Pertama di Dunia, Remaja Australia Ini Meninggal karena Gigitan Kutu

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:28 WIB
Pertama di Dunia, Remaja Australia Ini Meninggal karena Gigitan Kutu
Tragedi kematian remaja Australia membongkar bahaya fatal alergi daging mamalia akibat gigitan kutu. (BBC)
baca 10 detik
  • Kematian remaja Australia menjadi kasus fatal pertama akibat alergi daging pemicu kutu.

  • Gigitan kutu menyebabkan tubuh menolak zat gula daging mamalia hingga memicu anafilaksis.

  • Kesadaran masyarakat dan penanganan medis yang cepat sangat krusial untuk mencegah kematian.

Suara.com - Seorang remaja di Australia meninggal dunia setelah gigitan kutu. Penyesalan mendalam masih membayangi Myfanwy Webb atas tragedi kehilangan putra terkasihnya. Ia menyadari ada petunjuk vital yang terlewatkan sebelum nasib naas menimpa sang anak.

Gejala fatal tersebut muncul tak lama setelah pesta ulang tahun keluarga beberapa tahun silam. Jeremy yang kala itu berusia 15 tahun mendadak kesulitan bernapas hingga muntah-muntah.

Tim medis hospitalisasi memang sempat mencurigai adanya indikasi alergi daging pada tubuh Jeremy. Namun, penanganan medis justru berfokus pada riwayat asma masa kecilnya hingga ia diperbolehkan pulang.

Ilustrasi Kutu Kasur di Ranjang. (unsplash/andy stevensson)
Ilustrasi Kutu Kasur di Ranjang. (unsplash/andy stevensson)

"Saya mengambil keputusan yang salah," kata Webb.

Webb amat menyesal tidak mendesak pemeriksaan laboratorium yang lebih mendalam kala itu. Ketidaktahuan tersebut berujung fatal saat Jeremy menghembuskan napas terakhir usai menyantap sosis sapi.

Ruang forensik akhirnya menyimpulkan bahwa gigitan kutu memicu reaksi mammalian meat allergy (MMA). Reaksi parah inilah yang memicu serangan asma mendadak hingga merenggut nyawanya.

Kematian Jeremy tercatat sebagai kasus fatal pertama di dunia yang terkonfirmasi akibat sindrom alpha-gal. Pakar kesehatan kini memperingatkan bahwa ancaman alergi ini terus meningkat drastis.

Secara medis, alergi MMA terpicu oleh paparan molekul gula dalam air liur kutu. Paparan berulang membuat sistem kekebalan tubuh menolak segala jenis produk turunan mamalia.

Kawasan pesisir timur Australia kini dikategorikan sebagai wilayah berisiko tinggi penyebaran kutu. Pergeseran pemukiman warga ke area semak-semak turut memperluas potensi interaksi dengan vektor ini.

baca juga

"Jika orang-orang tahu apa yang bisa dilakukan oleh seekor kutu," kata van Nunen.

Riset menunjukkan bahwa paparan ganda gigitan kutu meningkatkan antibodi alpha-gal secara signifikan. Fenomena ini memicu risiko alergi daging pada sebagian besar penderitanya.

Diagnosis kasus ini terbilang rumit karena reaksinya sering kali tertunda beberapa jam. Ditambah lagi, gejala alergi sering kali menyerupai serangan asma biasa pada umumnya.

Penderita tingkat lanjut bahkan bisa bereaksi hanya karena menghirup asap masakan daging. Benda sehari-hari yang mengandung lemak hewan pun mampu memicu serangan mendadak.

"[Mereka berkata] 'Kamu menjadi sedikit hipokondria - ini bukan anafilaksis - lupakan saja'," kenangnya.

Ketidakpastian diagnosis memberikan tekanan mental yang sangat berat bagi para penyintas. Banyak penderita harus mengisolasi diri dari lingkungan sosial demi menghindari paparan pemicu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB

Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia

Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 14:36 WIB

Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah NSW, Proyek Rp25 T Milik WNI Siap Dibangun

Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah NSW, Proyek Rp25 T Milik WNI Siap Dibangun

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 13:05 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×