- InJourney Airports menggandeng ELSA Business pada 2024 untuk melatih petugas sembilan bandara utama menggunakan kecerdasan buatan.
- Pelatihan berbasis kecerdasan buatan ini memberikan simulasi situasi nyata guna mengatasi kendala bahasa dengan wisatawan mancanegara.
- Langkah strategis tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan kelas dunia dan reputasi internasional bandara di Indonesia.
Fleksibilitas teknologi berbasis perangkat pintar memungkinkan pekerja belajar secara mandiri di sela waktu kerja tanpa mengganggu kelancaran operasional bandara.
Vice President ELSA Business, Will Polese, mengatakan kelancaran komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk pengalaman pelanggan berkualitas tinggi.
"Di industri aviasi, setiap interaksi berkontribusi terhadap pengalaman pelanggan dan reputasi perusahaan," ujar Polese.
Menurut dia, kemampuan berbahasa Inggris kini bukan sekadar keterampilan individu, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan InJourney Airports di mata dunia.
Investasi untuk Reputasi dan Kualitas Layanan
Platform tersebut juga menyediakan dasbor analitik yang memungkinkan manajemen memantau perkembangan dan tingkat keterlibatan staf secara lebih terukur.
Data tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan memastikan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan.
Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan SDM sendiri menjadi salah satu tren yang semakin berkembang di industri penerbangan global.
Teknologi tersebut diminati karena menawarkan proses pembelajaran yang lebih terukur, fleksibel, efisien, dan dapat diterapkan dalam skala besar dibandingkan metode pelatihan bahasa konvensional.