Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah

Bella, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB
Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah
Ilustrasi Praktik Open Dumping (Pexels/Tom Fisk)
baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghentikan praktik open dumping di TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026.
  • Daerah penyangga Jabodetabek didorong segera memperbaiki infrastruktur TPA dan meniru langkah modernisasi pengelolaan sampah Jakarta.
  • Transformasi pengelolaan sampah nasional memerlukan sistem pemilahan dari sumber, pengolahan energi, serta penegakan hukum tegas.

Suara.com - Kota-kota penyangga di kawasan Jabodetabek didorong untuk segera meniru langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membenahi sistem pengelolaan sampah.

Dorongan itu disampaikan menyusul kebijakan DKI Jakarta menghentikan praktik open dumping di TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026.

Pengamat tata kota Yayat Supriyatna menilai kebijakan tersebut merupakan langkah tepat yang sejalan dengan arah transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kebijakan untuk menghentikan open dumping sudah bagus, itu sudah lama. Open dumping itu kan hanya membangun gunung sampah, mengumpulkan limbah, dan tidak membuat nilai tambah,” kata Yayat, Jumat (31/7/2026).

Pengamat tata kota Yayat Supriyatna. [Suara.com/Adiyoga]
Pengamat tata kota Yayat Supriyatna. [Suara.com/Adiyoga]

Ia menyoroti daerah penyangga seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang yang masih menghadapi persoalan mendasar dalam pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA) serta keterbatasan infrastruktur layanan persampahan.

“Daerah penyangga masih lemah dalam pengelolaan TPA-nya dan lemah dalam daya dukung infrastruktur layanan,” lanjut Yayat.

Penghentian open dumping di Bantargebang merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mengakhiri praktik pembuangan sampah secara terbuka yang selama ini menjadi sumber pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas kesehatan masyarakat sekitar.

Sejalan dengan itu, DKI Jakarta tengah mengembangkan pendekatan controlled landfill sekaligus menyiapkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

Yayat berharap sampah ke depan tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang bernilai ekonomi.

baca juga

“Kalau nanti ada PLES (Pembangkit Listrik Energi Sampah), itu bisa menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. Jadi sampah tidak sekadar sampah, tapi bagian dari sampah diubah menjadi energi. Itu kan bisa meniru pola Singapura yang berhasil mengolah sampah menjadi energi pembangkit listrik,” terangnya.

Namun, Yayat mengingatkan keberhasilan transformasi ini tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas pengolahan.

Sistem pemilahan sampah dari sumbernya, menurut Yayat, harus berjalan seiring dengan perubahan ekosistem layanan persampahan secara menyeluruh.

“Pemilahan-pemilahan sampah itu sebetulnya, berapa besar dia memberikan dorongan kepada masyarakat, kalau ekosistem pelayanannya belum berubah. Masyarakat mau aja memilah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan berbasis masyarakat, termasuk pendekatan door-to-door service dalam penjemputan sampah terpilah.

“Terobosan-terobosannya harus menjadi gerakan komunitas, gerakan dari masyarakat,” tutur Yayat.

Tantangan terbesar pengelolaan sampah di Indonesia bukan hanya soal infrastruktur, melainkan perubahan perilaku masyarakat.

“Jadi, pertanyaan yang paling menarik dari semua ini adalah gerakan itu menjadi gerakan budaya, bukan gerakan struktur. Kalau gerakan struktur itu ibaratnya kembali pemerintah harus terus turun tangan,” ucap Yayat.

Untuk mempercepat perubahan itu, kombinasi antara insentif bagi masyarakat yang inovatif dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran pengelolaan sampah sangat diperlukan.

“Kalau perlu, nanti kalau nggak sadar, ya udah. Buat gerakan dengan sanksi hukum yang tinggi supaya ada efek jera. Dan efek jera itu memberikan perubahan. Atau ada insentif. Siapa yang inovatif, dapat insentif sebagai bentuk apresiasi dari kreativitas mereka,” imbau Yayat.

Sebagai catatan, Pemprov DKI Jakarta saat ini menjalankan pendekatan pengelolaan sampah melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, yang mengubah pola angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Posko Pengaduan Rakyat, Harapan Baru bagi Warga Bersengketa Tanah di Jakarta

Posko Pengaduan Rakyat, Harapan Baru bagi Warga Bersengketa Tanah di Jakarta

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:02 WIB

61 Ribu Siswa Jakarta Belum Nikmati Sekolah Gratis

61 Ribu Siswa Jakarta Belum Nikmati Sekolah Gratis

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:58 WIB

Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?

Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:50 WIB

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:48 WIB

Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak

Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:35 WIB

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:00 WIB

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:47 WIB

Jakarta Triathlon 2026 Siap Ramaikan Perayaan 5 Abad Jakarta

Jakarta Triathlon 2026 Siap Ramaikan Perayaan 5 Abad Jakarta

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:00 WIB

Mobil Listrik Bakal Kena Pajak di Jakarta, Mengapa Sekarang? Siapa yang Terdampak?

Mobil Listrik Bakal Kena Pajak di Jakarta, Mengapa Sekarang? Siapa yang Terdampak?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:16 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×