100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:26 WIB
100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah
Tanah longsor di Nepal - Tibet (Xinhua)
baca 10 detik
  • Hampir 100 warga China dilaporkan hilang akibat banjir bandang hebat di perbatasan Nepal.

  • Kerabat korban memadati Rumah Sakit Bir Kathmandu untuk mencari kepastian nasib keluarga mereka.

  • Luapan air bah dari hulu sungai memicu kepanikan massal hingga memutus akses komunikasi warga.

Suara.com - Hampir 100 warga negara China dilaporkan hilang di wilayah perbatasan Nepal setelah banjir bandang hebat menerjang kawasan tersebut. Kedutaan Besar China di Kathmandu kini berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk memverifikasi keselamatan para korban.

“Di daerah bencana di sisi Nepal, jumlah warga negara China yang hilang hampir 100 orang,” kata juru bicara kementerian luar negeri Lin Jian kepada wartawan.

Bencana mendadak ini memicu kepanikan massal di wilayah perlintasan batas hingga memaksa evakuasi darurat puluhan ribu penduduk. Sanak keluarga korban yang cemas kini memadati lorong-lorong Rumah Sakit Bir di Kathmandu untuk mencari kejelasan nasib anggota keluarga mereka.

Jumlah warga negara Malaysia yang hilang kontak pasca banjir bandang di Distrik Rasuwa, Nepal, melonjak tajam menjadi 55 orang. Jumlah ini melonjak signifikan setelah pihak berwenang menerima pembaruan laporan dari pihak keluarga serta agen perjalanan. (npr)
Jumlah warga negara Malaysia yang hilang kontak pasca banjir bandang di Distrik Rasuwa, Nepal, melonjak tajam menjadi 55 orang. Jumlah ini melonjak signifikan setelah pihak berwenang menerima pembaruan laporan dari pihak keluarga serta agen perjalanan. (npr)

Subash Khatani mengungkapkan kecemasannya saat memburu keberadaan kerabat terdekatnya di tengah kesimpangsiuran data korban.

“Kakak laki-laki saya Ram Sharan Rasaili termasuk di antara mereka yang hilang di Rasuwa. Itu sebabnya kami keluar mencarinya,” kata Subash Khatani kepada kantor berita AFP.

Kepanikan senada dirasakan Chitra Bahadur Nepali yang terus melacak keberadaan sang keponakan, Yubraj Sewak, seorang pengemudi kendaraan niaga. Kontak terakhir keluarga tercatat beberapa jam sebelum aliran air bah menghantam jalur transportasi utama Rasuwa.

“Keponakan saya sedang dalam perjalanan ke Rasuwa dan berkomunikasi dengan saudara perempuan saya sampai sekitar jam 8 pagi kemarin,” katanya sambil menunjukkan foto keponakannya di ponselnya.

“Kami belum mendengar kabarnya sejak banjir. Namanya tidak ada di daftar mana pun yang kami lihat, dan anggota keluarga kami yang lain juga hilang,” ujarnya menahan haru.

Dampak terjangan air bah melumpuhkan berbagai aktivitas publik di Distrik Nuwakot, termasuk kawasan pendidikan yang berada di bantaran sungai. Para guru harus memandu murid-murid menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi dalam hitungan menit.

baca juga

Gyan Deep Sapkota, siswa kelas 11 Trishuli Secondary School di Kota Bidur, mengingat momen mencekam saat air bah dari hulu Sungai Bhotekoshi tiba-tiba meluap.

“Guru-guru kami berteriak agar kami pergi,” kenangnya saat berbicara kepada Al Jazeera melalui telepon.

“beberapa dari kami mengambil jembatan tua kecil dan menyeberang ke area yang lebih aman, sementara sebagian besar siswa lari ke perbukitan. Beberapa siswa juga mengalami serangan panik dan pingsan.”

“Ini masih membuat saya merinding dan cemas,” tuturnya menutup cerita.

Kawasan perbatasan Nepal dan China memang memiliki kontur topografi curam yang sangat rentan terhadap luapan air bah secara mendadak. Cuaca ekstrem memicu arus deras dari hulu Sungai Bhotekoshi yang melintasi pemukiman serta jalur perdagangan antarnegara.

Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan keterbatasan akses jalan yang rusak berat akibat luapan air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapolda Minta Maaf Anak Buahnya Palsukan Laporan Orang Hilang di Jeju

Kapolda Minta Maaf Anak Buahnya Palsukan Laporan Orang Hilang di Jeju

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:44 WIB

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Tren Gila Industri Otomotif China yang Luncurkan Tiga Model Mobil Baru Setiap Hari

Tren Gila Industri Otomotif China yang Luncurkan Tiga Model Mobil Baru Setiap Hari

Otomotif | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

×