- Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan pada Kamis malam, 9 Juli.
- BNPB mengerahkan empat unit helikopter water bombing guna mendukung proses pemadaman cepat di lahan seluas 15 hektare tersebut.
- Situasi sosial masyarakat sekitar terpantau kondusif dan seluruh operasional pemadaman tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Suara.com - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dipastikan telah 100 persen padam pada Kamis (9/7) malam.
Setelahnya, penanganan lahan seluas kurang lebih 15 Hektare itu berada dalam fase pendinginan (pembasahan) intensif.
Namun demikian, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tim gabungan di lapangan masih mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan sampah luar kawasan TPA.
Sementara itu, kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dengan jumlah pengungsi saat ini nihil, karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing sejak kemarin malam, Kamis (9/7).
"Untuk memastikan pemadaman berjalan cepat, BNPB memberikan dukungan penuh berupa 4 unit Helikopter Water Bombing (WB)," kata Muhari kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Ia menambahkan bahwa empat helikopter itu dioperasikan selama 4-8 jam dengan masing-masing unit mengeluarkan air hingga maksimal 352.000 liter.
![Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/11448-kebakaran-tpa-jatiwaringin.jpg)
Giat pemadaman pada sorti pertama dimulai pukul 08.00 - 12.00 WIB dengan mengerahkan 3 unit helikopter WB berkolaborasi dengan jajaran Damkar daerah.
Tim Manggala Agni dengan 38 personel dibantu unsur TNI/POLRI melakukan pemadaman spesifik dengan teknik penyisiran menggunakan cairan kimia enviro class A serta membuka jalur pipa baru langsung dari sumber air.
"Meski api di atas permukaan maupun di bawah tumpukan sampah TPA sudah nihil, tim gabungan masih membutuhkan dukungan pasokan air melalui mobil tangki PDAM guna menjaga kesinambungan pembasahan sisa asap di luar kawasan," ucap Muhari.
Adapun rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dieksekusi.
Muhari mengungkapkan, alasannya karena faktor alam yang belum tersedianya pertumbuhan awan potensial di atas area TPA.
BNPB bersama otoritas terkait memastikan bahwa seluruh rangkaian kabut asap maupun aktivitas pemadaman udara di TPA Jatiwaringin sama sekali tidak mengganggu atau menghambat aktivitas lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).