Jangan Jauhi Anak dengan HIV, Hak Mereka Tak Boleh Hilang karena Stigma

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 27 Juli 2026 | 13:24 WIB
Jangan Jauhi Anak dengan HIV, Hak Mereka Tak Boleh Hilang karena Stigma
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta penghentian diskriminasi terhadap ratusan anak penderita HIV di Sidoarjo pada Senin (27/7/2026).
  • Dinas Kesehatan Sidoarjo menyatakan 522 kasus HIV pada anak dan remaja merupakan data kumulatif sejak tahun 2001.
  • Negara dan masyarakat wajib menjamin pemenuhan hak kesehatan, pendidikan, serta perlindungan bagi seluruh anak penderita HIV tanpa diskriminasi.

Suara.com - Ramainya sorotan terhadap data anak dan remaja yang hidup dengan HIV di Kabupaten Sidoarjo mendorong Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengingatkan pentingnya menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap anak yang hidup dengan HIV (ADHA).

Sebelumnya, data Yayasan Delta Crisis Center (DCC) menyebut terdapat 522 anak dan remaja yang hidup dengan HIV di Sidoarjo. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo kemudian menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan data kumulatif sejak 2001, bukan jumlah kasus aktif saat ini.

Merespons isu tersebut, Arifah menegaskan bahwa upaya pencegahan penularan HIV pada anak harus menjadi perhatian bersama. Selain memperkuat langkah pencegahan, seluruh pihak juga diminta memastikan anak yang hidup dengan HIV tidak mengalami stigma maupun diskriminasi.

"Anak-anak harus memperoleh perlindungan maksimal agar tidak tertular HIV. Berbagai upaya pencegahan, termasuk pencegahan penularan dari ibu ke anak, perlu terus diperkuat melalui edukasi, deteksi dini, akses layanan kesehatan, dan pendampingan yang berkesinambungan," ujar Arifah kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Ia menekankan bahwa ketika seorang anak hidup dengan HIV, negara dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh hak anak tetap terpenuhi, mulai dari hak atas kesehatan, pendidikan, pengasuhan, hingga perlindungan dari diskriminasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Yang harus kita jauhi adalah virusnya, bukan orangnya. Anak yang hidup dengan HIV tidak boleh dikucilkan, didiskriminasi, ataupun kehilangan haknya atas pendidikan, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan," tegasnya.

Arifah juga menegaskan bahwa pemenuhan hak anak yang hidup dengan HIV tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan. Mereka juga harus tetap dapat mengakses pendidikan tanpa penolakan maupun perlakuan diskriminatif, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi.

"Oleh karena itu, penanganan anak yang hidup dengan HIV tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga harus mencakup dukungan psikososial, lingkungan yang inklusif, serta perlindungan dari stigma dan diskriminasi," tuturnya.

Ia menambahkan, masih kuatnya stigma terhadap anak yang hidup dengan HIV menunjukkan bahwa literasi masyarakat mengenai cara penularan HIV masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari, seperti belajar bersama di sekolah, berjabat tangan, berpelukan, bermain bersama, berbagi makanan, maupun menggunakan fasilitas umum yang sama.

baca juga

"Perlindungan anak bukan hanya memastikan mereka memperoleh pengobatan yang berkelanjutan, tetapi juga memastikan mereka diterima, dihormati, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan terbaik. Ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita wujudkan," tutup Arifah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

Health | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:07 WIB

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:13 WIB

Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya

Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya

Video | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

×