Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam
Mojtaba Khamenei (Jerusalem post)
baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei mendesak penguasa Teluk membentuk aliansi pertahanan bersama untuk melawan musuh utama.

  • Perdagangan luar negeri Iran anjlok 35 persen akibat sanksi dan blokade laut Amerika Serikat.

  • Presiden Masoud Pezeshkian mendorong pemulihan kesepakatan ekonomi dan kendali atas jalur Selat Hormuz.

Dampak peperangan kini berimbas langsung pada kehancuran aktivitas perdagangan luar negeri Iran yang merosot hingga sepertiga dari kapasitas normalnya.

Pemerintah Tehran mengakui bahwa sanksi ekonomi bertajuk "D-Day Ekonomi" dari pemerintahan Presiden Donald Trump telah menghentikan arus keluar masuk barang di pelabuhan utama.

Presiden Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa pemblokiran jalur laut oleh pasukan sekutu menjadi penyebab utama jatuhnya angka ekspor impor nasional secara drastis.

"Ekspor dan impor kami merosot hampir 35 persen karena sanksi AS dan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran," kata Pezeshkian.

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran sempat membuktikan ketahanannya dengan menjual puluhan juta barel minyak saat koridor diplomasi dibuka sementara.

"Kami berhasil menjual sekitar 90 juta barel minyak selama nota kesepahaman singkat yang ditandatangani Iran dan AS pada bulan Juni," kata Pezeshkian.

Atas dasar pencapaian tersebut, Pezeshkian mendesak agar draft kesepakatan sementara yang sempat disetujui pada 17 Juni lalu dapat segera dihidupkan kembali.

Langkah pemulihan perundingan dianggap sebagai satu-satunya cara paling realistis untuk mencairkan aset negara yang dibekukan serta memulihkan roda ekonomi rakyat.

"Kita dapat menyelesaikan masalah kita dan memperoleh hak-hak kita melalui nota kesepahaman tersebut," kata Pezeshkian.
Di sisi lain, pemerintah Iran mengumumkan rencana taktis untuk menekan laju inflasi dan mengurangi ketergantungan mata uang domestik terhadap dolar Amerika Serikat.

baca juga

Strategi tersebut difokuskan pada penguatan produksi dalam negeri serta penyerapan tenaga kerja guna menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan perang.

Tehran juga menegaskan tidak akan menyerah pada tekanan militer dan tetap mempertahankan kendali penuh atas navigasi di Selat Hormuz sebagai kartu truf diplomasi energi global.

Sejak Revolusi Islam meletus pada tahun 1979, monarki Arab Teluk memandang ideologi revolusioner Iran dan retorika anti-kerajaannya sebagai ancaman langsung terhadap sistem politik mereka.

Persaingan pengaruh regional serta perbedaan mazhab memperdalam jurang pemisah antara Tehran dan tetangga Arabnya selama bertahun-tahun.

Kondisi tersebut diperparah oleh aksi saling balas militer baru-baru ini yang melibatkan basis pertahanan Amerika Serikat di kawasan Teluk, sehingga meningkatkan kewaspadaan negara-negara tetangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Munjul ke New York, Pola Raya dan KJRI Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar Global

Dari Munjul ke New York, Pola Raya dan KJRI Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar Global

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS

Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

×