Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 13 Juli 2026 | 15:36 WIB
Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?
Unsplash/ Jan Huber

Suara.com - Gelombang panas, polusi udara, dan banjir semakin sering melanda berbagai kota di dunia. Menanam lebih banyak pohon kerap menjadi solusi yang paling banyak didorong pemerintah. Namun, pertanyaannya, apakah menanam pohon saja cukup untuk membuat kota lebih tangguh menghadapi perubahan iklim?

Sejumlah peneliti di Inggris menilai jawabannya belum tentu. Persoalannya bukan hanya berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi apakah pohon tersebut ditempatkan di lokasi yang tepat, dipilih sesuai kebutuhan lingkungan, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Urban Sustainability menunjukkan bahwa banyak kebijakan penghijauan perkotaan selama ini lebih berorientasi pada target penanaman pohon daripada bagaimana ruang hijau dapat menjawab persoalan sosial, lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

Mengapa banyak program penghijauan belum optimal?

Ketua peneliti dari Aberystwyth Business School, Profesor Jasper Kenter, mengatakan pohon di perkotaan selama ini lebih sering dipandang sebagai elemen lanskap atau penghias kota. Padahal, pepohonan juga membentuk hubungan masyarakat dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

"Alat ini dirancang untuk mendukung diskusi yang lebih inklusif tentang masa depan pepohonan di perkotaan sehingga masyarakat dan pembuat kebijakan dapat memikirkan kembali bagaimana manusia hidup bersama alam di kota," ujar Kenter.

Menurut penelitian tersebut, keputusan penanaman pohon sering kali hanya mempertimbangkan manfaat ekologis atau estetika, tanpa melibatkan kebutuhan warga maupun karakter kawasan. Akibatnya, tidak sedikit pohon yang ditanam kurang sesuai dengan fungsi lingkungannya.

Padahal, di tengah perubahan iklim, pohon memiliki peran yang jauh lebih penting. Selain menurunkan suhu udara, pepohonan membantu menyerap air hujan, mengurangi risiko erosi, menyaring polusi udara, hingga menyediakan habitat bagi satwa.

Teknologi untuk membantu menentukan prioritas

baca juga

Berangkat dari persoalan tersebut, para peneliti mengembangkan Tree Value Visions, sebuah perangkat yang membantu pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dan pengelola kota menentukan prioritas penghijauan berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

Pemerintah Inggris sendiri menargetkan penanaman pohon seluas 30.000 hektare setiap tahun sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Tree Value Visions telah diuji di sejumlah kota, seperti Cardiff, Edinburgh, York, Milton Keynes, dan Camden.

Berbeda dengan pendekatan konvensional, alat ini tidak hanya menghitung jumlah pohon, tetapi juga mengajak berbagai pihak mendiskusikan fungsi pohon dari empat sudut pandang: sebagai identitas sebuah tempat, sumber daya, bagian dari ekosistem, serta bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Pelajaran bagi Indonesia

Indonesia sebenarnya telah lama memiliki kebijakan ruang terbuka hijau. Undang-Undang Penataan Ruang mengamanatkan setiap kota memiliki sedikitnya 30 persen ruang terbuka hijau untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Namun, dalam praktiknya, berbagai kawasan hijau terus terdesak oleh pembangunan. Tidak sedikit pohon ditanam tanpa mempertimbangkan kesesuaian lokasi, sementara sempadan sungai dan ruang hijau berubah menjadi kawasan permukiman.

Pengalaman di Inggris menunjukkan bahwa keberhasilan penghijauan kota tidak cukup diukur dari banyaknya bibit yang ditanam. Yang lebih penting adalah memastikan pepohonan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat ketahanan kota terhadap perubahan iklim, serta menjadi bagian dari perencanaan kota yang melibatkan warga.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taman Bendera Pusaka, Alternatif Wisata Keluarga di Jantung Ibu Kota

Taman Bendera Pusaka, Alternatif Wisata Keluarga di Jantung Ibu Kota

Foto | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:01 WIB

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:00 WIB

Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?

Menanam Pohon Saja Tak Cukup: Mengapa Penghijauan Kota Bisa Gagal Mengurangi Panas?

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:23 WIB

Terkini

Cegah Konflik Kepentingan, Benny K Harman Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Cegah Konflik Kepentingan, Benny K Harman Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:33 WIB

Kemensos Perketat Penyaluran Bansos, Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima

Kemensos Perketat Penyaluran Bansos, Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:29 WIB

Viral Dinilai Hina Gereja di Inggris, Dokter Kecantikan Anggi Aprilyani Dilaporkan ke Polda Metro

Viral Dinilai Hina Gereja di Inggris, Dokter Kecantikan Anggi Aprilyani Dilaporkan ke Polda Metro

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:27 WIB

Gubernur Bobby Nasution Tegaskan Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Peserta Didik

Gubernur Bobby Nasution Tegaskan Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Peserta Didik

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:20 WIB

Bukan Emas Biasa, KPK Ajak Ahli Antam dan Pegadaian Cek 55 Kg Platinum Bupati Langkat

Bukan Emas Biasa, KPK Ajak Ahli Antam dan Pegadaian Cek 55 Kg Platinum Bupati Langkat

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:08 WIB

Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!

Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:52 WIB

Hindari Kesan Tebang Pilih, Kejagung Diminta Tak Beri Perlakuan Khusus pada Febrie Adriansyah

Hindari Kesan Tebang Pilih, Kejagung Diminta Tak Beri Perlakuan Khusus pada Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB

Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI

Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB

Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu

Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:29 WIB

Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah

Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

×