Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 Juli 2026 | 12:46 WIB
Selain Rudal Kiamat, Iran Kerahkan Hacker Lumpuhkan Jarigan Siber Vital Amerika Serikat
Akun hacker Anonymous. (X YourAnonVD)
baca 10 detik
  • Lembaga CISA dan FBI memperingatkan bahaya serangan peretas Iran pada fasilitas vital Amerika.

  • Target peretasan meliputi rumah sakit, jaringan air, pengelolaan limbah, hingga fasilitas pembangkit listrik.

  • Kelemahan jaringan swasta AS dimanfaatkan peretas Iran sebagai aksi balasan perang asimetris.

Suara.com - Hacker yang terafiliasi dengan pemerintah Iran dilaporkan gencar meretas berbagai perangkat elektronik terhubung internet pada fasilitas vital publik di Amerika Serikat.

Kelompok peretas ini mengeksploitasi celah keamanan guna merusak kelancaran layanan mendasar yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sinyal bahaya tersebut resmi dilayangkan oleh badan keandalan siber CISA bersama biro investigasi federasi FBI melalui peringatan bersama.

Ilustrasi hacker (Freepik)
Ilustrasi hacker (Freepik)

"Aktor siber Iran terus menargetkan infrastruktur vital AS, dan FBI berkomitmen untuk mengidentifikasi, mengganggu, serta memberikan konsekuensi bagi mereka yang bertanggung jawab," kata Asisten Direktur Divisi Siber FBI, Brett Leatherman, dalam sebuah pernyataan.

Langkah pencegahan ini memberikan panduan teknis bagi para pengelola jaringan internal untuk membentengi sistem dari gempuran digital yang kian agresif.

"Penasihat ini memberikan informasi yang dibutuhkan pembela jaringan untuk mengidentifikasi aktivitas berbahaya, memperkuat pertahanan mereka, dan mengurangi peluang bagi aktor siber Iran untuk mengganggu layanan mendasar yang diandalkan warga Amerika," tambah Leatherman.

Keterlibatan pakar peretas terlatih membuat potensi kerusakan pada jaringan fisik negara menjadi sangat memprihatinkan.

Chief Executive dari firma keamanan siber Global Cyber Risk, Jody Westby, mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa peringatan dari pemerintah AS ini mencerminkan risiko yang nyata.

Westby menjelaskan bahwa otoritas AS telah mengamati serangan yang menargetkan infrastruktur vital AS yang mereka yakini secara jelas dilakukan bersama kelompok Komando Siber Elektronik Garda Revolusi Iran.

baca juga

"Jadi mereka ini adalah orang-orang yang terampil dan cerdas yang melakukan serangan siber," katanya.

Sektor yang berpotensi lumpuh meliputi instalasi rumah sakit, pengolahan air bersih, sistem pengelolaan limbah, hingga jaringan pembangkit listrik nasional.

Situasi diprediksi makin kritis mengingat Amerika Serikat tengah dilanda musim panas ekstrem yang meningkatkan ketergantungan warga pada energi.

Westby menilai target peretasan tersebut, ditambah kondisi AS yang saat ini sedang mengalami musim panas yang sangat panas, mengindikasikan bahwa serangan dapat memberikan dampak yang signifikan.

Struktur tata kelola pertahanan siber sektor swasta di AS yang terpecah-pecah menjadi celah empuk bagi aksi peretasan luar negeri.

"Kondisi struktur jaringan sektor swasta yang sangat terpecah dan terfragmentasi di AS tidak memungkinkan respons pemerintah yang cepat atau berskala besar, sehingga mereka [Iran] akan memanfaatkannya," kata Westby.

Aksi peretasan ini disinyalir kuat sebagai bentuk perlawanan balik atas ketegangan geopolitik dan militer kedua negara yang memanas beberapa bulan lalu.

"Lima bulan lalu, kita berperang dengan Iran, [dan] inilah yang kita dapatkan dari perang asimetris. Ini adalah aksi balasan dari Iran," tambahnya.

Isu serangan siber terhadap infrastruktur sipil ini menjadi perhatian serius karena ancamannya berpotensi melumpuhkan fungsi dasar kota dan keselamatan jiwa.

Ketegangan siber antara Washington dan Teheran terus meningkat seiring berkembangnya metode perang asimetris berbasis teknologi jaringan di panggung global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Rudal Pangkalan Udara Ali al-Salem Kuwait: Kami Menyerang Tanah yang Diduduki Tentara Amerika!

Iran Rudal Pangkalan Udara Ali al-Salem Kuwait: Kami Menyerang Tanah yang Diduduki Tentara Amerika!

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:11 WIB

Amerika Keluarkan Travel Alert ke Warganya di Seluruh Dunia, Kemungkinan Perang Timteng Makin Besar

Amerika Keluarkan Travel Alert ke Warganya di Seluruh Dunia, Kemungkinan Perang Timteng Makin Besar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:47 WIB

Iran Pakai Doktrin Hukum Tertua di Dunia Balas Serangan Amerika: Mata Ganti Mata!

Iran Pakai Doktrin Hukum Tertua di Dunia Balas Serangan Amerika: Mata Ganti Mata!

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:36 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×