Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:23 WIB
Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?
Putri Aiko. (Youtube/Japan Forward)
baca 10 detik
  • Kekaisaran Jepang mengalami krisis suksesi karena hanya memiliki tiga ahli waris pria yang sah.

  • Pemerintah memilih opsi mengadopsi mantan kerabat kekaisaran daripada mengizinkan perempuan naik takhta.

  • Kebijakan mempertahankan tradisi patrilineal ini memicu perdebatan terkait diskriminasi gender dan keberlanjutan monarki.

Suara.com - Jepang kini berada di persimpangan jalan sejarah yang krusial terkait masa depan monarki tertua di dunia. Pemerintah setempat justru mempersempit peluang perempuan untuk memimpin kekaisaran demi mempertahankan tradisi patriarki.

Langkah politik ini diambil di tengah ancaman kepunahan garis keturunan Kekaisaran Jepang. Saat ini, takhta hanya bergantung pada 3 orang ahli waris yang sah.

Dua dari 3 penerus tersebut bahkan telah berusia 60 tahun ke atas. Aturan suksesi yang diskriminatif terhadap perempuan dinilai menjadi pemicu utama krisis yang kian meruncing ini.

Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako, foto diambila pada Rabu (12/2/2020). ANTARA/via REUTERS/Imperial Household Agency of Jap/am.
Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako, foto diambila pada Rabu (12/2/2020). ANTARA/via REUTERS/Imperial Household Agency of Jap/am.

Demi mengatasi kelangkaan penerus, jajaran menteri mengusulkan pemulihan status cabang keluarga kerajaan yang lama. Rencana penambahan kandidat pria ini sedang menunggu persetujuan parlemen.

Kebijakan tersebut langsung memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi, politisi oposisi, dan masyarakat luas. Mereka mempertanyakan alasan pemerintah yang tetap menutup pintu bagi perempuan untuk bertakhta.

Profesor Makoto Okawa, pakar garis keturunan kekaisaran dari Universitas Chuo di Tokyo, memberikan kritik tajam terkait situasi ini.

"Sulit untuk menemukan dasar rasional apa pun menolak mengizinkan seorang wanita menjadi kaisar," kata Profesor Makoto Okawa, dikutip dari CNN Internasional, Selasa (14/7/2026).

Menurut Okawa, konstitusi Jepang sama sekali tidak melarang perempuan untuk memimpin takhta. Baginya, penolakan ini bukan cerminan tradisi, melainkan sebuah bentuk diskriminasi gender.

"Ide untuk mengecualikan perempuan terlebih dahulu sebagai orang yang tidak mampu menjadi kaisar harus dipahami secara jelas sebagai misogini," kata Okawa.

baca juga

Sejarah mencatat Jepang pernah dipimpin oleh 8 maharani sebelum hukum Meiji tahun 1889 resmi melarangnya. Kini, jajak pendapat menunjukkan mayoritas masyarakat sangat terbuka terhadap kehadiran kaisar perempuan.

Kendati demikian, gerakan suksesi perempuan terbentur tembok kokoh di tingkat pemerintahan. Perdana Menteri Sanae Takaichi bersama Partai Demokrat Liberal menjadi pihak yang paling keras menentang perubahan tersebut.

Dalam debat parlemen terbaru, Takaichi menegaskan posisi politiknya untuk tetap mempertahankan garis keturunan pria. Rencana undang-undang baru pun sama sekali tidak memberi ruang bagi para putri.

"Sesuai untuk membatasi kelayakan hanya pada keturunan laki-laki dari garis keturunan kekaisaran," kata PM Sanae Takaichi.

Di sisi lain, kelompok konservatif menilai perubahan aturan suksesi justru membawa risiko besar bagi stabilitas negara. Mereka berargumen bahwa tradisi patrilineal adalah fondasi utama monarki.

Tsuneyasu Takeda, seorang keturunan dari bekas cabang kekaisaran, menyuarakan kekhawatiran kelompoknya. Ia menilai keputusan ini tidak boleh diambil berdasarkan tren semata.

"Orang-orang yang mendukung hasil tersebut mungkin tidak melihatnya sebagai masalah, tetapi bagi seseorang seperti saya yang percaya kita harus mempertahankan garis patrilineal tradisional, ini dilihat sebagai risiko yang nyata," kata Tsuneyasu Takeda.

Takeda menambahkan bahwa legitimasi kaisar bisa goyah jika tradisi ini dilanggar. Penolakan dari sebagian masyarakat dinilai mampu merusak wibawa monarki.

"Bahkan jika keputusan dicapai dengan mayoritas tipis dalam pemungutan suara demokratis, jika sebagian penduduk menolak untuk mengakui kaisar, monarki tidak akan dihormati," kata Takeda.

"Ini secara mendasar akan mengguncang fondasi Jepang."

Penyusutan anggota keluarga kekaisaran berakar dari amendemen Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran pada tahun 1947. Kebijakan pascaperang tersebut memangkas 11 cabang keluarga demi menghemat anggaran negara.

Aturan yang mewajibkan putri kekaisaran keluar dari kerajaan setelah menikahi rakyat biasa memperparah situasi ini. Akibatnya, jumlah anggota keluarga menyusut drastis dari 67 orang menjadi hanya 16 orang saja.

Saat ini, Kaisar Naruhito memiliki seorang putri populer bernama Putri Aiko yang terganjal gender untuk memimpin. Tiga ahli waris yang tersisa kini hanyalah paman kaisar yang berusia 90 tahun, adik kaisar yang berusia 60 tahun, dan keponakan kaisar yang baru berusia 19 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Legal Beat: Gyakuten no Houtei, Drama Jepang Terbaru Suzuka Ouji

Sinopsis Legal Beat: Gyakuten no Houtei, Drama Jepang Terbaru Suzuka Ouji

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 20:15 WIB

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:39 WIB

Rilis Yo-I-Don! NCT Wish Sebarkan Semangat Memulai Awal Baru Penuh Harapan

Rilis Yo-I-Don! NCT Wish Sebarkan Semangat Memulai Awal Baru Penuh Harapan

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Jatim | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:44 WIB

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Dimeriahkan Marion Jola, Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Berakhir Sukses

Dimeriahkan Marion Jola, Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Berakhir Sukses

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Dampak Bahaya Tone Deaf, saat Ucapan Merusak Empati dan Pertemanan

Dampak Bahaya Tone Deaf, saat Ucapan Merusak Empati dan Pertemanan

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:30 WIB

The Blue Road Rilis Teaser, Son Suk Ku dan Eita Nagayama Siap Buru Pembunuh

The Blue Road Rilis Teaser, Son Suk Ku dan Eita Nagayama Siap Buru Pembunuh

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Kanye West gelar konser perdana, puluhan ribu penonton padati GBK

Kanye West gelar konser perdana, puluhan ribu penonton padati GBK

Video | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya

Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:05 WIB

PT Kristalin Ekalestari: Profil, Penyebab Cabut Izin Tambang, dan Sanksi

PT Kristalin Ekalestari: Profil, Penyebab Cabut Izin Tambang, dan Sanksi

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×