Mahasiswa Universitas Islam Gaza di Tengah Gempuran Israel: Kami Kuliah di Rumah Sakit

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 Juli 2026 | 12:48 WIB
Mahasiswa Universitas Islam Gaza di Tengah Gempuran Israel: Kami Kuliah di Rumah Sakit
Universitas Islam Gaza (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Universitas Islam Gaza mendirikan lima cabang darurat untuk melanjutkan kegiatan perkuliahan mahasiswa.

  • Mahasiswa kedokteran menjalani pelatihan praktikum langsung di ruang perawatan darurat rumah sakit.

  • Blokade impor peralatan medis memicu tantangan besar dalam merekonstruksi fasilitas laboratorium kampus.

Suara.com - Civitas akademika Universitas Islam Gaza mengoperasikan 5 kampus darurat untuk menyelamatkan masa depan pendidikan para mahasiswa. Langkah terobosan ini memutus hambatan geografis dan ancaman keselamatan di wilayah gempuran serangan Israel.

Kerusakan masif pada gedung utama tidak menghentikan proses pementoran calon tenaga medis dan insinyur. Pengelola kampus menggabungkan simulasi digital dengan praktik lapangan langsung di fasilitas kesehatan setempat.

Langkah adaptasi ini memunculkan tradisi baru pembelajaran ikhtiar medis di tengah krisis kemanusiaan. Mahasiswa kedokteran kini belajar langsung di samping tempat tidur pasien rumah sakit yang sesak.

Sebuah bangunan hancur di kawasan Gaza Palestina (news of Bahrain)
Sebuah bangunan hancur di kawasan Gaza Palestina (news of Bahrain)

Infrastruktur akademik hancur lebur akibat agresi militer yang meratakan fasilitas riset utama sejak Oktober 2023. Bombardir udara merusak 19 gedung pendidikan, 500 ruang kelas, dan 200 laboratorium sains.

Perpustakaan pusat kehilangan 240 ribu koleksi buku serta referensi ilmiah berharga akibat pengeboman. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Abdulraouf Ali al-Manama, menyebut periode ini sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah universitas.

Al-Manama menegaskan serangan militer menyisakan puing-puing universitas yang hancur total. Kampus juga kehilangan ribuan peralatan medis penting yang terkumpul selama 5 dekade.

Gedung yang tersisa terpaksa beralih fungsi menjadi tempat pengungsian warga sipil Gaza. Pemadaman listrik berkepanjangan serta gangguan jaringan internet memperparah tantangan proses belajar mengajar.

Kerusakan laboratorium memaksa materi praktikum dialihkan ke format rekaman eksperimen virtual. Mahasiswa kedokteran seperti Deema Muhaisen kehilangan ruang belajar permanen sejak Desember 2023.

Muhaisen membagikan pengalamannya belajar di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan.

baca juga

"Dalam banyak kasus, kami menerima kuliah di sudut-sudut rumah sakit dan di antara ruang pasien, berkumpul di sekitar dokter, di tempat-tempat yang tidak menyediakan persyaratan minimum untuk lingkungan pendidikan," ungkapnya, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (28/7/2026).

Ia merindukan atmosfer praktikum klinis yang ideal di bawah bimbingan langsung dosen akademis.

"Hal yang paling saya rindukan adalah interaksi klinis secara teratur dengan pasien di bawah pengawasan akademis, karena pengalaman ini merupakan fondasi untuk membangun keterampilan dan rasa percaya diri seorang mahasiswa kedokteran," tutur Muhaisen.

Para dokter ahli terfokus penuh menangani korban luka akibat gempuran yang terus berlanjut. Kondisi ini mendorong Muhaisen menjadi relawan di unit perawatan darurat dan bedah.

Inisiatif mandiri tersebut membantunya mengasah keterampilan medis secara nyata di lapangan.

"Saya mulai membantu di ruang operasi, memantau banyak pasien setelah operasi, dan merespons kebutuhan serta kekhawatiran mereka. Ini memberi saya pengalaman praktis yang mendalam dan memperkuat rasa tanggung jawab saya," paparnya.

Ketiadaan alat praktikum di kelas menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pengelola laboratorium kampus. Koordinator Laboratorium, Yassin al-Nounou, menyoroti lebarnya jurang antara teori dan praktik saat ini.

Al-Nounou mengenang masa sebelum konflik meluas ketika fasilitas kampus masih lengkap.

"Mahasiswa dulu mempelajari alat tersebut, memahami detailnya, cara kerjanya, dan cara menggunakannya, sehingga mereka mampu bekerja dengannya saat memasuki pasar kerja. Hari ini, tidak ada peralatan dan tidak ada laboratorium seperti yang ada sebelumnya," tegasnya.

Para mahasiswa sempat dilanda kecemasan menghadapi dunia kerja tanpa memegang alat laboratorium langsung.

"Selama periode ini, mahasiswa mulai merasa cemas karena mereka bertanya: 'Bagaimana kita akan bekerja dengan sesuatu yang belum pernah kita lihat secara nyata? Bagaimana kita akan menangani alat yang belum pernah kita berdirikan di depannya atau gunakan dengan tangan kita sendiri?'" kata al-Nounou.

Pihak kampus menyiasati kecemasan tersebut lewat kerja sama erat bersama rumah sakit lokal. Mahasiswa mendapat akses praktikum lapangan langsung untuk menyeimbangkan pemahaman teori yang didapat secara daring.

Pendirian lima cabang kampus darurat menjadi solusi praktis memangkas bahaya perjalanan mahasiswa. Strategi ini membantu menembus keterbatasan mobilitas di seluruh titik Jalur Gaza.

Kendati demikian, pemulihan total sistem pendidikan masih terhambat blokade impor peralatan medis. Bahan bangunan dan suku cadang sulit menembus pintu masuk menuju Gaza.

Penilaian Kementerian Pendidikan Palestina bersama UNESCO mencatat hancurnya mayoritas perguruan tinggi Gaza sejak 2023. Ratusan laboratorium spesialis kehilangan fungsi operasional akibat hancurnya sarana pendukung.

Semangat membangun kembali sumber daya manusia tetap menjadi pilar utama pemulihan Gaza.

"Berinvestasi dalam pendidikan hari ini adalah investasi dalam pemulihan, karena membangun kembali manusia tidak kalah pentingnya daripada membangun kembali batu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha

Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:05 WIB

Wajib Dihindari! Ini 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa saat KKN

Wajib Dihindari! Ini 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa saat KKN

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:49 WIB

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

Mau Akhiri Perang, Israel dan Lebanon Akan Berunding di Roma Pekan Depan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:21 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×