Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:32 WIB
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
Salah satu siswa difabel yang mengikuti pelatihan batik di Najiha Batik, Jumat (31/7/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Najihah Batik mengadakan pelatihan membatik teknik ciprat bagi penyandang disabilitas di Desa Tampo pada Jumat, 31 Juli 2026.
  • Tim UGM menyerahkan e-modul panduan membatik adaptif kepada sekolah agar pelatihan keterampilan kerja dapat terus berlanjut secara mandiri oleh para guru.
  • Najihah Batik memasarkan produk layak jual dan menggaji secara profesional para penyandang disabilitas untuk membantu mereka memasuki dunia kerja.

Suara.com - Selembar kain putih di tangan anak-anak penyandang disabilitas perlahan berubah menjadi karya batik penuh warna. Di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, proses membatik bukan hanya menjadi aktivitas seni.

Kesenian itu juga membuka harapan baru agar mereka memiliki bekal keterampilan untuk memasuki dunia kerja.

Program tersebut merupakan langkah kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Najihah Batik melalui pelatihan membatik dengan teknik adaptif menggunakan metode ciprat.

Pelatihan itu diikuti 25 penyandang disabilitas dari tiga sekolah di wilayah Kecamatan Cluring dan sekitarnya. Berbeda dengan pelatihan membatik pada umumnya yang mengandalkan canting, kali ini peserta diajak menggunakan teknik ciprat yang dinilai lebih ramah bagi berbagai ragam disabilitas sekaligus memberi ruang untuk mengekspresikan kreativitas tanpa terikat pola tertentu.

Anggota Tim KKN-PPM UGM Banyuwangi, Febriano Agung Nugroho, mengatakan program tersebut lahir sebagai respons atas masih terbatasnya kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, Desa Tampo yang telah ditetapkan sebagai desa tematik batik memiliki potensi menjadi pusat pelatihan membatik bagi penyandang disabilitas.

"Kami hendak memunculkan satu unique selling point dari desa ini bahwa kalau bisa ke depannya ini menjadi satu pusat pelatihan membatik bagi teman-teman difabel," kata Agung saat ditemui di lokasi KKN, Jumat (31/7/2026).

Tak sekadar pelatihan, tim KKN turut menyusun e-modul membatik adaptif yang nantinya diserahkan kepada sekolah-sekolah luar biasa (SLB).

Modul tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi guru maupun pendamping sehingga pelatihan tidak selalu bergantung pada kehadiran perajin batik.

baca juga

"Kami membuat e-modul ini sebagai satu solusi bahwa mereka tidak perlu mendatangkan atau datang ke pengrajin, tapi mereka sudah ada panduannya," ujarnya.

Teknik Ciprat Dipilih agar Lebih Inklusif
Agung menuturkan bahwa pemilihan teknik ciprat merupakan hasil evaluasi dari program tahun sebelumnya. Saat itu, pelatihan menggunakan teknik canting, namun belum mampu mengakomodasi seluruh peserta disabilitas.

Teknik ciprat dinilai lebih mudah diterapkan sekaligus memberi kebebasan bagi peserta untuk menuangkan ekspresi mereka ke dalam karya.

"Teknik ciprat karena ini relatif bisa dilakukan oleh semua teman-teman disabilitas. Selain itu mampu mengeksplorasi ekspresi mereka tanpa ada satu batasan mereka harus mengikuti motif-motif tertentu," tandasnya.

Pemilik Najihah Batik sekaligus Ketua TP PKK Desa Tampo, Umi Najikhah Fikriyah, menyebut inovasi tersebut menjadi pembeda program KKN tahun ini.

Menurutnya, keberadaan e-modul juga akan memudahkan guru ketika terjadi pergantian tenaga pendidik sehingga proses pembelajaran membatik tetap dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Salah satu yang membuat KKN tahun ini berbeda adalah mereka juga punya kreasi e-modul itu. Jadi itu bisa dipakai sebagai acuan bagi guru-guru disabilitas," ujar Umi.

Berharap Tak Berhenti di Pelatihan
Umi mengatakan Najihah Batik telah memberdayakan penyandang disabilitas sejak lima tahun terakhir. Baginya, tantangan terbesar bukan menggelar pelatihan, melainkan memastikan hasil karya mereka benar-benar memiliki nilai ekonomi.

Oleh karena itu, produk batik karya penyandang disabilitas ikut dipasarkan melalui galeri batik miliknya dan para pembuatnya pun dibayar secara profesional ketika hasilnya layak jual.

"Kita berusaha agar program ini tidak berhenti di pelatihan saja... kita punya galeri, jadi kita jualkan juga produknya," ucapnya.

Saat ini terdapat empat pekerja penyandang disabilitas yang berkarya di Najihah Batik bersama 12 pekerja lainnya. Bahkan, menurut Umi, beberapa produk batik karya penyandang disabilitas telah diminati pembeli sebelum seluruh proses produksinya selesai.

"Jadi sebenarnya sebuah preseden baik bagi difabel ketika memang ada yang merekrut mereka tidak hanya sebatas memanfaatkan mereka untuk buat program acara pelatihan," tandasnya.

Harapan serupa turut disampaikan Kepala SLB Negeri Tamanagung, Pipit Suparlin. Ia menilai membatik bukan sekadar keterampilan vokasional.

Menurutnya, membatik merupakan sarana membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, melatih fokus, hingga mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja.

"Membatik ini tidak hanya sekadar kegiatan vokasional, tetapi membatik ini juga bisa memberikan pembelajaran terutama penanaman karakter bagi siswa-siswi kami," ungkap Pipit.

SLB Negeri Tamanagung sendiri telah bermitra dengan Najihah Batik selama sekitar tiga tahun. Sejumlah alumninya bahkan telah diterima bekerja di dunia usaha.

Salah satu peserta pelatihan, Niza Aulia Sari, siswi kelas XII SMP, mengaku menikmati proses belajar membatik dan ingin terus menekuni keterampilan tersebut setelah lulus sekolah.

"Mau membatik (setelah lulus)," ucap Niza dengan bahasa isyarat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Dari Atas Kursi Roda, Yuda Tak Lelah Berburu Mimpi di Job Fair Yogyakarta

Dari Atas Kursi Roda, Yuda Tak Lelah Berburu Mimpi di Job Fair Yogyakarta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:14 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Tradisi Petik Laut Muncar, Wujud Syukur Nelayan Banyuwangi kepada Laut

Tradisi Petik Laut Muncar, Wujud Syukur Nelayan Banyuwangi kepada Laut

Foto | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:00 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi

Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:04 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri

Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:17 WIB

Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:54 WIB

Ribuan Kendaraan Barang Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang

Ribuan Kendaraan Barang Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang

Foto | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:46 WIB

Terkini

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:47 WIB

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:45 WIB

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

×