- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menanggapi video viral pelatihan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan pada Jumat, 31 Juli 2026.
- Video yang diunggah akun Instagram @melaniesubono tersebut memperlihatkan peserta pelatihan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api.
- Charles mendesak BPJS Ketenagakerjaan segera mengklarifikasi relevansi pelatihan ekstrem itu dengan tugas pokok pegawai agar tidak berujung korban jiwa.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menanggapi keras video viral yang beredar di media sosial terkait proses pelatihan yang diduga melibatkan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam video yang salah satunya diunggah oleh akun Instagram @melaniesubono, terlihat sejumlah peserta berjalan tanpa alas kaki di atas bara api.
Charles mengaku heran dengan metode pelatihan yang diterapkan oleh berbagai lembaga negara saat ini.
“Saya bingung ya melihat bagaimana pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh banyak lembaga negara saat ini. Seringkali tidak ada kaitannya dengan tugas yang akan dijalankan di tempat penugasan," ujar Charles kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).
Ia menilai kegiatan fisik yang ekstrem tersebut sering kali tidak memiliki kaitan langsung dengan beban kerja atau tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang akan dihadapi pegawai di kantor.
"Manager KDMP misalnya dilatih pakai senjata dan merangkak-merangkak di got. Ini lagi pekerja BPJS Ketenagakerjaan diminta jalan di atas api. Ya… mungkin ini bagian dari mengedukasi apa saja resiko bekerja. Mungkin di luar sana ada pekerjaan yang harus berjalan melewati bara api,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu mendesak pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan dan relevansi kegiatan "jalan di atas api" tersebut bagi para calon pegawai.
"Saya berharap ada klarifikasi ya dari pihak BPJS terkait hal ini. Apa korelasi dari kegiatan tersebut dengan tugas yang akan dijalankan. Jangan sampai kegiatan seperti ini akhirnya menjadi standar pelatihan di lembaga-lembaga lain," ungkapnya.
Charles juga mengungkapkan kekhawatirannya apabila model pelatihan semacam ini terus dinormalisasi dan menjadi standar di lembaga-lembaga lain, terutama mengingat adanya preseden buruk dalam pelatihan lembaga negara sebelumnya yang memakan korban jiwa.
"Kita tentu tidak ingin melihat seperti kasus pelatihan di program KDMP yang berujung pada meninggalnya beberapa peserta pelatihan. Jadi, baik di lembaga ini maupun di lembaga lainnya saya berharap semua bentuk pelatihan harus relevan dengan tugas yang akan dijalankan,” tegasnya.
Sebelumnya, beredar video viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @melaniesubono yang memperlihatkan sejumlah peserta yang diduga calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan berjalan tanpa alas kaki di atas bara api.
"Skil penting calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus bisa jalan di atas api. Kira-kira berapa budget pelatihan ini?," tulis akun tersebut.
Berdasarkan video yang dilihat Suara.com, para peserta mengenakan seragam hijau lengan panjang, celana hitam, topi, dan tanda pengenal. Mereka tampak mengikuti pelatihan di area terbuka.
Sebelum melintasi bara api, para peserta meneriakkan yel-yel, "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya". Setelah berhasil melewati bara api, kaki mereka langsung dicelupkan ke ember berisi air.
Video itu juga memperlihatkan sejumlah pria mengenakan seragam loreng. Salah satunya terlihat menyemprotkan cairan yang diduga sebagai bahan bakar ke bara api sebelum peserta berjalan di atasnya.