Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'

Bernadette Sariyem

Senin, 20 Juli 2026 | 10:13 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
Kolase foto Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Menteri PU Dody Hanggodo (kanan).
baca 10 detik
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berpotensi dicopot dalam perombakan kabinet oleh Presiden Prabowo pada Agustus 2026 mendatang.
  • Rencana pergantian dipicu berbagai kegaduhan internal, termasuk kontroversi perjalanan dinas keluarga serta isu mutasi massal pegawai.
  • Dody menuai sorotan publik setelah mengungkap keterlibatan ribuan ASN Kementerian PU dalam kasus judi online dan manipulasi.

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo disebut-sebut menjadi calon kuat bakal diganti dalam perombakan kabinet atau reshuffle pada bulan Agustus 2026.

Seorang Sumber kepada Suara.com, Senin (20/7/2026) mengatakan, gejolak di internal Kementerian PU menjadi dasar penggantian Dody sebagai menteri.

"Presiden Prabowo tidak menyukai menteri yang memicu kegaduhan ataupun polemik di tengah masyarakat," kata dia.

Ia mengatakan, keharmonisan antara menteri dengan para bawahan juga menjadi penilaian seseorang layak dipertahankan ataupun melanjutkan pekerjaannya sebagai pembantu presiden.

"Sejumlah informasi soal menteri PU sudah disampaikan kepada presiden. Kemungkinan, Agustus terdapat reshuffle," kata dia.

Sementara satu Sumber lainnya juga mengakui terdapat wacana perombakan kabinet pada Agustus. Dody dikatakan menjadi salah satu menteri yang berpotensi diganti.

"Penggantinya belum pasti. Biasanya berasal dari partai yang sama," kata dia.

Tapi, kata dia, bisa juga Kementerian PU tidak lagi dipimpin sosok dari Partai Demokrat sebagaimana Dody.

"Bisa juga partai yang sama tetap mendapat jatah menteri, tapi di pos lain. Itu bila presiden menilai Menteri PU lebih baik dari kalangan profesional atau dari ASN internal kementerian tersebut."

baca juga

Selain Dody, dia mengatakan ada satu menteri lainnya yang juga sedang terbelit skandal, berpotensi terkena reshuffle.

"Ada menteri dari kelompok lama. Pak Prabowo memang memberi waktu 2 tahun sejak dilantik untuk melihat apakah pekerjaannya baik atau tidak. Bila tidak baik, maka diganti," kata dia.

Kegaduhan Menteri Dody

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memang tengah menjadi sorotan tajam publik dalam beberapa pekan terakhir.

Bermula dari bocornya dokumen rencana perjalanan dinas sang Menteri, Dody Hanggodo, ke Amerika Serikat, bola panas kini bergulir pada isu mutasi massal aparatur sipil nNegara (ASN) yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Gejolak di media sosial pecah saat dokumen bertanggal 29 Juni 2026 tersebar luas. Dalam surat tersebut, Dody dijadwalkan menghadiri High Level Meeting of the United Nations General Assembly on the Midterm Review of the New Urban Agenda di New York pada 13-19 Juli.

Namun, yang menjadi pemantik amarah warganet bukanlah agendanya, melainkan dicantumkannya nama istri dan anak menteri dalam rombongan tersebut.

Sejumlah akun di platform X dan Instagram menuding perjalanan ini sebagai aksi "aji mumpung", bahkan mengaitkannya dengan perhelatan ajang olahraga internasional yang berlangsung di periode yang sama.

Pertanyaan besar mengenai sumber pendanaan—apakah menggunakan kantong pribadi atau APBN—pun mencuat deras.

Klarifikasi Administrasi dan Pembatalan Mendadak

Merespons kegaduhan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU, Apri Artoto, akhirnya angkat bicara.

Ia mengonfirmasi keaslian dokumen yang beredar, namun memberikan penjelasan dari sisi prosedur birokrasi.

"Surat itu memang dari saya sebagai Sekjen Kementerian PU. Itu adalah surat kelengkapan administrasi pengurusan visa. Jadi memang kegiatan itu dilakukan sifatnya tentatif," kata Apri, Selasa (7/7).

Apri menegaskan, penyertaan anggota keluarga dalam draf tersebut murni instruksi administratif dari Kementerian Luar Negeri guna penyatuan data visa.

Ia juga menjamin bahwa biaya keberangkatan istri dan anak Menteri Dody tidak akan membebani negara.

Meski demikian, sehari setelah klarifikasi tersebut, Menteri Dody justru memilih untuk membatalkan seluruh rangkaian kunjungan ke Amerika Serikat.

"Batal kalau ke Amerika," kata Dody ketika meninjau Jembatan Enang-Enang yang diperbaiki warga secara mandiri di Bener Meriah, Aceh.

Mutasi ASN: Sanksi atau Pembenahan?

Belum reda isu perjalanan dinas, Kementerian PU kembali diguncang isu mutasi besar-besaran pejabat senior.

Banyak pihak mengaitkan perombakan jabatan ini sebagai bentuk "pembersihan" atau hukuman terhadap pihak yang dianggap membocorkan dokumen perjalanan dinas menteri.

Namun, tudingan tersebut langsung ditepis oleh Dody Hanggodo. Sang Menteri berkilah, mutasi adalah hal lumrah dalam penyegaran organisasi.

Lebih mengejutkan lagi, ia mengungkap data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut adanya ribuan pegawai di instansinya yang terlibat masalah hukum dan disiplin.

Dody mengklaim ada sekitar 6.000 pegawai atau 15 persen dari total personel Kementerian PU yang terdeteksi melakukan aktivitas judi online.

Selain itu, 4.000 pegawai lainnya dilaporkan melakukan manipulasi atau kecurangan dalam sistem absensi elektronik.

"Bukan data saya ini, tapi data PPATK. Judol itu pidana," tegas Dody.

DPR banyak terima pengaduan

Polemik mengenai iklim kerja di Kementerian PU sebenarnya sudah sempat diwanti-wanti oleh anggota DPR RI, Yasti Soepredjo Makoagow, dalam rapat kerja pada 11 Juni 2026.

Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, banyaknya keluhan dari ASN yang merasa tertekan dengan sanksi disiplin berat dan pencopotan jabatan secara mendadak.

"Saya merasakan di Kementerian PU ini banyak duka cita," kata Yasti.

Yasti menyoroti bahwa suasana "ketakutan" di lingkungan kementerian bisa menghambat eksekusi program-program strategis nasional.

"Yang perlu dikhawatirkan, program-program di Kementerian PU tahun 2027 tak bakal berjalan baik," kata dia.

Di sisi lain, muncul pula isu miring mengenai nepotisme yang menuduh keponakan Menteri Dody menjabat sebagai komisaris di salah satu BUMN.

Menanggapi ini, Dody mengambil langkah defensif yang unik dengan membuka sayembara berhadiah umrah sekeluarga bagi siapa saja yang bisa membuktikan tuduhan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:42 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit

Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:42 WIB

Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo

Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:44 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP

Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 16:15 WIB

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan, Kuasa Hukum Soroti Penyitaan Aset Rp846 Miliar

Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan, Kuasa Hukum Soroti Penyitaan Aset Rp846 Miliar

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:20 WIB

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:17 WIB

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:16 WIB

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:15 WIB

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

×