Suara.com - Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra secara resmi memberangkatkan 30 peserta didik baru Sekolah Rakyat jenjang kelas VII SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Para siswa akan menjalani pendidikan berasrama sementara di Sekolah Rakyat Kota Kediri sebelum gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto selesai dibangun.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Pendopo Graha Maja Tama, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/7/2026) pagi. Acara ini dihadiri para siswa beserta keluarga pendamping.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Gus Barra memberikan motivasi kepada para peserta didik agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya demi meraih masa depan yang lebih baik.
"Selamat menempuh perjalanan, selamat belajar, jaga kesehatan, jaga nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto. Raihlah prestasi setinggi-tingginya sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih cerah," ungkap Gus Barra.
Selesai memberikan pesan, Bupati Mojokerto secara resmi melepas keberangkatan rombongan menuju Kota Kediri.

"Akhirnya, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, peserta didik baru Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto tahun ajaran 2026/2027 menuju Sekolah Rakyat di Kota Kediri secara resmi saya berangkatkan," tandas Gus Barra.
Sebanyak 30 siswa asal Kabupaten Mojokerto tadi akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Kediri untuk sementara waktu. Kebijakan ini diambil karena pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto masih dalam tahap pengusulan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menjalankan Pilot Project Sekolah Rakyat Rintisan 1A di SMP Negeri 15 Ngadek sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan program ini.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menjelaskan bahwa kuota sebanyak 30 peserta didik merupakan alokasi yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
"Sesuai surat yang kami terima dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendapat kuota sebanyak 30 peserta didik untuk jenjang SMP kelas VII," jelas Try Raharjo.
Ia menambahkan, seluruh peserta didik telah melalui proses seleksi yang dilakukan secara ketat melalui aplikasi Setara yang terintegrasi dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Mekanisme tersebut diterapkan agar penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan.
Try Raharjo memastikan bahwa para siswa akan kembali melanjutkan pendidikan di Kabupaten Mojokerto setelah gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun.
"Jika Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto sudah terbangun, siswa yang saat ini dititipkan di Kediri akan ditarik kembali untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang permanen di Kabupaten Mojokerto," paparnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden RI melalui Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan fasilitas transportasi gratis bagi seluruh peserta didik.
Dinas Perhubungan Kabupaten Mojokerto menyiapkan bus yang mengantarkan para siswa beserta satu orang anggota keluarga pendamping menuju Sekolah Rakyat Kota Kediri, sehingga proses keberangkatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.***