Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB
Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI
Kebakaran Pub Na Ladprao Bangkok (CNN Internasional)
baca 10 detik
  • Kebakaran melanda bar Rong Beer Na Lat Phrao, Bangkok, pada Minggu, 12 Juli 2026, menyebabkan 27 orang meninggal dunia.
  • Kementerian Luar Negeri RI memastikan hingga saat ini belum terdapat laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
  • Otoritas setempat masih melakukan investigasi mendalam terkait dugaan korsleting listrik dan kelalaian standar keselamatan bangunan sebagai pemicu utama kebakaran.

Suara.com - Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah mengatakan belum ada informasi mengenai korban Warga Negara Indonesia dalam peristiwa kebakaran di tempat hiburan di kawasan Lat Phrao, Bangkok, Minggu 12 Juli 2026.

Informasi dari otoritas Thailand, hingga saat ini tercatat 27 orang meninggal dunia dan 63 orang mengalami luka-luka dalam insiden kebakaran itu.

"Berdasarkan koordinasi KBRI Bangkok dengan pihak kepolisian, rumah sakit, dan otoritas setempat, belum terdapat informasi adanya korban Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal maupun korban luka," kata Heni kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Heni memastikan bahwa Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Bangkok terus memantau perkembangan musibah kebakaran tersebut.

"KBRI Bangkok akan terus berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk memantau perkembangan situasi dan siap memberikan pendampingan apabila terdapat WNI yang terdampak," kata Heni

Diberitakan sebelumnya, Tragedi mematikan kembali mengguncang industri hiburan Thailand setelah api besar menghanguskan bar Rong Beer Na Lat Phrao di distrik Chatuchak, Bangkok.

Sebanyak 27 orang dilaporkan tewas mengenaskan dan puluhan lainnya luka-luka akibat terjebak di dalam bangunan yang minim akses penyelamatan.

Peristiwa kelam pada Minggu malam ini membongkar kembali kegagalan sistemik penegakan standar keselamatan fasilitas publik di Thailand.

Mayoritas korban kehilangan nyawa bukan karena kobaran api langsung, melainkan akibat sesak napas di ruang tertutup.

baca juga

Arah penyelidikan kini menyoroti dekorasi interior yang mudah terbakar serta dugaan adanya hambatan pada pintu darurat bar.

Kelalaian ini membuat ruang publik berubah menjadi perangkap maut yang sangat cepat merenggut nyawa pengunjung.

Kobaran api dilaporkan muncul pertama kali dari area dekat panggung utama sebelum akhirnya memutus aliran listrik seketika.

Kepanikan massal tidak terhindarkan ketika asap hitam pekat langsung memenuhi seluruh ruangan dalam hitungan detik.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul yang meninjau lokasi menjelaskan bahwa seorang musisi yang sedang tampil sempat memberikan kesaksian langsung kepadanya.

"Ada ledakan dan semua orang mencoba melarikan diri dari asap dan api," kata musisi tersebut kepada Anutin, dikutip dari BBC, Senin (13/7/2026).

Banyak pengunjung yang gagal keluar dari bangunan karena kepanikan luar biasa dan salah mengambil arah penyelamatan.

Mereka justru berlari ke area belakang bangunan yang tidak memiliki jalan keluar langsung ke area terbuka.

"Pergi ke bagian belakang bangunan dan mencoba menyembunyikan diri mereka... di toilet," ujar musisi itu menurut Anutin.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan dari seorang pengemudi melintas segera bergerak dan menjinakkan api dalam waktu 30 menit.

Namun, respons cepat tersebut tidak mampu menyelamatkan puluhan nyawa yang sudah terlanjur menghirup racun asap.

Direktur Departemen Mitigasi Bencana Bangkok, Suriyachai Raviwan, mengonfirmasi bahwa mayoritas korban meninggal akibat kekurangan oksigen.

Tim medis saat ini masih merawat lebih dari 60 korban luka di rumah sakit, dengan delapan di antaranya dalam kondisi kritis

Gubernur Bangkok, Chatchart Sittipunt, mengungkapkan bahwa material dekorasi pada langit-langit bar menjadi pemicu utama cepatnya api merambat.

Kondisi ini diperparah dengan temuan korban yang pingsan di dekat akses keluar akibat jalur evakuasi yang diduga tersumbat.

"Saya merasa depresi. Saya melihat banyak kematian dan saya tidak tahu nasib orang-orang yang saya bantu," kata Surin Jaiharn, seorang pengendara motor yang membantu memadamkan api di pakaian para korban.

Seorang pengemudi lain yang pertama kali menghubungi petugas pemadam kebakaran mengaku harus memecahkan kaca jendela bar demi menyelamatkan dua orang.

Kini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi dengan pemandangan pilu deretan kantong jenazah di luar gedung.

Investigasi awal dari otoritas terkait menduga korsleting listrik pada pendingin ruangan (AC) menjadi pemicu awal dari bencana maut ini.

Kendati demikian, hasil akhir yang pasti masih menunggu proses olah tempat kejadian perkara oleh tim forensik.

Tragedi Rong Beer Na Lat Phrao menambah daftar panjang kelalaian standar keamanan bangunan yang terus berulang di Thailand.

Pemerintah setempat kerap menjanjikan reformasi aturan keselamatan pasca-bencana, namun penegakan hukum di lapangan dinilai tetap lemah.

Sebagai catatan, peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2022 di sebuah bar selatan Bangkok yang menewaskan 22 orang.

Jauh sebelumnya, pada malam tahun baru 2009, kebakaran kelab malam di ibu kota juga merenggut 66 nyawa dan melukai ratusan orang.

Bahkan pada tahun 2024, masalah korsleting listrik di Pasar Chatuchak yang lokasinya berdekatan sempat memicu kebakaran besar hingga menewaskan 1.000 hewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu

Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:29 WIB

Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir

Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:15 WIB

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:41 WIB

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:46 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin

Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Selatan Meluas Jadi 25 Hektare, Api Masih Menyala

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Selatan Meluas Jadi 25 Hektare, Api Masih Menyala

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:04 WIB

Terkini

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

×