Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:45 WIB
Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi
Gedung Kementerian Luar Negeri di Jakarta Pusat. [Suara.com/Adhitya Himawan]
baca 10 detik
  • Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan Indonesia dan ASEAN secara konsisten mendorong perdamaian serta denuklirisasi melalui forum ARF pada Juli 2026.
  • Kim Yo Jong mengecam seruan denuklirisasi ASEAN dalam forum ARF dan menuding negara anggota bertindak sebagai corong kepentingan Amerika Serikat.
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membela kepemilikan senjata nuklir Korea Utara dalam pertemuan keamanan regional di Filipina.

Sekretaris Luar Negeri Filipina, Theresa P Lazaro, yang memimpin acara tersebut, menyampaikan dalam pernyataan resminya mengenai "keprihatinan mendalam atas pengembangan senjata nuklir dan program rudal balistik RRDK yang terus berlanjut" yang dianggap melanggar sanksi PBB

Dalam dokumen tersebut, Lazaro menggarisbawahi bahwa ambisi nuklir Korea Utara merupakan "perkembangan mengkhawatirkan yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan."

Lebih lanjut, Lazaro menyatakan negara-negara anggota mendesak untuk "melanjutkan dialog damai di antara semua pihak yang berkepentingan demi mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang terdenuklirisasi."

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom/am.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom/am.

Kim Yo Jong tidak menahan diri dalam menanggapi seruan tersebut. Ia secara terbuka menyatakan "ketidakpuasannya terhadap sikap bermusuhan forum tersebut yang secara terang-terangan sejalan dengan gembar-gembor AS tentang 'denuklirisasi'."

Menurut Kim, tuntutan tersebut bertentangan dengan konstitusi RRDK yang telah menetapkan status negara itu sebagai negara bersenjata nuklir

Kim menggambarkan forum ASEAN tersebut sebagai "corong bayaran untuk AS." Ia menekankan bahwa kepatuhan terus-menerus terhadap tujuan denuklirisasi hanyalah "mimpi liar yang bodoh dan konyol" yang kini telah kehilangan semua maknanya di mata Pyongyang.

"Teguh dan jelas adalah pendirian RRDK, bahwa penjera nuklir adalah perisai pamungkas bagi kedaulatan nasional dan jaminan tertinggi untuk membela kedaulatan," tegas Kim Yo Jong.

Ia juga menambahkan, Pyongyang akan terus memperluas kemampuan nuklirnya "tanpa penundaan."

Dukungan Rusia dan Eskalasi Global

baca juga

Pernyataan Kim Yo Jong ini muncul di saat yang krusial, bertepatan dengan peringatan ke-73 tahun kemenangan Korea Utara dalam Perang Korea 1950-1953, sebuah peristiwa yang dirayakan secara besar-besaran di Pyongyang dan dihadiri langsung oleh Kim Jong Un.

Namun, yang paling menarik perhatian pengamat politik internasional adalah dukungan yang diberikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

Di sela-sela pertemuan ASEAN, Lavrov membela upaya Korea Utara untuk memperluas persenjataan militer dan nuklirnya.

Lavrov berargumen, Pyongyang tidak melihat alternatif lain selain mengandalkan senjata nuklir untuk mempertahankan kedaulatannya dari apa yang mereka persepsikan sebagai ancaman Barat.

Kehadiran Rusia sebagai pembela Korea Utara di panggung ASEAN menunjukkan pergeseran geopolitik yang signifikan, di mana Moskow dan Pyongyang semakin mempererat aliansi strategis mereka di tengah isolasi internasional yang dialami kedua negara.

Di sisi lain, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang tetap solid pada posisi mereka. Para menteri luar negeri ketiga negara tersebut menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencapai denuklirisasi total di Semenanjung Korea.

Mereka memandang bahwa senjata nuklir Korut adalah ancaman eksistensial bagi keamanan global.

Menariknya, situasi di internal Korea Selatan sendiri sempat menunjukkan sinyal yang beragam.

Menteri Unifikasi Korea Selatan, Chung Dong-young, sempat menyatakan Seoul mungkin tidak lagi mengejar denuklirisasi Korea Utara sebagai tujuan segera

Sebaliknya, ia menyarankan prioritas pada strategi "perdamaian didahulukan" yang berpusat pada pembicaraan pengendalian senjata.

Namun, sikap ini tampak kontras dengan pernyataan bersama trilateral yang dikeluarkan bersama AS dan Jepang.

Korea Utara sendiri menunjukkan ketertarikan yang semakin menurun terhadap mekanisme diplomasi regional.

Meskipun sempat mengirim perwakilan ke ASEAN Regional Forum pada tahun 2024, mereka telah melewatkan pertemuan-pertemuan setelahnya, lebih memilih komunikasi langsung melalui retorika keras atau hubungan bilateral dengan negara-negara sekutu kuat seperti Rusia dan China.

Dengan penegasan terbaru dari Kim Yo Jong ini, harapan untuk menghidupkan kembali dialog denuklirisasi dalam waktu dekat tampaknya semakin tipis.

Pyongyang justru terlihat semakin percaya diri dengan status nuklirnya, terutama dengan adanya dukungan diplomatik dari kekuatan besar seperti Rusia yang bersedia menantang narasi dominan Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto

KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:22 WIB

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:21 WIB

Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS

Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:03 WIB

Femas Yani Arianto, WNI yang Kabur dari Rombongan Wisata di Korsel Diduga Overstay

Femas Yani Arianto, WNI yang Kabur dari Rombongan Wisata di Korsel Diduga Overstay

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:22 WIB

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB

Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara

Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 11:00 WIB

Kim Jong Un Tiba-tiba Senggol Jepang: Negara yang Kalah Perang di Asia

Kim Jong Un Tiba-tiba Senggol Jepang: Negara yang Kalah Perang di Asia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

×