Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:59 WIB
Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
Warga Singapura demonstrasi (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Rencana pembabatan Hutan Maju dan Gillman demi perumahan memicu aksi penolakan warga Singapura.

  • Petisi penolakan berhasil mengumpulkan 60.000 tanda tangan dan menghimpun ribuan massa di Speakers Corner.

  • Pemerintah Singapura berjanji memperluas porsi kawasan hijau yang disisakan meski proyek perumahan tetap berjalan.

Suara.com - Pemerintah Singapura menghadapi gelombang penolakan publik yang sangat jarang terjadi akibat rencana penebangan belasan hektar kawasan hutan untuk pembukaan lahan perumahan baru. Rencana alih fungsi Hutan Maju dan Hutan Gillman ini memicu penggalangan petisi online yang telah menembus lebih dari 60.000 tanda tangan warga.

Kondisi ini menciptakan nilai baru dalam dinamika politik sipil Singapura, di mana kebijakan tata ruang yang biasanya ditentukan sepihak oleh pemerintah kini mendapat perlawanan terbuka dari masyarakat. Kesadaran warga akan pentingnya kelestarian lingkungan mulai mengikis dominasi narasi pembangunan ekonomi mutlak yang selama ini dijalankan otoritas setempat.

Perubahan pola piker warga ini memicu diskusi mendalam mengenai batas-batas arti kemajuan bagi salah satu negara teraya di dunia tersebut. Kontroversi penataan lahan ini semakin mencuat di tengah perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Singapura yang ke-61.

potret Singapura (Unsplash/Mike Enerio)
potret Singapura (Unsplash/Mike Enerio)

Proyek Housing and Development Board berencana menggusur 15 dari total 23 hektar luas Hutan Maju serta 10 hektar Hutan Gillman di bagian selatan. Lahan tersebut bakal disulap menjadi kawasan pemukiman warga Sunset Way dan sekitarnya.

Penolakan warga mengalir deras melalui diskusi komunitas hingga penggalangan aksi massa secara mandiri di lapangan. Puncak gerakan warga ditandai dengan berkumpulnya lebih dari 2.000 orang di Speakers’ Corner untuk menyuarakan kritik terhadap rencana pemusnahan area hijau tersebut.

Mengapa Warga Singapura Menolak Pembabatan Hutan Maju?

Warga yang bermukim di sekitar area Hutan Maju khawatir alih fungsi lahan akan merusak ekosistem keanekaragaman hayati yang telah bertahan puluhan tahun. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai satwa terancam punah seperti burung cerek bulbul kepala jerami dan trenggiling Sunda.

Joanne Teoh, warga Sunset Way berusia 68 tahun yang konsisten mendokumentasikan flora dan fauna setempat, menyuarakan keprihatinannya atas ancaman kehancuran lingkungan tersebut.

“Bahkan jika Anda membangun rumah di sebagian hutan ini, seperti yang dikatakan anak-anak saya, kami tidak ingin tinggal di samping pemakaman ekosistem yang hancur,” ujar Teoh kepada Al Jazeera.

baca juga

Keberadaan Hutan Maju tercatat menampung sedikitnya 113 spesies hewan, sementara Hutan Gillman menjadi habitat bagi 178 spesies unik. Penebangan kedua kawasan ini diprediksi akan makin mempercepat kehilangan tutupan hijau alami Singapura.

Laporan studi jurnal Sustainability tahun 2023 mencatat Singapura berpotensi membabat 7.331 hektar hutan demi pembangun—angka yang melebihi 1,2 kali luas seluruh taman kota dan cagar alam yang ada saat ini.

Situasi ini mendorong banyak warga lokal mengambil peran aktif dalam mengawal isu kebijakan tata lingkungan negara.

Bagaimana Aktivis Sipil Bergerak Melawan Kebijakan Tata Ruang?

Berbagai kelompok masyarakat sipil memanfaatkan platform digital hingga diskusi tatap muka untuk memetakan strategi advokasi lingkungan. Komunitas lokal bahu-membahu menyusun dokumen analisis dampak lingkungan guna menanggapi dokumen resmi pemerintah.

Victoria, warga berusia 30 tahun yang tinggal di dekat Hutan Gillman, merespons penanganan pejabat dengan membentuk grup Telegram beranggotakan hampir 800 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia Darurat Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Infeksi ISPA hingga Diterjang Super El Nino

Malaysia Darurat Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Infeksi ISPA hingga Diterjang Super El Nino

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

×