Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:32 WIB
Walhi Soroti Karhutla Papua Makin Meluas di Tengah Proyek Pangan 2,5 Juta Hektare
Direktur Eksekutif Walhi Papua Mikael Primus (dok. ist)
baca 10 detik
  • Walhi Papua menyatakan titik panas pemicu karhutla meluas akibat pembukaan lahan jutaan hektare untuk PSN pangan dan energi.
  • Pemerintah pusat mempercepat pembangunan infrastruktur dan pencetakan ribuan hektare sawah baru di Merauke sepanjang Juli 2026.
  • Meluasnya potensi karhutla dan musim kemarau panjang akibat proyek tersebut berdampak langsung ke berbagai wilayah Papua.

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi)  menemukan potensi titik panas menjadi karhutla di wilayah Papua makin meluas sejak 2023. Kondisi itu makin parah akibat perluasan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan energi di Papua Selatan berjalan. 

Direktur Eksekutif Walhi Papua Mikael Primus mengaitkan kemunculan titik api ditemukan seiring pembukaan lahan dalam skala besar untuk proyek pangan di Papua Selatan yang mencapai jutaan hektare.

"Potensi titik api itu semakin muncul seketika adanya proyek strategis nasional dengan pembukaan lahan 2,5 juta hektar di wilayah Papua Selatan," kata Mikael dalam konferensi pers, Selasa (25/8/2026).

Pemerintah sendiri saat ini mengembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Papua Selatan, yang disebut sebagai salah satu PSN. 

Kawasan tersebut berpusat di Merauke dan dikembangkan untuk produksi pangan, energi, serta peternakan. Pemerintah menyebut pengembangan kawasan ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi.

Pada Juli 2026, pemerintah melaporkan pembangunan kawasan tersebut terus dipercepat. Infrastruktur yang dikerjakan antara lain jalan, pelabuhan, bandara, irigasi, serta pembukaan sawah baru di kawasan Wanam, Merauke. Pemerintah juga menargetkan pengembangan sawah baru secara bertahap.

Menurut Mikael, persoalan karhutla yang muncul di sekitar kawasan proyek tidak hanya berdampak terhadap Papua Selatan.

Dia menyebut dampaknya juga dirasakan di sejumlah wilayah Papua lainnya, terutama karena kondisi musim kemarau yang berlangsung panjang.

"Berdampak juga langsung ke wilayah-wilayah yang lain, terutama yang berada di Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya," ujar Mikael.

baca juga

Mikael kemudian menghubungkan kondisi tersebut dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di Tanah Papua.

"Itu berdampak juga pada musim kemarau yang panjang yang berakibat pada karhutla itu terjadi di tanah Papua," katanya.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pembangunan kawasan pangan di Papua Selatan. Pada Juli 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pembangunan kawasan tersebut menunjukkan perkembangan pesat.

Pemerintah menargetkan pencetakan sekitar 10.000 hingga 11.000 hektare sawah baru pada 2026. Selain sawah, proyek tersebut juga mencakup pengembangan perkebunan kelapa sawit, tebu, serta peternakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate

Walhi Sebut Karhutla di Papua Makin Masif, Banyak Titik Api Berada di Konsesi Food Estate

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Polisi Tangkap 3 Orang Diduga Pelaku Karhutla di Areal PT MHP OKU Timur

Polisi Tangkap 3 Orang Diduga Pelaku Karhutla di Areal PT MHP OKU Timur

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Karhutla Indonesia 2026: Mengapa Luas Kebakaran Melonjak pada Juli Hingga Agustus?

Karhutla Indonesia 2026: Mengapa Luas Kebakaran Melonjak pada Juli Hingga Agustus?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×