Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, DPR Disebut Masih Punya Kewenangan Menggagalkan

Vania Rossa

Rabu, 29 Juli 2026 | 14:34 WIB
Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, DPR Disebut Masih Punya Kewenangan Menggagalkan
Praktisi Hukum, Todung Mulya Lubis menyampaikan keterangan sebagai ahli di PTUN Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Todung Mulya Lubis menyatakan perjanjian tarif dagang Indonesia dan Amerika Serikat dapat dibatalkan jika DPR tidak meratifikasinya.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang PTUN Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026, atas gugatan koalisi masyarakat sipil.
  • Todung menilai perjanjian itu timpang karena memuat beban kewajiban yang sangat tidak seimbang bagi Indonesia.

Suara.com - Pakar hukum internasional Todung Mulya Lubis menilai peluang untuk membatalkan perjanjian tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih terbuka. Menurutnya, kesepakatan tersebut belum berlaku apabila belum diratifikasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hal itu disampaikan Todung saat menjadi saksi ahli dari pihak penggugat dalam sidang lanjutan perkara Nomor 96/G/TF/2026/PTUN.JKT di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Todung mencontohkan langkah Pemerintah Malaysia yang membatalkan perjanjian serupa setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat menganulir kebijakan tarif sepihak yang dikeluarkan Presiden Donald Trump.

Ia juga mengkritik pemerintah karena dinilai terlalu cepat menyepakati perjanjian tersebut tanpa melalui proses partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation).

"Begitu cepat. Saya tidak bisa membayangkan kok bisa secepat itu," kata Todung di hadapan majelis hakim.

Menurut Todung, setiap kebijakan pemerintah yang berdampak luas terhadap masyarakat semestinya disusun secara hati-hati dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

"Seharusnya tidak cepat-cepat, lebih hati-hati, dan melibatkan stakeholders sebanyak mungkin," ujarnya.

Todung juga menyoroti substansi perjanjian yang dinilainya tidak seimbang. Ia menyebut Indonesia dibebani sekitar 210 kewajiban, sementara Amerika Serikat hanya memiliki delapan kewajiban.

"Ada ketimpangan yang sangat tajam. Ketimpangan ini akan semakin bisa kita rasakan jika melihat pasal demi pasal. Kok, betul-betul jomplang?" katanya.

baca juga

Selain dinilai timpang, Todung mengkhawatirkan implementasi perjanjian tersebut akan semakin membebani kemampuan fiskal pemerintah di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Ia juga menilai sejumlah klausul yang memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di Indonesia berpotensi melemahkan daya saing ekonomi nasional.

Meski demikian, Todung menegaskan nasib perjanjian tersebut masih bergantung pada proses ratifikasi di DPR.

"Nah, kalau DPR tidak meratifikasi, keputusannya tidak berlaku," kata Todung kepada wartawan usai persidangan.

Sebelumnya, koalisi masyarakat sipil menggugat Presiden Prabowo Subianto ke PTUN Jakarta terkait kebijakan kerja sama tarif dagang atau Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat yang disepakati pada Maret 2026.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara

Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:42 WIB

Trump Berlakukan Tarif Baru, Produk Indonesia Kena Bea Masuk 10% Mulai Hari Ini

Trump Berlakukan Tarif Baru, Produk Indonesia Kena Bea Masuk 10% Mulai Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:54 WIB

Saiful Mujani Sambangi Polda Metro Siap Klarifikasi Tuduhan Makar: Bukti di Kepala!

Saiful Mujani Sambangi Polda Metro Siap Klarifikasi Tuduhan Makar: Bukti di Kepala!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, DPR Disebut Masih Punya Kewenangan Menggagalkan

Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, DPR Disebut Masih Punya Kewenangan Menggagalkan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:34 WIB

Mengintip Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold8, Lengkap dengan Harganya

Mengintip Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold8, Lengkap dengan Harganya

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:30 WIB

Review Film Office Romance: Tontonan Ringan dengan Pesan Karier dan Cinta

Review Film Office Romance: Tontonan Ringan dengan Pesan Karier dan Cinta

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:25 WIB

Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal

Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:25 WIB

Hubungan Anak Laki-Laki dan Ayah Jarang Dekat? Bapakmu Kiper Angkat Kisah Nyata yang Relate Banget

Hubungan Anak Laki-Laki dan Ayah Jarang Dekat? Bapakmu Kiper Angkat Kisah Nyata yang Relate Banget

Entertainment | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:22 WIB

Informasi Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Tuan Rumah, Peserta, dan Regulasi

Informasi Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Tuan Rumah, Peserta, dan Regulasi

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:20 WIB

Tayang 7 Agustus, The Last House Suguhkan Thriller Survival Penuh Misteri

Tayang 7 Agustus, The Last House Suguhkan Thriller Survival Penuh Misteri

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:20 WIB

Ungguli IU, Lee Min-ho Jadi Artis Korea Favorit Selama 13 Tahun Beruntun

Ungguli IU, Lee Min-ho Jadi Artis Korea Favorit Selama 13 Tahun Beruntun

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:20 WIB

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Lipstik Nude? Ini Tips Memilihnya agar Tak Pucat dan Kusam

Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Lipstik Nude? Ini Tips Memilihnya agar Tak Pucat dan Kusam

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:15 WIB

Kapan Mulai Pasang Bendera Merah Putih? Simak Aturan Resmi dan Tata Cara Pengibarannya

Kapan Mulai Pasang Bendera Merah Putih? Simak Aturan Resmi dan Tata Cara Pengibarannya

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:10 WIB

×