- Perubahan posisi duduk Wapres Gibran dalam Sidang Kabinet Paripurna menjadi simbol kerenggangan hubungan dengan Prabowo.
- Pengamat politik menilai Prabowo dan Gibran tidak lagi menunjukkan sinergi dalam menjalankan agenda pemerintahan strategis.
- Perbedaan orientasi politik antara Prabowo dengan Jokowi turut mempertegas jarak hubungan antara presiden dan wakil presiden saat ini.
"Dan kemudian tidak melibatkan wakil presiden, apalagi wakil presiden juga berjalan sendiri. Jangan-jangan juga wakil presidennya punya agenda sendiri, itu yang membuat semakin tidak satu garis," ujarnya.
Ia menambahkan minimnya pernyataan maupun sikap politik Gibran terhadap berbagai kebijakan penting pemerintah membuat publik sulit melihat posisi wakil presiden dalam pemerintahan saat ini.
Hal ini membuat perubahan posisi kursi dalam sidang kabinet dinilai bukan sekadar soal tata letak ruangan. Melainkan dapat dibaca sebagai simbol hubungan politik yang semakin berjarak antara Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
"Ya jadi ya mau bagaimana lagi, saya melihatnya memang ini kelihatannya tidak seiring sejalan dalam waktu 1,5 tahun ini," tandasnya.