Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 07 Juli 2026 | 16:00 WIB
Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi
pesarean gunung kawi (Google/Jeffrie)
baca 10 detik
  • Eyang Djoego atau Kyai Zakaria II adalah ulama keturunan bangsawan Mataram yang dimakamkan di Desa Wonosari, Malang.
  • Masyarakat rutin melakukan ziarah ke makam Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono sejak tahun 1871 silam.
  • Isu pesugihan yang viral dibantah sebagai bagian dari tradisi wisata religi serta kekayaan budaya masyarakat setempat.

Suara.com - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan beredarnya foto daftar harga selamatan di Gunung Kawi yang dikaitkan dengan praktik pesugihan untuk memperoleh kekayaan dalam waktu singkat.

Unggahan tersebut memunculkan kembali berbagai anggapan lama yang menyebut Pesarean Gunung Kawi sebagai lokasi ritual mencari keberuntungan melalui jalan mistis.

Di balik berbagai narasi yang beredar, banyak masyarakat justru belum mengetahui siapa sosok yang sebenarnya dimakamkan di kawasan tersebut dan bagaimana sejarah lahirnya tradisi ziarah di Gunung Kawi.

Lantas, siapa Eyang Jugo Gunung Kawi, mengapa makamnya ramai diziarahi, dan bagaimana fakta di balik isu pesugihan yang kembali viral? Berikut penjelasannya.

Siapa Eyang Jugo Gunung Kawi?

Nama Eyang Jugo merupakan sebutan yang sangat dikenal oleh masyarakat yang pernah berkunjung ke Pesarean Gunung Kawi.

Sosok yang dimaksud adalah Eyang Djoego atau Kyai Zakaria II, seorang tokoh yang memiliki latar belakang keluarga bangsawan sekaligus dikenal sebagai ulama pada masanya.

Dikutip dari akun Instagram Pesarean Gunung Kawi, Eyang Djoego merupakan cicit Susuhunan Paku Buwana I yang pernah memimpin Keraton Mataram pada awal abad ke-18.

Ayahnya bernama Kyai Zakaria I dikenal sebagai ulama besar di lingkungan Keraton Kartasura. Berkat ketekunan mendalami ajaran Islam, beliau kemudian memperoleh gelar Kyai Zakaria II melalui pemberian nama dari Keraton atas izin Susuhunan Paku Buwana V.

Riwayat hidup Eyang Djoego juga tidak lepas dari kiprahnya dalam menyebarkan ajaran agama kepada masyarakat.

baca juga

Setelah wafat pada 22 Januari 1871 di padepokannya di Desa Jugo, Kabupaten Blitar, jenazah beliau dibawa menuju lereng Gunung Kawi untuk dimakamkan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang.

Setelah proses pemakaman selesai, digelar tahlil akbar yang kemudian berkembang menjadi tradisi Malam Senin Pahing dan Jumat Legi yang masih dijalankan hingga sekarang.

Daya Tarik Wisata Pesarean Gunung Kawi

Bagi sebagian orang, Gunung Kawi identik dengan tempat ziarah. Namun, kawasan ini sesungguhnya berkembang menjadi destinasi wisata religi dan budaya yang menawarkan beragam aktivitas bagi pengunjung.

Pesarean Gunung Kawi berada di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kompleks ini menjadi lokasi makam Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono yang setiap tahun dikunjungi ribuan peziarah dari berbagai daerah.

Selain makam utama, pengunjung dapat menemukan bangunan Masjid bergaya arsitektur Demak, Klenteng Dewi Kwan Im, tempat ibadah Tie Kong, area Ciamsi, hingga deretan pertokoan yang memperlihatkan kehidupan masyarakat lintas etnis dan budaya yang hidup berdampingan.

Pada waktu-waktu tertentu, kawasan ini juga menjadi lokasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit, karawitan, hingga tari tradisional Jawa.

Suasana pegunungan yang sejuk dipadukan dengan kuliner khas seperti kopi, kacang, dan aneka umbi-umbian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Gunung Kawi. (jadesta.kemenpar.go.id)
Gunung Kawi. (jadesta.kemenpar.go.id)

Viral Pesugihan Gunung Kawi, Apa Faktanya?

Nama Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan publik setelah beredarnya foto yang disebut sebagai daftar tarif selamatan atau pesugihan di kawasan tersebut. K

onten tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan kembali anggapan bahwa Gunung Kawi identik dengan ritual memperoleh kekayaan secara instan.

Kawasan Pesarean Gunung Kawi selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi yang banyak didatangi masyarakat untuk berziarah, terutama pada malam Jumat Legi, Malam Senin Pahing, maupun saat peringatan 1 Muharam atau 1 Suro.

Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai aktivitas ziarah di Gunung Kawi merupakan bagian dari keragaman tradisi budaya yang telah berlangsung sejak lama.

"Gunung Kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama," kata Fadli Zon.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menilai selama aktivitas tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan tidak menimbulkan kerusakan, keberadaannya merupakan bagian dari realitas sosial yang perlu dipahami secara utuh.

"Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita" ujar Fadli Zon

Hingga kini, Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Sebagian pengunjung datang untuk mengenang jasa Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono melalui tradisi ziarah, sementara yang lain menikmati kekayaan budaya, sejarah, serta suasana pegunungan yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:30 WIB

Gunung Kawi di Kota Apa? Ramai Dikaitkan dengan Isu Pesugihan Artis dan Pejabat

Gunung Kawi di Kota Apa? Ramai Dikaitkan dengan Isu Pesugihan Artis dan Pejabat

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:34 WIB

Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban

Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 20:03 WIB

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

News | Senin, 14 September 2026 | 19:58 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:56 WIB

Kenali Identitas Bangsa Lewat Manuskrip: Perpusnas Gelar Pameran Merawat Ingatan Sepanjang September

Kenali Identitas Bangsa Lewat Manuskrip: Perpusnas Gelar Pameran Merawat Ingatan Sepanjang September

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 19:54 WIB

Kesaksian Pengasuh Daycare Little Aresha Bongkar Penipuan Fasilitas Anak

Kesaksian Pengasuh Daycare Little Aresha Bongkar Penipuan Fasilitas Anak

News | Senin, 14 September 2026 | 19:51 WIB

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

News | Senin, 14 September 2026 | 19:49 WIB

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:48 WIB

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:47 WIB

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

News | Senin, 14 September 2026 | 19:44 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

×