- Badan Riset dan Inovasi Nasional mengkaji penggunaan tepung singkong sebagai bahan alternatif pemadam kebakaran hutan dan lahan.
- Inovasi metode ubi bombing tersebut berawal dari penemuan anggota TNI di Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.
- Presiden Prabowo Subianto meminta inovasi pemadam berbahan ubi itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala besar.
Meski kapasitas produksinya masih terbatas, bahan tersebut dinilai efektif dan berpotensi dikembangkan dalam skala lebih besar.
Menanggapi laporan itu, Prabowo meminta inovasi berbahan baku ubi atau singkong segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala lebih besar. Ia juga meminta kebutuhan anggaran produksi segera diajukan untuk mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya.
“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” kata Prabowo, dilansir dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.
Penanganan Karhutla Terus Dievaluasi
Selain pengembangan bahan alternatif, Prabowo meminta Panglima TNI menguji coba kemampuan Tim Alpha untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatra Selatan.
Berbagai metode penanganan akan terus dievaluasi agar proses pemadaman dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan menyeluruh.
Prabowo juga menegaskan seluruh sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal dalam menangani karhutla.
Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta sisa lahan terbakar seluas sekitar 1.900 hektare di Sumatra Selatan segera dipadamkan.
“Kalau begitu saya tekankan, usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan. Apa saja nanti kendala yang kalian hadapi di lapangan, Anda evaluasi dan kalau perlu tambahan bantuan dari atas, ya kita akan usahakan segera mungkin,” ujar Prabowo.