Pecahan Gletser Raksasa Himalaya Penyebab Banjir Bandang Nepal, Bagaimana Bisa Terjadi?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Pecahan Gletser Raksasa Himalaya Penyebab Banjir Bandang Nepal, Bagaimana Bisa Terjadi?
Ilustrasi Pegunungan Himalaya. (Pixabay/120191)
baca 10 detik
  • Banjir bandang akibat runtuhnya gletser Himalaya di perbatasan Nepal menewaskan sedikitnya 162 orang.

  • Ratusan korban termasuk puluhan wisatawan asing dan 28 polisi masih dinyatakan hilang.

  • Kerusakan 19 jembatan memicu penetapan status krisis bencana selama tiga bulan di Nepal.

Suara.com - Pecahan gletser raksasa dari pegunungan Himalaya meluncur deras menumpahkan es dan bebatuan ke Sungai Bhotekoshi. Banjir bandang berkecepatan tinggi ini meratakan kawasan perbatasan Nepal dan China hingga merenggut sedikitnya 162 nyawa.

Hasil pantauan citra satelit memperlihatkan titik awal runtuhnya material es tersebut berada sekitar 20 kilometer di timur laut Rasuwa-Rasuwagadhi. Benturan keras jutaan ton batu dan es memicu luapan banjir bandang yang menghancurkan jalur pendakian serta pemukiman warga.

Distrik Chitwan menjadi wilayah yang terpukul paling parah dengan temuan 64 korban meninggal dunia. Sementara itu, wilayah tetangga seperti Dhading melaporkan 27 korban jiwa dan Nawalparasi Timur mencatat 22 korban tewas.

Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)
Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)

Operasi penyelamatan kini berkejaran dengan waktu untuk menemukan ratusan korban yang masih dinyatakan hilang di kawasan terdampak. Deretan warga negara asing mendominasi daftar pencarian, termasuk lebih dari 100 turis India, 54 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, dan 33 warga Inggris.

Daftar korban hilang tersebut juga mencakup 28 personel Polisi Nepal yang sedang bertugas saat bencana menerjang. Hingga saat ini, helikopter militer bersama operator swasta berhasil menyelamatkan setidaknya 114 warga dari zona bahaya.

Lumpuhnya infrastruktur transportasi menjadi rintangan terbesar karena banjir menghancurkan 19 jembatan utama dan memutus jalan sepanjang 40 kilometer. Kondisi jalur darat yang hancur total memaksa tim SAR mengandalkan armada pesawat nirawak dan helikopter untuk menyisir lokasi penyeberangan.

Otoritas Pengurangan Risiko Bencana menginstruksikan penyintas yang terjebak untuk menyalakan api agar kepulan asapnya menjadi penanda lokasi bagi armada penyelamat udara. Pemerintah menetapkan status wilayah krisis bencana selama tiga bulan untuk tiga distrik terdampak paling parah, yakni Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan banjir tersebut menyebabkan kerusakan parah di sejumlah distrik.

Ia juga mengingatkan warga bahwa data casualties yang ada saat ini masih berkembang.

baca juga

"Informasi yang tersedia sejauh ini masih bersifat sementara," ujar Shisir Khanal.

Pemerintah Nepal langsung mengeluarkan imbauan bahaya lanjutan untuk warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Kewaspadaan ekstra diterapkan di distrik Nuwakot, Dhading, Gorkha, dan Chitwan mengingat potensi banjir susulan masih sangat tinggi.

Kementerian Keuangan Nepal mengonfirmasi bahwa India, China, dan Bank Dunia bergerak cepat untuk mengoordinasikan bantuan keuangan bagi operasi pencarian, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi wilayah yang terdampak banjir.

Sinergi internasional ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik dan penyaluran logistik darurat. Sebagai informasi latar belakang, wilayah utara Nepal yang berbatasan langsung dengan Tibet (China) merupakan kawasan lintasan gletser aktif yang rentan mengalami fenomena Glacial Lake Outburst Flood (GLOF) saat perubahan suhu ekstrem terjadi.

Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di sepanjang rute perdagangan Rasuwa-Rasuwagadhi ini berulang kali memutus akses ekonomi vital antar kedua negara saat musim bencana tiba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Bandang di Nepal Telan 157 Korban Jiwa, Ratusan Lainnya Masih Hilang

Banjir Bandang di Nepal Telan 157 Korban Jiwa, Ratusan Lainnya Masih Hilang

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:00 WIB

55 Warga Malaysia Hilang Kontak di Tengah Banjir Bandang Nepal

55 Warga Malaysia Hilang Kontak di Tengah Banjir Bandang Nepal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:17 WIB

2 Warga Singapura Hilang Jadi Korban Banjir Bandang Nepal Bersama Rombongan Pendaki

2 Warga Singapura Hilang Jadi Korban Banjir Bandang Nepal Bersama Rombongan Pendaki

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Terkini

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×