Pemuda Kaum Betawi Gugat UU DKJ ke MK, Soroti Aturan Lembaga Adat yang Dinilai Multitafsir

Vania Rossa

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Pemuda Kaum Betawi Gugat UU DKJ ke MK, Soroti Aturan Lembaga Adat yang Dinilai Multitafsir
Pemuda Kaum Betawi Gugat UU DKJ ke MK. (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Brahma Aryana dari Pemuda Kaum Betawi mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Gugatan tersebut diajukan karena Pasal 31 ayat (1) huruf b UU DKJ dinilai kabur dan berpotensi memicu konflik antarorganisasi.
  • Pemohon meminta Mahkamah Konstitusi memberikan parameter yang jelas mengenai penentuan lembaga adat dan kebudayaan Betawi.

Suara.com - Pasal 31 ayat (1) huruf b Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ) yang mengatur pelibatan badan usaha, lembaga pendidikan, lembaga adat dan kebudayaan Betawi, serta masyarakat sebagai pihak yang bertugas memajukan kebudayaan Betawi dinilai masih menimbulkan tafsir beragam.

Sekretaris Jenderal Pemuda Kaum Betawi, Brahma Aryana, menilai pasal tersebut masih terlalu kabur dalam mengatur pihak yang bertugas memajukan kebudayaan asli Jakarta.

Menurut Brahma, frasa "lembaga adat" yang tercantum dalam aturan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik pihak yang dimaksud.

"Nah, di frasa tersebut kita memperoleh dari hasil kajian kami, kita melihat bahwa pasal tersebut masih mengundang multitafsir karena belum jelas siapa representasi dari lembaga adat dan kebudayaan ini," kata Brahma di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Brahma khawatir ketidakjelasan tersebut dapat memicu konflik akibat saling klaim antarorganisasi masyarakat Betawi di Jakarta. Terlebih, terdapat banyak organisasi yang mengedepankan kebudayaan Betawi.

Menurutnya, ketidakjelasan pasal tersebut juga dapat menjadi batu sandungan bagi pemerintah daerah dalam upaya membawa Jakarta menjadi kota global.

Brahma mengatakan salah satu syarat menjadi kota global adalah adanya pemajuan budaya oleh lembaga adat.

Atas dasar itu, Pemuda Kaum Betawi mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meminta kejelasan hukum terkait pasal tersebut. Gugatan itu terdaftar sebagai pengajuan permohonan dengan nomor 285/PAN.ONLINE/2026 pada Senin (31/8/2026).

"Harapan kita, sih, supaya Mahkamah Konstitusi memberikan sebuah parameter. Parameter maupun mekanisme penentuan lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini seperti apa," tambah Brahma.

baca juga

Brahma menegaskan pihaknya akan menerima keputusan mengenai pihak yang nantinya ditugaskan untuk memajukan kebudayaan Betawi. Namun, ia meminta agar aturan yang mengatur hal tersebut memberikan tafsir yang jelas.

Soroti Penerapan UU DKJ yang Masih Menggantung

Brahma juga menyoroti penerapan UU DKJ yang hingga kini masih menggantung meski telah resmi diundangkan sejak 2024.

Menurut dia, terhambatnya penerapan UU DKJ disebabkan pemerintah hingga saat ini belum menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemindahan status ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Brahma menilai kondisi tersebut turut membuat nasib keberlangsungan pelestarian budaya Betawi menjadi tidak jelas. Ia khawatir lambatnya implementasi UU DKJ justru merugikan masyarakat Jakarta.

Ia juga mengingatkan agar implementasi aturan mengenai pemindahan ibu kota tidak dilandaskan pada kepentingan politik semata karena UU tersebut diterbitkan pada pemerintahan sebelumnya.

"Jadi saya rasa MK perlu memberikan batas waktu atau tenggat," pungkasnya.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:51 WIB

Bayang-bayang Dwifungsi: Saat UU TNI Baru Memicu Perlawanan di Mahkamah Konstitusi

Bayang-bayang Dwifungsi: Saat UU TNI Baru Memicu Perlawanan di Mahkamah Konstitusi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:13 WIB

Peradilan Militer Dinilai Tidak Adil, Keluarga Korban Kekerasan Anggota TNI Gugat UU ke MK

Peradilan Militer Dinilai Tidak Adil, Keluarga Korban Kekerasan Anggota TNI Gugat UU ke MK

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:31 WIB

Terkini

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×