Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi

M Nurhadi

Minggu, 05 Juli 2026 | 12:52 WIB
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
Pemulung memilah sampah pada tumpukan sampah yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
baca 10 detik
  • Kebakaran TPA Jatiwaringin seluas 15 hektar di Tangerang memicu status tanggap darurat sejak 1 hingga 14 Juli 2026.
  • Tim gabungan menggunakan teknologi drone dan injeksi air khusus untuk memadamkan api yang membara di bawah tumpukan sampah.
  • Polusi udara berbahaya menyebabkan 154 warga mengalami gangguan pernapasan dan mengharuskan evakuasi 102 jiwa ke posko darurat aman.

Suara.com - Dampak dari cuaca panas ekstrem dan timbunan gas metana, musibah kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan kian meluas hingga mencapai 15 hektar dari total luas lahan sebesar 33 hektar.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana selama dua pekan, terhitung mulai tanggal 1 hingga 14 Juli 2026.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengungkapkan bahwa proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala besar karena karakteristik material sampah yang terbakar serupa dengan lahan gambut.

Walau permukaan atas terlihat sudah padam, titik api masih aktif membara di bawah tumpukan sampah pada kedalaman kurang dari 10 meter. Penanganan ini membutuhkan strategi khusus karena gas metana yang terperangkap sewaktu-waktu dapat memicu ledakan.

Pemantauan Udara Menggunakan Teknologi dan Personel Gabungan

Pemerintah bergerak cepat dengan menerapkan pola penanganan komprehensif dari lini operasional hingga pengawasan lingkungan:

  • Deteksi Suhu dan Polusi: Otoritas terkait menerjunkan unit thermal drone berkamera inframerah guna melacak pusat radiasi panas di bawah timbunan sampah, serta menyiagakan dua mobile monitoring system untuk memantau fluktuasi kualitas udara secara berkala.
  • Suntikan Pemadam Khusus: Kementerian Kehutanan mengerahkan 30 personel Manggala Agni berpengalaman dari wilayah Sulawesi dan Jawa Barat. Tim khusus ini dilengkapi alat high pressure untuk menginjeksikan air langsung menembus ke dalam lapisan tumpukan sampah terbakar.

Polusi Udara Ekstrem dan Imbauan Pembatasan Radius

Kebakaran tumpukan sampah yang didominasi oleh material plastik ini memicu tingkat polusi udara yang dinilai lebih berbahaya daripada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) biasa.

Berdasarkan pengujian dari Kementerian Lingkungan Hidup, tingkat paparan polusi udara berjenis partikulat halus (PM2.5) di area terdampak melonjak drastis hingga menyentuh angka 1.000 mikrogram per meter kubik.

baca juga

Angka ini melonjak sangat jauh di atas batas aman mutu harian nasional yang dipatok di level 55 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, parameter PM10 juga melambung ke posisi 750 dari baku mutu ideal sebesar 75.

Selain partikulat halus, tim lapangan juga mendeteksi tingginya kandungan senyawa kimia berbahaya seperti Nitrogen Oksida (NOx) dan Sulfur Oksida (SOx) hasil pembakaran plastik.

Atas dasar data tersebut, KLH mengeluarkan instruksi tegas agar masyarakat mengosongkan aktivitas dan menjauhi radius 1,7 kilometer dari titik api guna mencegah dampak buruk bagi paru-paru. Warga yang terpaksa beraktivitas di sekitar lokasi juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker.

Dampak Kesehatan dan Evakuasi Pengungsi

Kepulan asap beracun dari TPA Jatiwaringin dilaporkan telah berdampak langsung pada kondisi kesehatan masyarakat setempat. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga sempat mengeluhkan gangguan kesehatan saluran pernapasan.

Melalui pemeriksaan medis secara door to door, saat ini tersisa 22 warga bergejala ISPA akut yang masih mendapatkan penanganan klinis intensif dari petugas Puskesmas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Toyota Ekspansi, Transportasi Udara Turut Disasar

Toyota Ekspansi, Transportasi Udara Turut Disasar

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:19 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Hingga 15 Hektare

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas Hingga 15 Hektare

Foto | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:32 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:55 WIB

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:55 WIB

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB

×