261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB
261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu
Ratusan warga asing termasuk enam warga Australia hilang akibat banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet. (BBC)
baca 10 detik
  • Lebih dari 2.400 orang hilang akibat banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tibet.
  • Sebanyak 261 warga asing dari 23 negara teridentifikasi hilang di wilayah Tibet.
  • Keluarga korban mendesak koordinasi mendesak antara pemerintah Nepal, China, dan Australia.

Suara.com - Operasi penyelamatan akibat banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet kini memasuki hari kelima dengan jumlah korban hilang mencapai lebih dari 2.400 orang. Pemerintah China mendeteksi 261 warga negara asing dari 23 negara berada dalam daftar korban yang belum ditemukan di wilayah Tibet.

Sektor pariwisata dan jalur perbatasan Gyirong menjadi titik krusial penanganan darurat mengingat tingginya mobilitas turis antarnegara di area tersebut. Dinamika pencarian makin kompleks karena adanya simpang siur data manifes antara otoritas Nepal dan China.

Sistem pencarian Lintas batas kini menjadi tumpuan utama keluarga korban untuk memastikan keselamatan anggota keluarga mereka yang terjebak di area bencana. Koordinasi diplomatik terus dilakukan guna menyinkronkan data kependudukan dan manifes perjalanan para turis asing.

Banjir bandang Nepal (Antara)
Banjir bandang Nepal (Antara)

Sumi Adhikari, seorang warga asal Sydney, menjadi salah satu korban hilang yang hingga kini masih dalam proses pencarian tim penyelamat. Suaminya, Nava Pandey, memutuskan terbang langsung ke Nepal demi menyusuri jejak keberadaan sang istri.

Nava Pandey menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara agar informasi evakuasi bisa diakses secara terbuka dan cepat oleh pihak keluarga.

"Kami menghormati dan menyerukan kepada pemerintah China serta otoritas lokal untuk merilis seluruh informasi terverifikasi yang tersedia, memberikan pembaruan berkala tentang upaya pencarian, dan membuka komunikasi langsung dengan keluarga yang terdampak," ujar Pandey, dikutip dari BBC, Minggu (30/8/2026).

"Keluarga tidak boleh dibiarkan tanpa jawaban selama masa kritis seperti ini."

Bagaimana Kondisi Warga Negara Australia Lainnya di Area Bencana?

Reshma Patel asal Newcastle, New South Wales, juga dilaporkan hilang bersama rombongan tur yang sama di wilayah perbatasan tersebut. Lacak sinyal ponsel terakhir mengindikasikan bahwa Reshma sempat menyeberang masuk ke wilayah administratif Tibet sebelum banjir menerjang.

baca juga

Bhavin Patel, suami Reshma, juga telah tiba di Nepal dan mendesak percepatan evakuasi di titik-titik rawan perbatasan.

"Kami secara hormat memohon kepada Australia, Nepal, dan China untuk koordinasi mendesak dan melanjutkan upaya pencarian di area Gyirong," tulisnya.

"Keluarga kami sangat membutuhkan bantuan untuk menemukan keberadaannya."

Media pemerintah China, CCTV, mencatat total 546 orang hilang di wilayah Tibet akibat terjangan banjir bandang tersebut. Dari angka tersebut, 261 di antaranya merupakan warga negara asing yang sedang melakukan perjalanan wisata.

Otoritas China mengaku telah melayangkan pemberitahuan resmi kepada kedutaan besar serta konsulat negara-negara terdampak.

Berapa Banyak Rincian Korban Asing yang Terdata dalam Musibah Ini?

Laporan resmi menunjukkan 15 warga negara Inggris masuk dalam daftar korban hilang di wilayah Tibet. Di sisi lain, otoritas Nepal mencatat ada 33 warga Inggris yang belum ditemukan di area perbatasan mereka.

Ketidakjelasan data timbul karena sebagian turis Inggris tersebut diperkirakan sedang berada dalam perjalanan melintasi batas Nepal menuju Tibet saat bencana terjadi.

Rincian data media pemerintah China mencatat korban hilang mencakup 104 warga Nepal, 49 warga India, 33 warga Latvia, serta 18 warga Amerika Serikat. Wilayah lain menyumbang korban hilang seperti enam warga Kanada, enam warga Australia, empat warga Afrika Selatan, tiga warga Malaysia, tiga warga Jerman, dan tiga warga Rusia.

Dua warga negara masing-masing berasal dari Irlandia, Estonia, Prancis, Belanda, dan Selandia Baru. Korban hilang tersisa masing-masing satu warga negara dari Finlandia, Lithuania, Portugal, Ukraina, Spanyol, dan Hungaria.

Proses pendataan dan pencarian korban dilakukan secara terpadu melalui verifikasi lintas instansi pemerintah China. Kerja sama ini melibatkan kementerian luar negeri, keamanan publik, kebudayaan dan pariwisata, hingga manajemen darurat.

Bencana banjir bandang mendadak ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan tinggi di sepanjang garis perbatasan Nepal dan Tibet. Medan yang curam serta rusaknya jalur komunikasi memperlambat pergerakan tim evakuasi dalam mendistribusikan bantuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Pemulihan Bencana Butuh Rp78 Triliun, Nepal Siap Terima Bantuan Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat

Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:54 WIB

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

Arab Saudi Panas, Jenderal Turki al-Maliki Janji Balas Dendam Serangan Rudal Houthi Yaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB

Weton Ketemu 24 Artinya Apa Menurut Primbon Jawa? Ini Maknanya dalam Hubungan

Weton Ketemu 24 Artinya Apa Menurut Primbon Jawa? Ini Maknanya dalam Hubungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:50 WIB

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:45 WIB

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 10:42 WIB

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:39 WIB

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:37 WIB

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:32 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

×