- Dua warga Belanda, Joost dan Hidde, meninggalkan Bali setelah diduga mendiskriminasi warga lokal dalam acara lari.
- Otoritas imigrasi Indonesia menjatuhkan sanksi larangan masuk kembali kepada kedua warga negara asing tersebut.
- Penyelidikan tetap dilanjutkan oleh pihak imigrasi karena tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk pelanggaran aturan.
Suara.com - Dua warga negara Belanda, Joost Storms dan Hidde van Vliet dilaporkan meninggalkan Indonesia secara mendadak setelah terseret kasus dugaan diskriminasi di event lari di Bali.
Otoritas imigrasi Indonesia langsung menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan masuk kembali.
Kasus ini mencuat setelah muncul tudingan bahwa warga lokal tidak diizinkan ikut serta dalam acara Silent Disco Run yang digelar komunitas mereka, Entourage.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelanggaran semacam itu.
“Jika ada warga asing terlibat, mereka harus segera ditangkap,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
![Dua warga negara Belanda dilarang kembali masuk ke Indonesia setelah diduga melakukan diskriminasi terhadap warga lokal di event Lari di Bali. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/27/14797-hidde-dan-joost.jpg)
Meski Joost dan Hidde telah lebih dulu meninggalkan Bali menuju luar negeri, penyelidikan tetap berjalan.
Pihak imigrasi menyebut kasus ini serius dan berkomitmen mengusut tuntas dugaan diskriminasi terhadap warga Indonesia.
Hendarsam bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan aturan.
“Ini seperti menciptakan negara dalam negara,” tegasnya.
Joost Storms dan Hidde van Vliet diketahui aktif membangun komunitas untuk kalangan digital nomad di Bali.
Joost dan Hidde sebelumnya meninggalkan pekerjaan mapan di Eropa untuk menjalani gaya hidup bekerja jarak jauh di tempat eksotis seperti Bali.
Hidde van Vliet memilih meninggalkan karier mapan demi membangun komunitas digital nomad di Bali.
Keputusan itu lahir dari kegelisahan pribadi yang tak ia temukan meski sudah mencapai posisi tinggi di perusahaan.
Hidde mengaku sempat menjabat sebagai general manager di perusahaan logistik industri yang pindah dari Amsterdam ke Malta pada 2023. Secara karier, langkah itu terlihat menjanjikan, namun secara personal justru menghadirkan kekosongan.
“Di atas kertas, itu terlihat seperti kemajuan. Tapi sebenarnya, itu tanda pertama bahwa hidup yang saya jalani tidak lagi cocok,” ujarnya dikutip dari Businessinsider