atas dugaan penipuan perjalanan umrah dan haji yang dilakukan Hanania Travel.

Dalam pemaparannya, Uli mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan mandiri para korban, jumlah jemaah yang terdampak diperkirakan mencapai 3.000 orang, jauh lebih besar dari data yang telah teridentifikasi sebelumnya.

"Kalau kami tahu dari awal ini adalah penipuan, ini adalah ada indikasi tindakan TPPU, kami tidak mungkin memilih Hanania. Secara total yang dapat kami data secara mandiri, kurang lebih terdapat 3.000 jemaah," ujar Uli di hadapan anggota Komisi III DPR RI.

Ia menjelaskan, sekitar 1.500 jemaah dijadwalkan berangkat pada musim Syawal, sementara sekitar 1.400 jemaah lainnya dijadwalkan berangkat pada Juni hingga Juli. Selain itu, masih ada calon jemaah untuk keberangkatan Agustus hingga Desember yang telah membayar uang muka (DP) atau menabung di Hanania Travel, termasuk calon jemaah haji plus yang porsinya belum disetorkan.

Uli juga mengungkapkan bahwa korban berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Makassar hingga Papua.

Ia menceritakan, banyak jemaah yang sudah bersiap berangkat, bahkan telah berada di bandara, namun keberangkatan mereka dibatalkan secara mendadak.

"Jadi kami yang hadir di sini hanya sebagian kecil dari jemaah-jemaah yang secara domisili tersebar di seluruh Indonesia. Ada jemaah dari Makassar, ada jemaah dari Papua yang sudah membeli tiketnya. Yang paling parah pada tanggal 25, pembatalan dilakukan H-6 jam. Ada jemaah yang sudah di airport, sudah lengkap dengan seragamnya," tuturnya.

Menurut Uli, kerugian yang dialami para korban bukan hanya bersifat materiil, tetapi juga berdampak besar terhadap kondisi psikologis keluarga, terutama para orang tua yang telah lama menantikan kesempatan beribadah ke Tanah Suci.

baca juga

"Kerugian materiil bisa dicari. Betul, kami memang menuntut keadilan agar uang yang menjadi hak kami dikembalikan semaksimal mungkin. Tapi kerugian immateriil yang kami alami begitu besar. Betapa banyak orang tua yang jatuh sakit karena mendengar pembatalan tersebut," katanya.

Ia mengungkapkan, ada anak yang terpaksa menyembunyikan kabar pembatalan keberangkatan dari orang tuanya karena khawatir kondisi kesehatan mereka memburuk.

Menurutnya, dana yang disetorkan kepada Hanania Travel juga berasal dari hasil kerja keras berbagai kalangan, termasuk orang tua tunggal hingga tabungan anak yatim piatu.

"Ada banyak anak yang harus berbohong ke orang tuanya hanya karena tidak mau bapak ibunya sakit mendengar tidak jadi berangkat ke Tanah Suci. Di situ ada tabungan-tabungan anak yatim piatu, orang tua tunggal, para pekerja keras yang bermimpi untuk bisa menginjakkan kakinya setidaknya satu kali seumur hidup di Tanah Suci," ujarnya.

Di hadapan anggota DPR, Uli menegaskan bahwa beribadah merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang seharusnya mendapat perlindungan dari negara.

Ia berharap pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah tegas agar kasus serupa tidak terus berulang.

"Yang paling menyedihkan adalah ini: ibadah itu hak dasar konstitusional setiap warga negara. Di balik setiap keberangkatan kami yang tertunda, ada harapan, ada doa, dan ada hak jemaah yang perlu dilindungi. Kalau bukan kepada negara sekarang kami meminta untuk dilindungi, untuk didampingi, untuk mendapatkan apa yang memang hak kami, ke mana lagi kami harus bergerak?" tegasnya.

Uli juga mendesak agar kasus Hanania Travel menjadi momentum pembenahan tata kelola penyelenggaraan perjalanan ibadah, sehingga kasus serupa seperti First Travel tidak kembali terulang.

"Harapan kami hanya satu, kami hanya ingin beribadah. Saat hak beribadah kami dinodai oleh oknum yang nakal, tolong jadikan kami korban terakhir. Berikan solusi. Bicara masa depan tidak apa-apa, tapi tolong bantu kami sekarang. Kami tidak mencuri, kami tidak merampok, kami hanya meminta apa yang menjadi hak kami untuk kembali," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:13 WIB

Kembalikan Uang Hanania Travel, Dara Arafah Mengaku Lebih Kasihan dengan Para Korban

Kembalikan Uang Hanania Travel, Dara Arafah Mengaku Lebih Kasihan dengan Para Korban

Entertainment | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:51 WIB

Roger Danurta dan Cut Meyriska Bantah Terima Uang Saku dari Travel Umrah Hanania

Roger Danurta dan Cut Meyriska Bantah Terima Uang Saku dari Travel Umrah Hanania

Video | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos

Remaja 14 Tahun di Bengkalis Bacok Tukang Ojek Gegara Ongkos

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 18:37 WIB

Tayang Perdana Hari Ini Dihadiri 7.500 Anak Disabilitas, Film Istimewa Angkat Kisah Pencarian Ayah

Tayang Perdana Hari Ini Dihadiri 7.500 Anak Disabilitas, Film Istimewa Angkat Kisah Pencarian Ayah

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 18:34 WIB

Melodi yang Terlambat Didengar

Melodi yang Terlambat Didengar

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:33 WIB

Kenapa PBB Ubah Peta Dunia? Apa yang Salah dengan Peta Lama?

Kenapa PBB Ubah Peta Dunia? Apa yang Salah dengan Peta Lama?

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 18:31 WIB

Kortastipidkor Polri Sita Aset Tanah ATR/BPN Senilai Rp4,8 Triliun di Bali

Kortastipidkor Polri Sita Aset Tanah ATR/BPN Senilai Rp4,8 Triliun di Bali

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:29 WIB

Pelaku Karhutla Masuk Kategori 'Terorisme Ekologi', Menkum Siap Rombak Aturan dan Perberat Sanksi!

Pelaku Karhutla Masuk Kategori 'Terorisme Ekologi', Menkum Siap Rombak Aturan dan Perberat Sanksi!

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:29 WIB

Calon Gubernur Ini Nggak Bisa Bohong Lagi! Trailer dan Poster Bapak Paling Jujur Resmi Dirilis

Calon Gubernur Ini Nggak Bisa Bohong Lagi! Trailer dan Poster Bapak Paling Jujur Resmi Dirilis

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 18:24 WIB

Gegara Dolar AS Anjlok, Pasar Kripto Indonesia Langsung Melesat

Gegara Dolar AS Anjlok, Pasar Kripto Indonesia Langsung Melesat

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 18:22 WIB

Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi

Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:18 WIB

4 Moisturizer Lokal yang Aman untuk Kulit Remaja Puber Bruntusan

4 Moisturizer Lokal yang Aman untuk Kulit Remaja Puber Bruntusan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 18:15 WIB

×