Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:43 WIB
Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?
Unspash/ Zbynek Burival

Suara.com - Indonesia memiliki potensi energi surya mencapai 3.294 gigawatt (GW), terbesar dibandingkan sumber energi terbarukan lainnya. Namun hingga 2026, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang telah terpasang baru sekitar 1,6 GW atau kurang dari 0,1 persen dari potensi yang dimiliki.

Kesenjangan itu menjadi sorotan dalam Indonesia Solar Summit 2026. Di tengah upaya pemerintah memperluas akses listrik dan mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), pemanfaatan energi surya dinilai belum berkembang secepat potensi yang tersedia.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andriah Feby Misa, mengatakan energi surya menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung jaringan PLN, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Di beberapa wilayah terpencil, kami memiliki program khusus untuk meningkatkan akses energi baru terbarukan melalui pembangunan PLTS," ujar Feby dalam media briefing Indonesia Solar Summit 2026, Kamis (9/7).

Pemerintah mengembangkan berbagai skema, mulai dari PLTS individual yang dipadukan dengan baterai hingga PLTS komunal. Teknologi baterai dinilai penting untuk menjaga pasokan listrik pada malam hari sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap PLTD yang selama ini menjadi sumber listrik utama di banyak daerah terpencil.

Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Di Papua Selatan, misalnya, rasio elektrifikasi melalui jaringan PLN masih sekitar 77,16 persen. Namun, dengan dukungan PLTS individual di luar jaringan, akses listrik mencapai 99,79 persen.

Meski demikian, tantangan elektrifikasi nasional belum sepenuhnya teratasi. Berdasarkan data pemerintah pada 2025, masih terdapat 5.758 desa dan 4.310 dusun yang belum menikmati akses listrik. Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS komunal di 10.068 lokasi pada periode 2027–2029 melalui Program Listrik Perdesaan yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional.

Namun, sejumlah kalangan menilai pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai PLTS seharusnya tidak hanya diposisikan sebagai solusi elektrifikasi, tetapi juga menjadi instrumen utama untuk mempercepat dedieselisasi, memperkuat ketahanan energi, dan menurunkan emisi sektor ketenagalistrikan.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Penyimpanan Energi IESR, His Muhammad Bintang, mengatakan karakter PLTS yang modular memungkinkan pembangkit dibangun dekat dengan pusat kebutuhan listrik tanpa harus menunggu perluasan jaringan transmisi.

baca juga

"PLTS bukan hanya solusi untuk menambah porsi energi terbarukan, tetapi juga instrumen untuk mengurangi ketergantungan pada PLTD yang mahal dan rentan terhadap gangguan pasokan BBM," katanya.

Meski potensinya besar, pengembangan PLTS masih menghadapi berbagai hambatan. Pada sektor rumah tangga, belum adanya skema net-metering dinilai mengurangi daya tarik investasi PLTS atap. Sementara di sektor komersial dan industri, keterbatasan kuota pemasangan membuat permintaan belum dapat terpenuhi.

IESR menilai percepatan pengembangan PLTS tidak cukup hanya mengandalkan target pembangunan. Pemerintah juga perlu memperbaiki regulasi dan menciptakan ekosistem investasi yang lebih kondusif.

"Tanpa ekosistem yang mendukung, potensi besar PLTS tidak akan berkembang secara optimal," ujar Bintang.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:48 WIB

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Prabowo Minta Cabut Perda, Tokoh Dayak Tegaskan Peladang Jangan Dikambinghitamkan Soal Karhutla

Prabowo Minta Cabut Perda, Tokoh Dayak Tegaskan Peladang Jangan Dikambinghitamkan Soal Karhutla

Video | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:43 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026 Digelar, Promosikan Daur Ulang Limbah Plastik

Pertamina Eco RunFest 2026 Digelar, Promosikan Daur Ulang Limbah Plastik

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Tren Job Hugging di Kalangan Gen Z: Saat Bertahan Jadi Pilihan Paling Aman

Tren Job Hugging di Kalangan Gen Z: Saat Bertahan Jadi Pilihan Paling Aman

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:40 WIB

5 Rekomendasi Bedak untuk Touch Up Praktis Dilengkapi Cermin dan Spons

5 Rekomendasi Bedak untuk Touch Up Praktis Dilengkapi Cermin dan Spons

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Produksi Minyak RI Jeblok, Baru 578 Ribu Barel!

Produksi Minyak RI Jeblok, Baru 578 Ribu Barel!

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Budi Arie Dituding Makar, Relawan Prabowo Desak Polisi Periksa Soal 'Patahan Sejarah'

Budi Arie Dituding Makar, Relawan Prabowo Desak Polisi Periksa Soal 'Patahan Sejarah'

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Jejak Digital Bripka E Pelaku Pelecehan Seksual Viral: Tak Dipecat karena Pendakwah

Jejak Digital Bripka E Pelaku Pelecehan Seksual Viral: Tak Dipecat karena Pendakwah

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Geothermal Gunung Ungaran Ditargetkan Beroperasi 2031, Pengeboran Mulai 2028

Geothermal Gunung Ungaran Ditargetkan Beroperasi 2031, Pengeboran Mulai 2028

Jawa Tengah | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan

Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:27 WIB

×