Ancaman Tak Terduga di Demo 27 Agustus, Boni Hargens: Waspadai Angsa Hitam

Bangun Santoso

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:48 WIB
Ancaman Tak Terduga di Demo 27 Agustus, Boni Hargens: Waspadai Angsa Hitam
Analis politik dan isu intelijen, Boni Hargens. (Ist)
baca 10 detik
  • Polri menyatakan situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
  • Boni Hargens menilai aparat keamanan nasional telah siap berkolaborasi menghadapi berbagai skenario potensi ancaman.
  • Tiga faktor risiko utama meliputi rumor publik, ketakutan masyarakat, serta kehadiran penumpang gelap dalam aksi.

Suara.com - Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merespons secara normatif rencana aksi demo 27 Agustus 2026 besok.

Kepolisian menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif serta terkendali, di tengah beredarnya berbagai rumor mengenai potensi kekacauan yang mungkin menyertai aksi tersebut.

Analis politik dan isu intelijen Boni Hargens menilai rumor seputar potensi kekacauan dalam aksi 27 Agustus merupakan bagian dari dinamika narasi di ruang publik kontemporer.

Menurutnya, rumor semacam ini tidak otomatis dimaknai sebagai ancaman nyata, tetapi tetap memerlukan respons yang proporsional dan terukur dari semua pihak.

"Polri bersama TNI dan BIN tentunya sudah memiliki strategi kolaborasi yang efektif untuk menjaga kondisi tetap aman dalam situasi kaotik apa pun yang mungkin terjadi. Apalagi, saya percaya betul dengan kinerja Pak Kapolri yang sudah terbukti selama ini sukses menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam beragam gejolak yang terjadi sejak 2024," ujar Boni Hargens dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ia meyakini aparat keamanan nasional telah memiliki kesiapan serta strategi kolaborasi yang matang dalam menghadapi berbagai skenario keamanan.

Meski begitu, kewaspadaan dinilai tidak boleh kendur walaupun situasi tampak terkendali.

Potensi 'Angsa Hitam' Dalam Sistem Keamanan

Dalam pernyataannya, Boni Hargens memperkenalkan kerangka analisis keamanan yang dikenal sebagai Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam).

baca juga

Teori dalam ilmu keamanan ini menekankan bahwa selalu ada kemungkinan terjadinya peristiwa tak terduga, bahkan ketika tidak ada preseden atau indikasi sebelumnya.

Peristiwa yang tidak dapat diprediksi namun berdampak besar dianggap selalu memiliki peluang untuk terjadi.

Logika keamanan dinilai harus senantiasa memperhitung kemungkinan ini, bahkan saat situasi tampak sepenuhnya normal dan terkendali.

Keberhasilan menjaga keamanan diharapkan tidak membuat aparat terlena. Perencanaan skenario terburuk (worst-case scenario planning) dan respons adaptif menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap momen demonstrasi berskala besar.

Boni mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, media, dan pengambil kebijakan, untuk merespons isu ini secara proporsional dengan tidak meremehkan ancaman maupun memperkeruh suasana dengan kepanikan yang tidak berdasar.

"Tentu saja kita tidak mengharapkan hal buruk terjadi, namun logika keamanan harus selalu melihat adanya peluang munculnya angsa hitam dalam setiap peluang ancaman," ujar mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA tersebut.

Tiga Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Di balik klaim situasi keamanan yang kondusif, Boni Hargens mengidentifikasi kombinasi tiga faktor risiko yang berpotensi mengubah demonstrasi normatif menjadi situasi yang kompleks dan problematis bagi keamanan nasional.

Faktor pertama adalah rumor yang beredar di ruang publik dan media sosial, yang dapat membentuk persepsi ancaman berlebihan serta memicu reaksi berantai.

Faktor kedua adalah ketakutan masyarakat yang dapat mengubah perilaku kolektif secara signifikan hingga memperparah eskalasi situasi di lapangan.

Faktor ketiga adalah potensi kehadiran penumpang gelap (free-riders) yang memanfaatkan momentum untuk kepentingan di luar agenda resmi pengunjuk rasa.

"Demonstrasi itu sendiri bisa berjalan secara normatif, namun kombinasi rumor, ketakutan masyarakat, dan kehadiran penumpang gelap dapat mengubah situasi menjadi ancaman nyata bagi keamanan nasional," ujar Boni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekening Aktif Lagi, Supriyono Ungkap Ada Surat Panggilan Polisi Jelang Aksi 27 Agustus

Rekening Aktif Lagi, Supriyono Ungkap Ada Surat Panggilan Polisi Jelang Aksi 27 Agustus

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Jelang Demo 27 Agustus, DPR Klaim Aktivitas Parlemen Tetap Berjalan Normal

Jelang Demo 27 Agustus, DPR Klaim Aktivitas Parlemen Tetap Berjalan Normal

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:46 WIB

DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis

DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk

Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Jelang Aksi di DPR, Massa AMPB Kebanjiran Donasi Logistik

Jelang Aksi di DPR, Massa AMPB Kebanjiran Donasi Logistik

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:02 WIB

'Merebut Kembali Indonesia!' GERAM Ikut Melebur Bersama Warga Pati Geruduk DPR Besok

'Merebut Kembali Indonesia!' GERAM Ikut Melebur Bersama Warga Pati Geruduk DPR Besok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:44 WIB

Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar

Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×