Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 Juli 2026 | 12:49 WIB
Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump
Ilustrasi Perang Iran Israel. Serangan Amerika Serikat ke fasilitas Nuklir Iran disebut akan memicu Perang Dunia Ketiga.
baca 10 detik
  • AS dan Iran sepakat menghentikan serangan militer sementara demi membuka ruang negosiasi diplomasi.

  • Penurunan stok amunisi pertahanan udara Pentagon dan tekanan publik mendesak Trump mengakhiri perang.

  • Sengketa kontrol Selat Hormuz masih menjadi titik krusial perundingan keamanan antara kedua negara.

Suara.com - Gempuran militer antara Amerika Serikat dan Iran mendadak terhenti selama dua hari berturut-turut. Kesunyian di medan tempur ini memicu asa baru bagi proses diplomasi kawasan Timur Tengah.

Penghentian aksi saling gempur terjadi setelah Oman mengirimkan utusan khususnya langsung menuju Teheran. Langkah diplomatik mendadak tersebut langsung mengubah dinamika perselisihan ketat yang telah membara selama dua pekan.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengonfirmasi adanya jeda ketegangan militer ini kepada media. Ia menyebut Presiden Donald Trump mulai membuka ruang bagi proses perundingan damai.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

"Memberikan sedikit ruang ... [bagi potensi] pembicaraan," ujar Mike Waltz dikutip dari Al Jazeera, Senin (27/7/2026).

Meski demikian, Waltz menegaskan bahwa armada tempur Washington tetap dalam posisi siaga tempur tertinggi. Para juru runding dari kedua belah pihak dilaporkan telah mengintensifkan komunikasi intensif selama beberapa hari terakhir.

“Terkunci dan dimuat,” kata Waltz menirukan ketegasan sikap presidennya.

Di balik pintu diplomasi, keterbatasan logistik militer disinyalir menjadi alasan kuat penundaan serangan Washington. Penasihat militer mengkhawatirkan merosotnya cadangan rudal pencegat serta amunisi pertahanan udara milik Pentagon.

Pihak Teheran menanggapi langkah penarikan diri sementara ini dengan menyelaraskan aksi militer mereka. Angkatan Bersenjata Iran memilih menahan diri dari peluncuran roket balistik ke wilayah Teluk.

“Strategi kami pada dasarnya adalah pembalasan. Kami juga menghentikan operasi pembalasan kami,” ungkap juru bicara tentara Iran Mohammad Akraminia.

baca juga

Namun Akraminia memberi peringatan keras jika armada AS nekat melanjutkan gempuran udara. Ia memastikan pertempuran bakal meluas ke seluruh wilayah kawasan jika provokasi kembali terjadi.

Di tengah pembicaraan damai, Donald Trump justru mengunggah rentetan gambar buatan kecerdasan buatan di media sosial. Salah satu gambar memperlihatkan pesawat tempur AS membom wilayah Iran dengan takarir khusus.

"Malaikat Penjaga Dunia," tulis unggahan tersebut.

Gambar buatan AI lainnya menampilkan figur Trump menancapkan bendera Amerika di atas kapal komersial Iran. Gambar tersebut dilengkapi narasi klise mengenai penguasaan aset minyak.

"Ini kapal tanker minyak kita sekarang!" bunyi takarir gambar buatan AI tersebut.

Sikap konfrontatif itu berbanding terbalik dengan situasi politik dalam negeri Washington yang kian memanas. Tekanan publik domestik mendesak pemerintah segera menyusun strategi keluar dari lingkaran konflik yang tidak berkesudahan.

Survei terbaru menunjukkan mayoritas warga Amerika meragukan efektivitas invasi militer tersebut. Koresponden Al Jazeera Rosalind Jordan melaporkan rendahnya tingkat dukungan publik terhadap kebijakan perang pemerintah.

"Jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Ipsos dan The Washington Post di AS menunjukkan bahwa hanya 29 persen responden yang meyakini presiden menangani konflik dengan Iran secara tepat, atau menyetujui konflik tersebut secara keseluruhan, sementara 28 persen menyatakan bahwa konflik itu sepadan," kata Rosalind Jordan.

"Ada banyak pertanyaan mengenai status konflik antara Iran dan AS, namun yang pasti, tekanan semakin meningkat terhadap presiden AS untuk mencari tahu: apa strategi keluarnya?" tambah Jordan.

Sengketa utama kedua negara masih berpusat pada hak kontrol jalur logistik Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi adanya kemajuan teknis dalam pengelolaan lalu lintas laut.

“Berguna, dan kemajuan telah dicapai,” jelas Esmaeil Baghaei mengenai perkembangan dialog tersebut.

Meski dialog teknis berjalan positif, ketidakpercayaan mendalam masih membayangi ingatan diplomatik Teheran. Pihak Iran menilai upaya perdamaian sebelumnya kerap dimanfaatkan musuh untuk melakukan serangan mendadak.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS menegaskan bahwa blokade laut terhadap armada Iran tetap berlaku penuh. Pihak militer Washington telah mencegat belasan kapal komersial yang melintasi jalur laut strategis tersebut.

Garda Revolusi Islam Iran menanggapi blokade tersebut dengan menahan enam kapal yang mencoba menerobos wilayah perairan. Insiden ledakan tanker akibat ranjau laut turut memperkeruh risiko eskalasi di Selat Hormuz.

Konflik bersenjata ini berakar dari perang terbuka yang digencarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Ketegangan memuncak saat Iran menerapkan kontrol ketat di Selat Hormuz berdasarkan nota kesepahaman durasi 60 hari, sementara AS menolak klaim kekuasaan tunggal Teheran atas jalur energi dunia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Mobil Listrik China Selamatkan Dunia dari Bencana Krisis Minyak

Bagaimana Mobil Listrik China Selamatkan Dunia dari Bencana Krisis Minyak

Otomotif | Senin, 27 Juli 2026 | 12:39 WIB

Ranjau Laut Iran Makan Korban, Kapal Tanker Meledak karena 'Bandel' Tak Ikut Aturan Ini

Ranjau Laut Iran Makan Korban, Kapal Tanker Meledak karena 'Bandel' Tak Ikut Aturan Ini

News | Senin, 27 Juli 2026 | 12:23 WIB

Mengejutkan! Amerika Hapus Prajurit Tewas karena Serangan Iran dari Catatan Perang Resmi, Kenapa?

Mengejutkan! Amerika Hapus Prajurit Tewas karena Serangan Iran dari Catatan Perang Resmi, Kenapa?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 12:10 WIB

Terkini

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

7 Cara Mengakhiri Hubungan Kerja yang Benar dan Tetap Profesional, Bukan Asal Pecat

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

×